Gimana Sih Cara berbicara yang baik di Video

Bisa dibilang mungkin sebuah kecelakaan kalau seorang Ridwan Hanif yang agak pemalu ini tiba-tiba jadi reviewer mobil-mobil kece di Youtube (ingat, mobilnya yang kece, bukan guanya ya). Awalnya karena geregetan liat video otomotif di Indonesia nggak ada yang gereget seperti Top Gear, nah akhirnya gua sama temen-temen dari AutonetMagz coba nekat bikin video yang sama juga dan kita coba improve meski dengan peralatan sederhana.

Jujur awalnya agak gugup dan kaku banget, karena memang nggak punya basic public speaking, tapi karena anak-anak AutonetMagz lebih kuper lagi ternyata, terpaksalah gua yang jadi artis dadakan dengan modal PeDe deh. Dan hasilnya menurut gua jelek banget sih pas awal-awal bikin videonya

Kaku banget kan? Yap gua akuin itu memalukan banget sebenarnya dari kualitas dan cara pembicaraannya. Banyak mikirnya, belum siap, dan pastinya masih grogi banget

Nah akhirnya gua coba improve dan improve mulai dari searching-searching di Youtube yang berbahasa inggrisdan artikel-artikel tentang public speaking dan tentang intonasi suara. Akhirnya meskipun masih jauh dari kata sempurna, menurut gua di video-video berikutnya yang terbaru ini jauh lebih baik dibandingkan dengan versi-versi awal.

Nah kali ini gua mau berbagi tips-tips untuk berbicara yang baik di dalam video yang akan kamu upload ke Youtube. Disini gua bukan sebagai ahli atau seorang professional, tetapi berdasarkan pengalaman aja… Jadi kalau ada yang mungkin tidak cocok ya mohon dimaafkan. Oke langsung aja ya, masuk ke Tips nomor 1

1. Belajar Intonasi
Intonasi suara dan penakanan kata-kata itu jauh lebih penting dari yang gua kira, dan untuk belajar ini nggak mudah, karena harus terbiasa. Kalau cara ngomong kita terlalu datar nantinya akan terasa tidak jelas dan sulit di dengar oleh penonton. Untuk melatihnya, mungkin kita bisa mulai dengan “Kata-kata apa saja sih yang perlu diberikan penekanan?”

Usahakan untuk memberikan penekanan pada kata-kata yang memiliki huruf “ER”, “EM”, “i”. Atau coba sendiri dengan recorder komputer kamu, dan kamu coba baca sebuah cerpen atau koran sambil direkam. Setelah itu putarlah, nanti kamu akan tahu sendiri huruf-huruf apa saja yang kurang jelas ketika kamu ucapkan, karena tiap orang mungkin berbeda-beda.

Setelah itu cobalah untuk menggunakan intonasi yang sesuai, misalkan pada kalimat pertanyaan, buatlah menjadi seperti kalimat tanya tanpa harus memberikan kalimat tanya. Misalnya “Bisa ditambah kan?”, coba beri tekanan pada kata “Kan”. Atau misalkan kalimat ajakan seperti “Yuk”, “Ayo” atau “Coba Deh”. Nanti kalau kita sering coba latih, akan kelihatan mana yang enak.

2. Belajar Mimik
Mimik muka itu ternyata penting juga, terutama ketika kita ngomong ya, untuk yang satu ini mungkin gua bukan jagonya dan muka gua memang kurang enak dipandang… wkwkwkwk, makanya video-video di AutonetMagz jarang menampilkan muka gua lagi fokus ngeliat kamera. Usahakan terlihat natural dan mimik muka mengikuti kalimat kita, misalnya kalimat ajakan, pasang mimik muka yang mengajak, atau pada saat bertanya, coba mimik muka kita terlihat seperti sedang nanya beneran. Terutama pada saat heran, kagum, senang, ketawa, coba berikan mimik muka yang sesuai.

Cobalah menggunakan cermin, atau rekam video ketika anda berbicara sebuah dialog, setelah itu putar ulang. Pasti kita ketawa-ketawa sendiri deh…. wkwkwkwk

Jangan lupa gerakan tangan juga harus ngikut, usahakan tidak melipat tangan dan biarkan tangan kita terbuka mengikuti suara kita.

