Monthly Archives: September 2010

Media tulis masa lalu, kini dan masa depan

iPad media tulis masa depan

Pernah nonton film karun “The Flinstones”? pasti pernah dong ya, ketika manusia hidup di zaman batu mereka menggunakan semua perabot yang terbuat dari batu termasuk media tulis mereka. Akhirnya pada beberapa zaman kemudian batu mulai tergantikan dengan kulit binatang, papyrus dan bahan lainnya sebagai media tulis hingga akhirnya China menemukan kertas sebagai bahan media tulis yang kita pakai sampai sekarang. Nah, gambar diatas yang dicantumkan itu sekedar tulisan tangan seseorang pada layar iPad sebagai media tulisnya. Namun tidak hanya sebagai media tulis untuk catatan-catatan saja. Amazon.com telah merilis amazon kindle sebagai media membaca buku dengan contrast layar yang menyejukan mata sehingga rasanya seperti membava buku yang sebenarnya. Dipikir-pikir lagi bisa nggak ya iPad dan papan tablet touchscreen lainnya bisa menggantikan kertas sebagai media tulis? coba kita lihat beberapa alasan yang bisa menjadikan iPad dan kawan-kawan menggantikan kertas

1. Bahan baku kertas
Maraknya isu global warming saat ini memaksa semua elemen masyarakat untuk berhemat dalam memakai kertas. Salah satunya dengan menggunakan kertas bolak-balik, daur ulang kertas dan menghemat ukuran tulisan dalam catatan. Tapi perlu diakui bahwa penggunaan kertas dunia setiap tahunnya selalu meningkat. Akibatnya banyak sekali industri kertas yang tumbuh subur dan yang paling berbahaya adalah pengunaan pohon sebagai bahan baku utama bubur kertas (pulp). Untuk hutan industri memang terlihat tidak masalah, tapi buat saya cukup masalah karena untuk menanam pohon dibutuhkan waktu yang sangat lama sekali agar bisa tumbuh besar dan siap ditebang dan ketika ditebang maka harus menunggu waktu yang lama lagi untuk menunggu pohon muda menjadi dewasa. Belum lagi pemotongan kayu ilegal yang masih marak di Hutan kalimantan.

Nggak usah jauh-jauh dulu deh. Sekarang coba saja tumpuk semua buku yang kalian punya dirumah, tumpuk catatan-catan keras yang pernah kalian punya dan lihat berapa besar? kalau saya mungkin semua koleksi buku dan catatan-catatan yang saya punya bisa setinggi pohon dewasa yang artinya dalam hidup kita telah menghabiskan satu pohon dewasa bahkan lebih untuk kebutuhan akan buku dan media tulis. Bayangkan kalau anggota keluargamu juga begitu? teman-teman jurusanmu, teman-teman fakultasmu dan teman-teman kampusmu memiliki konsumsi kertas yang sama maka saya yakin satu jurusan di UI saja bisa membuat hutan UI gundul seperti kepala saya saat ini 😀

2. e-book Reader
Amazon KindleSaat ini dunia sudah terhubung satu sama lain dengan kabel fiber optik yang membentang di seluruh dunia agar kita semua bisa menikmati layanan internet. Musics, videos, gambar semua bisa kita download dengan mudah dengan internet. Begitu juga dengan buku. Penjualan buku di Amazon.com menunjukan bahwa pembelian buku online (e-book) semakin hari semakin meningkat, bahkan di akhir tahun ini peningkatannya sangat tajam dibandingkan dengan tahun lalu. Kemudahan mengakses buku digital ini dipengaruhi oleh teknologi mutakhir yang bernama E-book reader. Seperti Amazon Kindle dan Sony e-book reader mereka memiliki akses internet tanpa kabel untuk membeli buku secara online. Kalau pertanyaan beberapa orang-orang awam yang belum pernah memegang dan melihat benda ini pasti akan berkata “Lebih enak membaca buku dibanding lewat format digital”. Tapi ketika memegang e-book reader rasanya beda loh, Kalau pada Laptop kita temukan LCD screen berwarna. Pada e-book reader kita akan menemukan e-ink screen yang tidak berwarna. Karena teknologi e-ink ini tidak memerlukan banyak cahaya untuk menampilkan gambar dengan jelas. Sehingga dibaca berjam-jam juga tidak akan membuat mata kita lelah seperti menatap layar laptop. Namun sayangnya layar e-ink belum berwarna.

