Category Archives: Mari Membaca

Rekam Jejak Fauzi Bowo dan Perpustakaan DKI Jakarta

PDS HB Jassin

Perpustakaan tidak bisa dipisahkan dari tata kota, apalagi sebuh kota besar yang menyandang Daerah Khusus Ibu Kota. Seharusnya Perpustakaan di Ibukota merupakan percontohan dari seluruh perpustakaan yang ada di Indonesia. Bukan ingin menjelek-jelekan salah satu kandidat cawagub, tapi saya ingin memutar kembali jejak rekam Perpustakaan di Indonesia selama masa gubernur 2007-2012. Continue reading

Menyusun Buku di Rak Buku pada Rumah Tangga

Menyusun Rak BukuSetiap rumah tangga umumnya memiliki koleksi buku dirumahnya, entah itu buku pegnetahuan, pelajaran, majalah dan koran. Gue sendiri juga punya rak buku dirumah yang isinya buku-buku yang pernah gua dapet dan beli. Kebayang kan bagaimana rak buku dirumah kalian sendiri itu seperti apa? Nah, gue disini mau bantu mengklasifikasi buku dengan cara simple buat menyusun buku dirumah masing-masing.

1. Menyusun buku berdasarkan jenis buku
Ini cara yang gue pake dirumah, berhubung dirumah gue banyak banget koleksi buku yang beragam. caranya dengan menaruh buku pada partisi di rak buku berdasarkan jenis ahan pustaka. Di rumah saya dibagi menjadi 6 jenis, yang pertama partisi komik, majalah, buku novel, buku pelajaran (sekolah), buku pengetahuan umum dan buku agama. Karena koleksinya nggak begitu banyak (kurang dari 250 buku) menyusunnya sesuai dengan ukuran atau volume. Untuk komik suda jelas penyusunannya dari volume 1 hingga seterusnya, namun untuk buku yang berbeda-beda bisa disusun dengan abjad di partisinya atau dengan ukuran tergantung kita lebih nyaman dengan cara yang mana.

2. Berdasarkan Subjek
Cara ini gue pakai buat naro buku di kost-an, koleksinya memang lebih dikit, namun karena di kost-an gue menyimpan buku kuliah dan kebanyakan bukunya semua tentang pelajaran maka gue mengklasifikasikan buku yang dipajang di rak berdua dengan buku saudara yang di jurusan lain. cara mengklasifikasikannya sederhana, hanya berdasarkan subjek mata kuliah, Jadi saya memberi tanda dan pemisah terhadapa buku-buku kuliah agar nggak bercampur dengan mata kuliah lainnya. Kalau kita mau lebih expert lagi kita bisa menklasifikasikan buku dengan buku manual dari Dewey Decimal Clasification tingkat 10 kelas pertama dan seterusnya atau ketentuan klasifikasi yang lainnya bahkan buatan kita sendiri berdasarkan kebutuhan kita. Cara ini cepat dan mudah terutama buat menangani lembaran-lembaran bahan kuliah yang tidak dibukukan.

3. Berdasarkan waktu pembelian buku
Ini biasanya dipakai oleh orang-orang yang suka membeli buku berseri atau majalah. Nyokap gue cenderung orang yang seperti ini. Di kamarnya buku itu disusun berdasarkan waktu pembelian. Semakin baru buku itu maka semakin ke kanan diletakannya pada rak. Tapi cara ini cukup efektif juga buat orang yang suka membeli buku baru setelah itu memusiumkannya> hanya saja dengan cara ini yang mengerti susunan buku itu hanya diri kita sendiri. Orang lain tidak bisa menelusur koleksi yang kita punya erdasarkan waktu pembelian. yang tahu hanya diri kita sendiri dan tuhan… hehehe. Tapi jangan kuatir, justru saya senang dengan orang yang menyusun buku seperti ini. Karena gue lebih tanggap untuk meminjam buku baru yang dibeli oleh orang.. hehehe

4. Berdasarkan Intensitas Pemakaian
Ini penting banget. Terutama bagi orang sibuk dan mahasiswa yang selalu membawabuku pedoman perkuliahannya. Biasanya dengan cara ini memudahkan kita untuk mengambil buku yang sering kita gunakan. tapi akan menjadi musibah ketika kita mencari koleksi yang jarang kita gunakan. kalau gue lagi males nyusun buku gue selalu pakai cara ini waktu SMA. Tapi bukan di rak, tapi di atas meja belajar. Jadi buku pelajaran yang sering gue pakeselalu gue taro di atas meja agar gampang mengambil dan menggunakannya tapi buku yang jarang dipakai seperti mata pelajran komputer, seni dan olahraga selalu gue tumpuk di barisan rak yang itupun lupa gua taronya dimana…. hahaha