3. Kuasai materi
Kuasailah materi apa yang ingin kamu katakan atau persentasikan secara mendetail, karena seringkali kita sudah hafal, pas mau take video tiba-tiba lupa. Yang hafal saja bisa lupa, apalagi yang tidak hafal dan baru mencoba sekali? Untung karena gua sangat menyukai otomotif, menguasai materi produk otomotif sangat menyenangkan sehingga tidak terasa seperti beban.

4. Volume suara
Lantang! Yap, usahakan kita selalu berbicara dengan lantang dan tanpa beban, sedikit lebih keras dibandingkan kita berbicara sehari-hari, tapi tidak terlihat seperti orang teriak. Dan perhatikan juga ketika kamu mengambil video indoor dan outdoor, karena volumenya pasti berbeda sekali. Terutama ketika kamera dekat atau jauh, kita harus pintar-pintar mengatur volume suara kita. Kalau yang ini butuh keahlian dan keahlian editor video kita dalam mengelola volume suara kita

5. Durasi bicara, usahakan ada break
Nah, bisanya sebuah video tidak mungkin kita tidak berbicara terus-terusan tanpa jeda. Karena ketika kita salah bicara, kita harus mengulang dari awal lagi, ribet kan? Maka dari itu usahakan tidak terlalu cepat ketika berbicara dan memiliki sedikit jeda yang bisa diselipkan untuk lahan mengedit. Gua juga sering salah ngomong, cuma abis itu di edit dan digabungkan dengan video ketika bergerak, tapi masih rapi karena anak AutonetMagz yang bagian ngedit jago bener…. Huehehehe

6. Kecepatan berbicara
BIcara cepat atau lambat sebenarnya tidak masalah, yang jadi masalah ketika kita berbicara cepat tapi tidak jelas itulah yang jadi masalah. Cobalah belajar mendengarkan siaran radio di pagi hari. Mereka benar-benar sudah ahli dan keren banget! Kalau kita belum sejago mereka intonasi dan kejelasan suara ketika mengucapkan kalimat-kalimat, cobalah untuk menurunkan kecepatan suara. Rekam, dan dengarkan, apakah sudah bagus atau belum.

7. Buat konsep
Kita tidak perlu membuat dialog, apalagi jika harus terlihat seperti membaca, tetapi kita harus bisa membuat konsep dan menaruh poin-poin penting apa yang ingin kita bicarakan. Jika mengambil videonya lebih dari satu orang, usahakan ada seseorang yang memegang tulisan poin-poin apa saja yang ingin kita bicarakan. Kalau gua biasanya gua tulis di hp dan gua hafalin sebelum take gambar. Karena membuat 1 video saja bisa menghabiskan waktu hampir 1 harian dari pagi hingga malam. Soalnya mobil sih, harus pindah-pindah tempat, cari view yang bagus, cari tempat sepi, soalnya kalau di tempat outdoor tanpa alat-alat yang lengkap, noise akan mudah sekali masuk.

8. LATIHAN!
Mungkin ini satu-satunya kelebihan gua, gua selalu berlatih agar tampil lebih baik. baik ngomong sendiri di depan kaca tiap bangun tidur, latihan membaca, latihan ngomong pas nyupir mobil atau naik motor sendirian, terus minta pendapat-pendapat dari penonton dan temen-temen di forum agar di video berikutnya bisa improve. Well, mungkin kita memang tidak memiliki bakat dari lahir untuk soal begini-beginian, tapi percayalah, kalau latihan terus masa nggak ada peningkatan dari sebelumnya?

Gua dan AutonetMagz biasanya setelah membuat video, merekam dll suka melakukan revisi kecil-kecilan juga untuk video-video berikutnya biar kesalahan dan kekurangannya nggak terulang lagi. Meskipun ya diakui juga kekurangannya banyak banget…. hehehehe

Gua berharap artikel ini bisa bermanfaat, dan semakin banyak reviewer-reviewer Youtube lainnya di Indonesia, bosen nggak sih ngeliat video di Youtube Indonesia isinya tutorial hijab semua…. wkwkwkwk….. Hayuklah modal PeDe buat video yang menarik seperti Sascha Stevenson dan Aaron Ashab. Atau gua seneng banget nonton review suatu produk seperti mobil, motor, gadget dan video-video lucu. Yuk!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s