Belakangan ini kita baru saja dapat kabar kan bahwa salah satu toko musik Aquarius di tutup karena maraknya pembajakan melalui kabel. Bisa jadi suatu hari nanti ketika manusia sudah lebih modern, toko-toko buku akan tutup karena tidak bisa bersaing dengan toko buku online yang langsung mengirim filenya langsung ke e-book reader kita. Lets wait and see. Permadi said to me “book will not subtitute by e-book until 2020” . Jadi tunggu saja era buku akan berakhir dan terganti oleh media digital. Tapi kita sudah siap belum untuk mengelola perpustakaan digital? 😀

3. Catatan lagi catatan lagi, cape deh…

Catatan bertumpuk –>  Catetan iPad

Masih pake catatan kertas? Sekarang sih masih, tapi kalau 2020 masih pakai kertas kasihan deh :D. Lihat gambar atas, setumpuk catatan kuliah kita ternyata jauh lebih tebal, besar dan berat daripada sebuah iPad. Cuocok buanget ini buat mahasiswa bertipe-tipe Ku-tat (kuliat catet), beda ya sama gue yang Ku-pi (kuliah foto copi catetan temen) :D. Di masa depan nanti setelah maraknya komputer tipe pad (papan gilesan) nanti akan mengantikan buku tulis kita yang biasa kita pakai di sekolah. iPad yang baru diluncurin tahun ini saja sudah memiliki banyak pesaing yang nggak kalah okay seperti Samsung Galaxy Pad, Blackberry PlayBook, Android Pad dan lain lain. Bayangkan 10 tahun nanti akan ada berapa banyak produk komputer papan gilesan yang ada di pasaran?

Caranya sangat mudah, bisa memakai pulpen stylus, atau jari kita sendiri untuk menulis apa yang ingin kita tulis dengan cepat. seperti layaknya menulis dibuku. Ketika halaman penuh kita bisa membalik ke halaman berikutnya. Keuntungan lainnya kita nggak perlu takut kalau catetan kita sobek, kotor atau terlipat. Yang ada paling cuma layar pecah, batere bocor dan masalah teknis komputer lainnya. jeleknya lagi, kalau buku catatan kita hilang di jalan biasanya ada orang yang memungut dan mengembalikan kepada anda. Kalau iPad kita hilang di jalan pasti bakal ada orang yang memungut juga, tapi kalau berharap dikembalikan hmm…. gimana ya? 😀

Sebelum diselesaikan, saya ingin nambahin juga kalau tipe mahasiswa ku-pi juga bisa memfotocopy catetan dari iPad temen dengan teknologi canggih bernama bluetooth dan Wi-fi 😀

Nah, sekarang kembali kepada kita? Apakah kita bisa merubah gaya hidup tanpa kertas? tentunya tidak akan semuanya berubah, Kita masih butuh catatan kertas dan buku kertas sebagai penyebar informasi untuk kebutuhan yang tidak bisa digantikan dengan digital seperti brosur, surat berharga hingga contekan :D. Semua itu tidak akan bisa terganti begitu saja. Tetapi ketika zaman sudah berubah kita harus siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi di masa depan.

Jadi, setelah batu, perkamen, papyrus dan kertas. Akankah format digital menjadi media tulis di masa depan? Jawaban saya : Ya! 🙂

Advertisements

Cerita mengenai gambaran negara ini : Yakin Miskin?

Sebuah keluarga yang kaya raya baru saja kehilangan anak keduanya, karena sakit dan tidak dibawa ke rumah sakit. Saat upacara pemakaman yang begitu mewah berlangsung, mewah karena menyajikan jamuan makan prasmanan, beberapa orang bertanya-tanya, mengapa anaknya yang sakit tidak dibawa ke rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia.