Baru 4 cara aja yang bisa gua jelasin untuk menyusun buku di rak buku rmuah sendiri. Simple bukan? gak perlu pakai label atau katalog segala buat menyusunnya soalnya memang koleksi kita nggak sebanyak perpustakaan (jelaslah!). Oh iya jangan lupa juga untuk broken order karena buku yang ukurannya berbeda. ini bisa kita simpan di tempa khusus untuk buku broken order. kalau bisa selalu sediakan tempat yang cukup besar untuk koleksi buku yang ukurannya tidak biasa. Karena kita nggak tau kan bisa aja ada yang terlampau besar.

Setelah menyusun jangan lupa dibaca ya bukunya!

Mencari Inspirasi

Disela-sela kesibukan minggu yang cukup padat ini gua mendapatkan sebuah inspirasi untuk menulis tentang “mencari inspirasi”. Tulisan ini terinspirasi dari seorang teman yang bercerita kenapa dia males ngeblog atau menulis salah satunya karena dia susah banget menemukan inspirasi untuk menulis apa yang harus dia tulis? Gue sendiri bukan penulis handal apalagi ternama (pengennya). Tapi karena keinginan tinggi dan motivasi untuk berbagi apa yang gua tau dan apa yang ingin gua sampaikan rasanya tangan ini gatal ingin sekali menulis setiap saat ketika inspirasi muncul.

Saya bukan pencari inspirasi, tetapi inspirasi menurut gue itu lahir dar hal-hal kecil yang biasa gua temui di kehidupan saya. Nah, disini saya ingin mencoba berbagi kapan saja dimana saya mendapat inspirasi untuk bekerja, berpikir dan menulis :

1. Saat di perjalanan
Dari sejak kecil hidup saya banyak dihabiskan di perjalanan. Saat di bis, mobil atau motor saya sering kali melihat sekitar, tidak terlalu fokus pada jalanan. Disaat itu banyak banget kita bisa menemukan inspirasi-inspirasi yang tiba-tiba muncul di tengah jalan. Ini sering banget loh! tapi sayangnya ketika di perjalanan inspirasi yang didapat tadi suka kelupaan buat diimplementasikan ketika sampai di rumah.

2. Internet
Kalau di-internet banyak banget sumber inspirasi yang bisa kita temuin dan udah terlalu umum. Tapi ingat jangan inspirasi kita cenderung plagiat dari informasi yang ada di internet.Kalau saya biasanya mendapat banyak inspirasi di forum-forum, blog dan website seperti http://www.odee.com dan browsing youtube

3.  Seminar
Seminar atau pelatihan pasti akan membawa kita kepada suatu pemikiran baru. Saya sendiri memulai blog ini gara-gara mengikuti pelatihan soft skill training BEM FIB tentang penulisan. Memang ternyata kalau inspirasi itu nggak kita implementasikan minimal dalam bentuk tulisan rasanya hampir tidak ada gunannya. Makanya itu rajin-rajinlah ikut ke seminar. Tidak perlu seminar yang kita suka saja, termasuk seminar yang aneh-aneh juga seringkali memberikan inspirasi. siapa tahu kita beruntung bisa mendapat inspirasi baru, terutama yang gratis dan dapat snack… hehehe

4.  Bilik Termenung
Tau nggak apa itu bilik termenung? kata ini berasal dari kata malaysia yang artinya kamar mandi! :D. Emang bener sih kalau gue lagi di WC duduk atau jongkok pasti termenung dan menghasilkan suatu ide. Fisikawan agung Archimedes juga menemukan teorinya di saat ia sedang berendam termenung di kamar mandi… hahaha

5. Buku!
Well, this is the most important thing to get some inspiration! saya nggak begitu sering mendapatkan inspirasi dari buku Tapi inspirasi dari buku selalu menghadirkan inspirasi yang benar-benar luar biasa. Apalagi jika buku yang dibaca adalah buku yang sangat berbobot akan sangat positif dampaknya kepada perilaku dan tindakan kita. Karena sebab itu saya lebih senang membaca buku yang berisi tentang menagement diri dan motivasi dibanding novel.

6. TV
Kalau di postingan sebelumnya saya berkata bahwa TV adalah mind control yang luar biasa berbahanya bagi kita. Di sisi positifnya saya sendiri sering mendapat banyak inspirasi darinya. terutama dari iklan! ya Iklan! saya suka sekali melihat iklan-iklan yang lucu, keren dan kreatif. Apalagi ketika diminta membuat yel-yel saat ikut outbond pasti yang menjadi inspirasi pertama ialah iklan-iklan di TV. Tori Tori Tori!!!!! hahaha….

