Apa Bedanya Preservasi, Konservasi dan Restorasi

Dalam salah satu mata kuliah Ilmu Perpustakaan di UI, ada salah satu mata kuliah yang cukup menarik namanya “Preservasi dan Konservasi”. Mata kuliah ini mempelajari tentang cara menjaga, merawat, dan memperbaiki arsip atau koleksi perpustakaan agar tidak rusak dan musnah. Yap, tau sendiri kan banyak banget koleksi naskah-naskah dan arsip kuno di Indonesia. Di mata kuliah ini semua mahasiswa juga berkesempatan buat jalan2 ke ANRI untuk mengetahui proses restorasi disana, keren!

Lantas mari kita kembali ke ilmu dasarnya ya. Apa sih bedanya preservasi dan konservasi? Dua kalimat ini agak nyaru kalau dipelajari, habis mirip-mirip sih ya, coba deh buka di google baik bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, pasti definisinya bikin pusing ya kan? sebenarnya mudah membedakannya, nih:

Baik preservasi dan konservasi sebenarnya sama, sama-sama menjaga, merawat, melindungi atau melestarikan. Bedanya preservasi digunakan untuk objek yang tidak digunakan oleh subjek, sedangkan  konservasi masih digunakan oleh objek sehingga jika tidak dilestarikan objek tersebut bisa rusak atau musnah karena kita gunakan. Bingung, nih contoh gampangnya.

Pernah dengan konservasi lingkungan hidup? konservasi minyak bumi? Konservasi biota laut? Kenapa nggak ada preservasi lingkungan hidup? minyak bumi atau biota laut? Simpel aja, karena konservasi itu melindungi, menjaga sesuatu agar tidak rusak karena kita gunakan, contohnya minyak bumi, konservasi minyak bumi tentunya tidak mungkin kita tidak menggunakan minyak bumi sama sekali, tetapi dengan menghemat penggunaannya, betul? atau biota laut? tidak mungkin kita nggak nangkep ikan sama sekali di laut, atau hutan, nggak mungkin kan kita mogok ngirup oksigen dalam sehari? Nah, konservasi jika dilihat dari objeknya memiliki tujuan untuk menjaga sumber daya atau sesuatu agar tetap lestari meskipun kita gunakan.

Nah bagaimana dengan preservasi? Sebetulnya sama aja, cuma beda objeknya, kalau preservasi itu tidak kita gunakan pun akan rusak dengan sendirinya jika kita tidak rawat, seperti misalnya preservasi mumi firaun, preservasi benda antik, preservasi naskah kuno. Benda-benda tersebut jika tidak kita gunakan pun, pasti tetap akan rusak dengan sendirinya karena usia.

Lantas bagaimana dalam sudut pandang ilmu perpustakaan dan kearsipan? Menurut gua mungkin gampangnya gini, preservasi merupakan tindakan untuk menjaga dan memelihara arsip atau bahan pustaka yang tidak lagi digunakan, namun masih memiliki nilai historis agar awet, terutama arsip. Sedangkan konservasi merupakan tindakan untuk menjaga arsip dinamis yang masih digunakan agar terhindar dari pengerusakan atau kerusakan dini (bukan cintanya yang terlarang~) :D. Misalnya kertas dokumen aktif di kantor kita, biar nggak rusak dimasukin ke dalam map biar g lecek, atau buku rapor dikasih sampul, dll. Simpel kan? Nanti kalau barang2 itu udah nggak kepake lagi, misalnya rapor SD, tentunya nggak akan kita buang kan, pasti kita simpen di tempat yang terjaga dan aman, isitilahnya di konservasi dahulu, lalu di preservasi ketika sudah tidak dipakai lagi. Simpel!

Terus kalau restorasi gimana? Ah ini mah gampang, barang kamu rusak, bawa ke bengkel untuk dibetulin. nah itulah restorasi. contoh lainnya, kertas sobek, buku sobek, disambung lagi pake lem atau isolasi. Gampang kan?

Nah pertanyaannya, bagaiman cara melakukan konservasi duit agar tidak cepat habis jika digunakan? :p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s