Padahal sudah jadi rahasia umum kalau kekayaan keluarga itu mampu untuk membeli sebuah rumah sakit, sekaligus menggaji seluruh dokter spesialisnya. Juga beberapa minggu sebelumnya, mereka sekeluarga baru saja membeli pesawat pribadi untuk keliling Eropa. Apalagi kabar yang terdengar oleh tetangganya, anaknya meninggal hanya karena sakit malaria. Bisik-bisik warga akhirnya terdengar sampai ke telinga si kepala keluarga, yang kekayaannya ditaksir mencapai milyaran dolar Amerika.

Lalu dia bangkit berdiri dari duduknya, maju ke podium utama di depan makam putranya, dan berkata, “bapak ibu sekalian, terima kasih sudah hadir di upacara pemakaman anak kami. Mungkin ada diantara kita yang bertanya: mengapa pemakaman anak kami menyajikan makan prasmanan. Karena saya sudah merencanakan demikian, sudah termasuk dalam anggaran kematian.”

Lalu dia melanjutkan: “anak kami meninggal karena sakit. Mengapa kami tidak membawanya ke rumah sakit? Karena anggaran kesehatan kami tahun ini sudah habis digunakan saat anak pertama kami sakit dan dibawa ke rumah sakit di Singapura. Kami memang berduka. Tapi anggaran kami untuk bersenang-senang dan rekreasi masih ada. Oleh karenanya kami minggu depan akan jalan-jalan ke Amerika. Kalau bapak ibu saudara mempertanyakan lagi, mengapa kami tetap akan membangun rumah mewah di negeri tetangga, sedangkan anak kami mati karena sakit malaria, itu karena anggaran untuk membangun rumah itu sudah kami rencanakan dan siapkan sebelumnya. Semuanya sudah ada anggarannya. Jadi kalau anak kami sakit dan mati karena tidak dibawa ke rumah sakit, itu karena anggaran kesehatan di keluarga kami sudah tidak ada lagi sampai akhir tahun ini. Ini semua memang sudah takdir Ilahi.” Kepala keluarga itu kemudian turun dari podium utama, lalu mengajak istri dan anaknya yang masih ada, untuk pergi beranjak dari lokasi pemakaman dengan Roll Royce yang baru saja dibelinya. “Maaf, alokasi waktu kami untuk pemakaman sudah habis. Jika bapak ibu masih ingin tinggal untuk menghabiskan jamuan makan yang kami sediakan, kami persilahkan.” Kemudian dia masuk ke mobilnya, dan pergi meninggalkan kerumunan warga yang ramai berbisik-bisik membicarakan pidato singkatnya.

********/*******

Anggota DPR pergi kunjungan kerja ke Eropa dan Afrika, mengapa dipermasalahkan? Kan sudah ada anggarannya. Presiden membeli pakaian dan sedan baru kenegaraan, mengapa diributkan? Kan sudah ada anggarannya. MPR ingin membangun gedung mewah seharga trilyunan rupiah, mengapa dibuat susah? Kan sudah ada anggarannya. Rakyat Indonesia pada umumnya memang sedang susah. Rakyat Indonesia juga banyak yang sakit dan tidak mampu berobat ke rumah sakit. Rakyat Indonesia masih banyak yang belum mampu sekolah karena untuk makan saja susah. Rakyat Indonesia memang banyak yang miskin, itu intinya.

Tapi… Bukankah sudah ada anggaran untuk rakyat miskin, RASKIN? Bukankah sudah ada anggaran kesehatan untuk rakyat miskin, JAMKESMAS? Bukankah sudah ada anggaran pendidikan, BOS? Soal anggarannya yang tidak cukup, mengapa dipersoalkan? Salah sendiri tidak bisa mencukupkan. Tunggu hingga tahun depan saat anggaran baru dibuat dan dimusyawarahkan. Sekarang… biarkan anggota DPR menikmati perjalanan studi bandingnya ke luar negeri bersama anak istri. Biarkan presiden memakai kemeja mewah seharga jutaan rupiah. Biarkan MPR membangun gedung kantornya yang mewah. Itu semua sudah ada anggarannya.

hanya copy paste, sumber dari sini

ODLIS – Online Dictionary for Library and Information Science (Kamus Online untuk Ilmu Perpustakaan dan Informasi)

ODLIS Kamus Online untuk ilmu perpustakaan dan informasiDi mata kuliah Bahasa Inggris Professional A pasti kita disuruh membaca  dan mempersentasikan buku tentang perpustakaan dan informasi dalam bahasa inggris. Celakanya di dalam buku tersebut banyak sekali istilah-istilah dalam ilmu perpustakaan yang tidak saya mengerti sebagai mahasiswa yang tergolong belum lama di jurusan ini. Untungnya dosen saya yang baik ibu Utami menganjurkan untuk mengintip kamus online yang bernama ODLIS.