7. Mengobrol
Kalau ketemu temen yang sejawat pasti kita bisa betah ngbrol ngalor ngidul seharian ketawa ketiwi nggak jelas. tapi kalau kita mengobrol dengan manusia lain yang tidak umum pasti bisa menjadi inspirasi buat kita. Contoh nih ya, hari ini (24/Juni/2010) waktu nganterin mama ke Blok A mencari kelapa muda saya mengobrol sama ibu-ibu penjual kelapa. Hebatnya walaupun ia hanya menjual kelapa seharga Rp 4.000 per buahnya di pasar yang kotor, anaknya bisa sekolah tinggi hingga S2. Pada saat SMA ia bercerita anaknya selalu ranking 1. Wah, siapa sangka seorang ibu penjual kelapa bisa mempunya anak yang sangat membanggakan? Hal ini tentunya menjadi salah satu sumber inspirasi buat saya. Di waktu yang terduga karena beramah tamah ddengan orang yang tidak umum bisa mendatangkan inspirasi yang sangat luar biasa dalam hidup kita.

Sebetulnya masih banyak lagi yang bisa dijadikan sumber inspirasi buat kita. Kalau orang bilang jika ia sedang mumet dan butuh ketenangan untuk mencari inspirasi, justru sebaiknya menurut saya bergeraklah! pergi ke tempat ramai, cari teman baru, kegiatan baru dan baca buku-buku baru yang aneh-aneh. Disitu kita bisa mendapat inspirasi-inspirasi yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Tidak usah berfikir kita harus menjadi inspirasi untuk orang lain, tapi carilah inspirasi dari orang lain untuk membangun diri kita lebih menginspirasi dari orang yang menginspirasi anda!

Terimakasih buat seorang teman yang telah memberi saya inspirasi untuk menulis tentang mencari inspirasi… ahaha

Cara Merawat Buku

Merawat buku bukanlah hal yang sulit, namun seringkali orang malas  atau tidak tahu cara merawatnya, padahal buku yang dibelinya itu tidak murah loh. Nah, gimana sih cara merawat buku yang kita punya? Ini ada beberapa tips buat kalian yang ingin merawat buku

1. Disampul
Menyampul buku itu nggak sulit, cuman sedikit makan waktu kita. Tapi dengan menyampul buku, buku kita jadi terlihat bersih walaupun sudah lama. sebelum menyampul buku carilah plastik yang agak tebal dan tidak lengket untuk sampul buku kamu, Usahakan pakai plastik bening agar cover bukunya terlihat. Yang perlu diperhatikan adalah pada saat menyampul buku jangan terlalu ketat, karena nanti bisa membuat bagian cover buku terlipat jika sering dibuka. Nanti ketika sampul tersebut sudah sedikit rusak, kalian bisa ganti dengan sampul baru.

2. Jangan Dilipat
Melipat buku bisa merusak kertas, Gunakan pembatas buku jika kamu ingin menandai buku. Pembatas buku tidak harus dengan sesuatu yang mahal dan cantik. Kita bisa gunakan selembar daun, uang atau kartu nama untuk membatasi buku kita. Yang paling fatal jika kita menandai buku dengan benda tebal seperti pulpen atau lainnya karena bisa merusak Jilid.

3. Disusun berdiri, bukan ditumpuk
Simpan buku dengan cara disusun berdiri, jangan pernah dengan cara menumpuk karena bisa merusak jilid buku dan covernya, Gunakan pembatas rak agar buku yang kita susun berdiri tegak. Susunlah buku berdasarkan klasifikasinya agar nanti mudah untuk dicari. Pengecualian untuk booklet boleh disimpan dengan cara ditumpuk

4. Dibersihkan
Buku kalau kelamaan disimpan dan dipajang pasti berdebu kan? biar nggak berdebu ya harus dibersihkan. Membersihkan buku gampang kok, Bisa dengan kemoceng, lap, lap basah juga boleh untuk buku yang bercover plastik (umumnya hardcover).

5. Jangan ditekuk & dilipat
Ini kesalaha yang sering terjadi, umumnya ketika orang membaca buku jari telunjuk suka membentuk lekukan pada buku. ini menyebabkan buku menjadi cacat karena tekukan tersebut. Orang suka nggak sadar loh kalau baca buku suka menekuk bukunya apalagi melipat! wah haram itu hukumnya.