ODLIS merupakan kamus online yang mengacu dari sebuah buku kamus yang berjudul “Dictionary for Library and Information Science” atau bisa disingkat “DLIS” buatan John M. Reitz.

Pada awalnya sebelum menjadi buku, DLIS adalah handout setebal empat halaman berjudul Perpustakaan Lingo, yang ditujukan untuk mahasiswa tidak fasih berbahasa Inggris dan bagi siswa berbahasa Inggris terbiasa dengan terminologi dasar perpustakaan di Perpustakaan Haas. Pada tahun 1996, teks tersebut diperluas dan dikonversi ke format HTML untuk instalasi pada WCSU Situs Web Perpustakaan dengan judul “Perpustakaan Hypertext Lingo: Sebuah Kamus Istilah Perpustakaan”.

Pada tahun 1997, lebih banyak link hypertext yang ditambahkan dan format yang disempurnakan sesuai dengan saran dari pengguna. Hingga akhirnya selama musim panas 1999, berkembang hingga ratusan istilah dan definisi yang ditambahkan, dan dibuat versi generik yang dihilangkan semua referensi untuk kondisi tertentu dan praktek di Perpustakaan Haas.

Pada musim gugur 1999, ODLIS diperluas menjadi 1.800 istilah dan masuk ke dalam hak cipta. Pada bulan Februari 2000, ODLIS telah diindeks di Yahoo bawah “Referensi – Kamus – Subjek.” Ini juga diindeks dalam database WorldCat, yang tersedia melalui OCLC FirstSearch.

Selama tahun 2000, kamus ini diperluas ke 2.600 tahun 2002 syarat dan tambahan 800 hal telah ditambahkan. Dari 2002 hingga 2004, kamus ini diperluas ke 4.200 syarat dan lintas-referensi yang ditambahkan, dalam persiapan untuk edisi cetak. Sejak tahun 2004, 600 tambahan istilah dan definisi telah ditambahkan.

Sekarang kamus ini bisa dilihat pada website ODLIS http://lu.com/odlis

Download Software Gratis e-DDC (Electronic Dewey Decimal Classification) Versi Bahasa Indonesia

DDC 22 Ilmu perpustakaanPustakawan mana sih yang nggak kenal DDC? Kali ini telah hadir Software DDC berbahasa Indonesia buatan pustakawan muda dari Jawa Timur bernama Rotmianto Muhammad. Tapi sayangya versi DDC ini belum berbasis DDC edisi 2 (masih DDC 21). Nantinya berdasarkan comment dari blog beliau ia akan segera mengupdate ke versi DDC edisi 22.  Berikut penjelasannya  tentang e-DDC yang saya copy paste langsung dari website mas Rotmianto Muhammad

Setelah berkontlemplasi sampai-sampai kurang tidur dan lupa makan selama lebih dari 3 bulan (hehehe…) Alhamdulillah, software e-DDC ini akhirnya dapat saya rampungkan. Pada intinya software ini adalah untuk membantu pustakawan atau petugas perpustakaan untuk menentukan nomor klasifikasi secara lebih mudah dari pada menggunakan sistem yang manual (memakai buku pedoman klasifikasi DDC yang versi aslinya tebalnya minta ampun itu). Pada mulanya saya akan menggunakan bahasa pemrograman PHP atau Java untuk membuatnya, tapi belakangan saya memilih HTML compiler dengan pertimbangan bahwa HTML compiler lebih ringan dan fleksibel digunakan bahkan di komputer sekelas Pentium II sekalipun.
Software ini – tentu saja free alias gratissss… Bisa Anda download di link ini yang tersedia di bagian akhir tulisan ini. Software ini mudah instlasainya. Cara instalasi dapat ditemukan pada file “BACA DULU!!!” dalam folder e-DDC hasil download. Tetapi apabila Anda ingin langsung menginstal, ya boleh-boleh saja. Asal tidak lupa memasukkan password instalasinya. By the way, apa passwordnya? Ya di file “BACA DULU!!!” itu tadi, hehehe… Setelah instalasi, juga terdapat cara untuk mengubah icon e-DDC agar tampilannya lebih menarik. Content/isi e-DDC meliputi semua nomor klasifikasi DDC mulai kelas 000 – 999 beserta tabel-tabel pembantu. Dari pada penasaran, lebih baik segera download dan dipraktekkan sendiri….hehehe…
Berikut ini adalah tampilan home e-DDC:


Fasilitas dalam e-DDC tersebut adalah searching yang mudah dan link-link yang disediakan untuk penelusuran lebih lanjut.
Klik link ini untuk mendownload:

(Keterangan: bagi yang lebih suka mendownload file .zip klik nomor 1, atau kalau suka file .rar silakan klik nomor 2. Isinya sama saja)
Apabila e-DDC sudah terinstal, akan tampak menu default sebagaimana ilustrasi di atas. Seperti pada umumnya halaman web (yang menggunakan format HTML, pen.), maka pada e-DDC akan banyak ditemui link-link/tautan yang menghubungkan antar halaman web dalam software e-DDC tersebut, dengan tujuan untuk memudahkan penggunaan. Cukup klik sana-sini menggunakan mouse, maka dapat menuju halaman mana yang sesuai dengan topik atau bahasan yang Anda inginkan.
Ilustrasi penggunaan menu search/Pencarian e-DDC adalah sebagai berikut:
Hasil pencarian akan muncul dalam hightlight warna biru. Ada kalanya akan muncul beberapa hightlight. cari saja yang paling sesuai dengan yang dibutuhkan. Asyik kan? Dari pada terus-terusan membuka-buka buku Sistem Klasifikasi DDC kalau lagi mengerjakan tugas klasifikasi, mending pakai e-DDC…


Sedangkan ini adalah menu Content yang memuat semua nomor klasifikasi DDC dari 000 – 999 beserta tabel-tabel yang dibutuhkan.


Menu Content e-DDC Insya Allah cukup lengkap. Namun kalau ada nomor yang terlewat, tolong kasih tahu saya melalui kolom komentar di bawah ini. Begitu pula kalau ada masukan atau saran-saran lainnya.

Silahkan di download, jika ada yang kurang bisa langsung diinformasikan kepada website mas Robianto Muhammad

apa itu daftar “Recent Programs” pada Start Menu?

Start Menu

Apaan sih recent programs? Recent programs itu tempat shorcut programs yang paling sering kita gunakan di komputer yang letaknya ada di tab start menu seperti di atas. Recent programs  umumnya ada di semua komputer dengan OS Windows XP dan generasi setelahnya. Recent programs tujuan utamanya adalah mempermudah kita untuk membuka programs yang biasa sering kita buka. Makanya kebutuhan kita memakai komputer bisa terlihat dari recent programs. Semakin tinggi tingkat pemakaian program maka icon program tersebut akan berada pada posisi puncak. Contohnya di gambar diatas terlihat saya sering membuka Microsoft Word diikut dengan Skype dan Tweetdeck. Jadi ketauan deh komputer yang kita pake itu buat apaan aja? 😀

Tapi, list programs yang ada dalam daftar recent programs bisa kita ubah dengan cara membuang list tersebut dengan cara klik kanan di icon programs pada recent programs, lalu pilih “Remove from this list”. Nantinya program tersebut akan terbuang dari daftar recent programs. Mungkin aja kita malu jika komputer komputer kita ada icon “Solitaire” bertengger pada posisi puncak bisa kita hapus dari daftar :D. Kelemahannya, kita tidak bisa menambahkan program yang kita inginkan ke dalam recent programs. Karena memang recent programs itu murni penempatannya dari seberapa sering kita membuka program-program tersebut.