6. Jangan dicorat-coret
Untuk buku cetakan usahakan untuk tidak dicorat coret entah itu pakai pulpen ataupun pensil, karena dengan pensil pun ketika dihapus kertas menjadi lebih tipis. Gunakan sticky notes seperti post it atau merek lainnya (lebih mahala lebih baik) Karena ketika catatan tersebut dilepas, perekat pada catatan kertas tersebut nggak meninggalkan sisa di buku kita.

7. Diberi Kapur Barus (kamper)
Bahan baku kertas berasal dari kayu yang dijadikan bubur kemudian dicetak menjadi lembaran-lembaran tipis, karena itu bisa mengundang rayap menggerogoti buku-buku kita. Umumnya buku-buku baru tidak dirayapi karena beberapa sudah diberi zat-zat kimia untuk bahan baku daur ulang kertas. Juga material plastik dalam pembuatan kertas licin. Namun untuk buku-buku yang masih menggunakan kertas asli umumnya masih bisa dirusak rayap. Maka dari itu rak buku boleh ditaburi kapus barus yang dihancurkan atau bubuk cengkeh agar buku kita terjaga dari rayap.

Buku memang harus dirawat, tapi bukan berarti saking kita merawatnya jadi jarang kita baca. Salah itu! gunakan buku untuk diambil ilmunya, dipahami dan disebarkan. Jangan pelit-pelit sama yang namanya minjemin buku, karena memang nggak semua orang bisa beli atau sempat meminjam ke perpustakaan bukan? Jika kita memiliki banyak koleksi buku yang sudah tidak dibaca lagi dan tidak ada anggota keluarga yang membutuhlkan lebih baik disumbangkan saja ke perpustakaan. Ilmu yang bermanfaat akan menjadi amal jariah loh!

Rawat bukumu, sebarkan ilmunya!

Alamanak, Apaan tuh?

Almanak Dunia 2009

Almanak Dunia 2009

Pernah denger apa itu almanak? Gua sendiri pertama kali tahu kata almanak itu saat menonton film Back to The Future 3 ketika Biff Tanen mencuri almanak olahraga dari masa depan dan membawanya kembali ke masa lampau. Celakanya ketika Dr. Emmet Brown dan Marty Mcfly kembalike masanya ternyata kehidupan sudah berubah. Almanak tersebut merubah kehidupan Biff Tanen menjadi seorang milyarder karena ia selalu memenangi judi olehraga dengan tuntunan almanak yang ia curi.

Nah, kenapa ia bisa merubah masa depannya dengan mencuri almanac? Karena dengan almanac dari masa depan ia bisa memenangkan judi sepakbola dari catatan almanak masa depan. Karena almanak itu adalah sebuah publikasi yang diterbitkan tahuanan yang memuat informasi spesifik. Misalkan almanak liga inggris tahun 2003 yang isinya adalah informasi tentang catatan event yang terjadi sepanjang tahunyang berkaitan dengan liga inggris. Alamanak ini bisa diatur menurut alphabet, kalender dan lain-lain.

Alamanak dipopulerkan oleh Roger Bacon pada tahun 1267, Namun masih tidak jelas apakah dia yang menemukannya karena Roger Bacon tidak bisa berbahasa arab namun bisa mengemukakan kata al-manakh yang memiliki arti pendokumentasian dalam bahasa arab.

Almanak pertama kali digunakan oleh bangsa Babilonia yang mengenai astronomi periode planet untuk memprediksi fenomena bulan Pendahulu untuk almanak itu adalah kalender astronomi dan meteorologi Helenistik, parapegma di dalam sebuah batu yang bertuliskan, hari dan bulan ditunjukkan oleh pasak bergerak dimasukkan ke dalam lubang.

Kini almanak masih diterbitkan dalam bentuk cetakan buku ataupun kalender. Di Indonesia saya kurang begitu tahu apakah masih ada almanak tahunan di negeri ini? nanti saya cari tahu lebih lanjut.

Almanak Indonesia tahun 1952

Almanak Indonesia tahun 1952

Almanak penting banget dibuat untuk meneliti sejarah dan mengingat kejadian-kejadian di masa lampau. Kita sendiri juga bisa membuat almanak kehidupan kita dalam bentuk diary yang berkalender atau yang lainnya. Kita bisa menemukan di perusahaan-perusahaan besar yang memiliki almanak sendiri namun tidak untuk dipublikasikan. Tertarik? silahkan lihat koleksia almanak di Perpustakaan Nasional RI agar kita tidak lupa dengan sejarah

Ini Bukan Perpustakaan Loh!