Nah, kalau kita ingin menempatkan program yang kita inginkan ada di dalam start menu tanpa harus mengklik “All Programs” Caranya juga mudah. Diatas separator recent programs ada juga deretan programs yang bernama “Pinned Programs” Kalau pinned programs itu adalah programs yang memang sengaja di sematkan di depan start menu. Caranya gampang. Buka Start menu > All Programs > Pilih programs yang diinginkan dengan klik kanan > Lalu pilih “Pin to start menu”. Untuk membuang dari jajaran pinned programs tinggal klik kanan pada programs di pinned programs lalu pilih “Unpin from start menu”.

Masih di “Recent Programs”. Sekarang bagaimana mengatur setting recent programs pada star menu? Ada 2 pilihan opsi pada start menu. Pertama mengatur jumlah recent programs pada start menu. Langkahnya, Klik kanan pada taskbar windows > Pilih “Properties” > Pilih tab “Start Menu” > Pilih “Customize” > Dibagian bawah ada pilihan “Number of recent programs to display” kita atur saja jumlahnya sesuka kita. Kedua untuk mengecilkan icon caranya sama dengan yang sebelumnya. Namun pada di window “Customize Start Menu” kita cari pilihan “Use Large Icons” dan hapus tanda centang pada kolom tersebut. Dan lihatlah nantinya icon-icon yang ada di start menu kita akan mengecil.

Customize start menuGampang kan? saya sarankan untuk melakukan hal ini untuk mempercepat kita membuka programs-programs di komputer yang kita inginkan dibandingkan menaruhnya sebagai desktop icons, mengapa? Karena shortcut desktop icons bisa memperlambat kinerja komputer kita saat start up dan menggangu pemandangan. Oh iya, untuk windows 7 lebih canggih lo, selain dapat menampilkan recent programs ia juga bisa menampilkan bar recent files yang dibuka oleh recent program kita di start menu. Canggih kan? 😀

Mudik, penting nggak penting tetep harus!

Mudik Pulang KampungMudik, emang penting ya? Penting nggak penting tetep harus sebetulnya. Kecuali buat manusia-manusia kaya gua yang nggak punya kampung, mudik bisa gua lakukan tiap hari.

Kenapa sih mudik itu penting? Buat kita-kita yang nggak begitu paham tentang arti mudik bagi seseorang mungkin terlihat sepele, tapi menurut orang yang bekerja pada pengelolaan karyawan atau bahasa kerennya HRD (human resource department). Mudik itu penting banget karena bisa mempengaruhi moral kerja dari pekerja tersebut. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi manusia untuk bekerja adalah family needs. Di Indonesia umumnya puncak dari kepulangan pekerja ke rumahnya masing-masing pada saat Lebaran dan Tahun baru. Makanya jangan heran kalau banyak perusahaan yang meliburkan karyawannya begitu lama pada saat Idul Fitri. Kasihan juga kan kalau lebaran harus masuk kerja. Lalu bagaimana buat karyawan yang memang ditugasi saat hari raya seperti satpam dan pekerjaan jasa tak tertunda lainnya? Tentunya juga harus diberikan kesempatan mudik bagi mereka di lain hari setelah atau sebelum hari raya. Dengan konsekuensi waktu libur mereka tidak bisa bersamaan dengan waktu libur sekolah anak atau waktu bekerja istrinya. Namun umumnya diberikan bonus libur sebanyak 50% bagi mereka yang tetap bekerja di malan hari. Misalkan jatah libur seminggu, untuk pekerja yang bekerja dihari raya diberikan libur hari raya setelahnya sebanyak seminggu lebih 3 hari. Lumayan kan daripada lumanyun?

Hal ini yang sering terlupa dari manajemen kepegawaian. Sebagai calon-calon manajer perpustakaan tentunya hal ini harus diketahui oleh kita. Terutama berbicara tentang libur! Pasti mahasiswa yang paling senang. Hahaha

Nah, bagaimana dengan orang yang tidak punya keluarga? Apakah perlu diberi libur? Perlu dong, sekali dalam setahun kan manusia juga butuh istirahat dan rekreasi. Kecuali di beberapa perusahaan besar. Rekreasi biasa ditanggung oleh perusahaan sekali dalam setahun untuk memperbaharui semangat pekerja. Kehidupan manusia itu tidak seperti mesin, jadi perlu disegarkan kembali di suatu waktu ketika mencapai titik jenuh dan kurangnya produktivitas pekerja.

Nah sekarang, ada yang mau liburan? 😀