Rumah Pintar diresmikan oleh Presiden SBY

Rumah Pintar diresmikan oleh Presiden SBY

Kayaknya nama “Perpustakaan” kurang keren kalo didengar. Mungkin bisa jadi? Sebab itu akhir-akhir ini banyak sekali orang-orang yang mendirikan perpustakaan dengan nama lain? Misalkan di jogja ada taman pintar, sebuah tempat rekreasi pendidikan yang memiliki banyak koleksi buku, audiovisual, peraga fisika ringan dan wahana bimbingan belajar. Mereka nggak mau disebut sebagai perpustakaan karena menurutnya ia berbeda dengan perpustakaan. Juga mobil Pintar, Rumah Baca dan yang lainnya.

Tahun lalu ketika masa-masa kampanye PilPres 2009, Ibu Ani Yudhoyono sedang getol-getolnya menggalakan sesuatu yang berbau pintar. Rumah Pintar, Taman Pintar dan Mobil Pintar. waktu peresmian Ibu Ani menyatakan dengan bangga “Mobil Pintar serupa tapi tak sama dengan perpustakaan keliling, lalu apa yang berbeda dengan perpustakaan keliling, isinya bebeda dengan perpustakaan keliling yang sampai saat ini hanya berisi buku saja sementara mobil pintar isinya beragam, ada buku, komputer, televisi, dan permainan anak.”  Lalu apa bedanya dengan perpustakaan. Pantas aja perpustakaan Indonesia nggak maju-maju, wong pejabat negara masih berpresepsi perpustakaan sebagai gudang buku.

Dari sudut pandang diatas sudah jelas bahwa mereka tidak mengerti apa itu perpustakaan. Begitupula di kampus saya sendiri ada program yang bernama “Rumah Baca Sahabat Nusantara K2N” Nahlo? Jenis makhluk apa lagi ini? Kenapa nggak disebut saja sebagai “Perpustakaan Sahabat Nusantara K2N”? Katanya karena koleksinya ngak bisa dipinjam ke rumah makanya disebut sebagai rumah baca. Bukankah ada juga perpustakaan yang hanya menyediakan koleksi untuk dibaca tanpa dipinjam? Jawab saya “Banyak!”

Tapi karena kurangnya edukasi tentang perpustakaan di masyarakat menjadikan ragam bentuk lain dari perpustakaan disebut dengan nama lain. Mungkin saja ketika Ibu Ani ke Singapore ia akan kaget melihat perpustakaan disana. bayangkan saja, bukan hanya Komputer dan Televisi yang dimiliki oleh mereka, tapi juga ada ruang theatre besar, ruang senam, auditorium, bahkan di Alexandria ada planetarium di dalam perpustakaan. Lalu ketika melihat perpustakaan dengan format berbeda nantinya akan disebut dengan rumah baca, taman baca, dan lainnya…. Padahal banyak sekali di luar sana Perpustakaan yang menggunakan format berbeda seperti Perpustakaan berbayar, Perpustakaan arsip dll… Semoga saja nantinya Perpustakaan Indonesia akan maju terus  dan berkembang pesat dengan nama yang sama “Perpustakaan!”.

Semoga nggak ada lagi kata deskripsi “Ini Bukan Perpustakaan loh!” pada sebuah perpustakaan VIVA LIBRARIAN!

Membentuk Karakter

Perhatikan pikiran anda, karena pikiran anda menjadi kata-kata anda.

Perhatikan kata-kata anda, karena kata-kata menjadi tindakan anda.

Perhatikan tindakan anda, karena tindakan anda menjadi kebiasaan anda.

Perhatikan kebiasaan anda, karena kebiasaan anda menjadi karakter anda.


Saya teringat kata-kata tersebut ketika seorang teman bertanya bagaimana cara membentuk karakter diri yang baik?. Jawabannya simpel saja “Berfikir positif!”

Pikiran positif yang terdapat pada kepala seseorang selalu berdampak sistemik terhadap segala kehidupannya. Ya, seperti yang kata-kata diatas. Karakter seseorang dibentuk dari pemikirannya. Seorang Bill Gates selalu mendefinisikan dirinya sebagai orang yang selalu berpikir positif. Kalau bisa berpikir postif kenapa harus berpikir negatif?

Bentuklah karakter anda dimulai dengan pemikiran anda. Pemikiran positif selalu mendatangkan harapan dan kebahagiaan. Sedangkan pemikiran negatif membawa kita kepada keputus asaan dan kegagalan.

Datangkan pikiran positif dengan menebar senyum kepada orang disekelilingmu. Bacalah buku untuk memperkaya diri dengan motivasi dan pengetahuan!

Peta berfikir positif

Peta berfikir positif