Monthly Archives: July 2010

Download Buku Budaya PSA MABIM FIB UI 2010

DISCLAIMER : MOHON MAAF SEDANG ADA GANGGUAN PADA SAAT UPLOAD DENGAN INDOWEBSTER, SEMENTARA GUNAKAN MIROR DARI MEDIAFIRE

PSA MABIM FIB UI 2010 LOGO

Buku Budaya PSA MABIM FIB UI 2010 telah lahir (Kalau kata anak perpus udah terbit :D). Buku budaya yang biasa disebut buku elektrik bisa di download dari blog resmi PSA MABIM FIB UI 2010 atau dari blog saya dengan link yang sama. Buku Budaya adalah buku panduan PSAMABIM FIB UI 2010. Buku ini berisi semua tugas, atribut, dsb untuk acara PSAMABIM FIB UI. Jadi kamu harus punya buku budaya ini. Di blog ini tersedia 2 pilihan file buku budaya yang saya tawarkan. Pilihan pertama dengan versi pdf dan versi rar (compress). Isinya sama, tidak ada bedanya. Hanya saja versi rar di upload dengan indowebster (Hosting lokal lebih cepat dong pastinya) dan file yang ukurannya lebih kecil, tapi harus di extract dulu menggunakan program Winrar atau Winzip. Versi rar saya buat dan saya upload sendiri khusus buat kalian maba FIB UI 2010.

Untuk mendownload silahkan klik “Klik Disini”

Download versi pdf (via mediafire)
Size 3.5 Megabyte

Klik disini untuk mendownload

Download versi rar (via mediafire)
size 2 Megabyte

Klik disini untuk mendownload

*karena sedang ada masalah dengan indowebster, maka sementara saya upload dengan mediafire

setelah mendownload versi rar, file harus di extract menggunakan winrar baru keluar file pdfnya (Masa sih komputer kalian tidak ada proram Winrar atau Winzip?)

Buat yang punya koneksi internet kurang bagus disarankan download Buku Budaya PSA MABIM FIB UI 2010 melalui link indowebster karena ukuran filenya lebih kecil. Untuk yang tidak punya koneksi internet bisa mengambil langsung buku budaya dalam bentuk file (Menggunakan flashdisk tentunya) atau yang berwujud buku untuk yang tidak memiliki komputer di ruang 9202 Gedung IX FIB UI Lantai 2.

Selamat mengikuti PSA MABIM FIB UI 2010 calon pejuang budaya FIB UI!

catatan : terdapat perbedaan ukuran dengan versi lama, versi terdahulu untuk file pdf berukuran lebih kecil 0.2mb dan versi rar lebih kecil 0.1mb

Advertisements

Prospek Kerja Lulusan S1 Ilmu Perpustakaan

prospek kerja

udah hampir seminggu lebih lupa nggak ngisi blog ini gara-gara sibuk ngurusin aliran sesat yang berkembang di alumni sekolah gua (sok-sok-an banget sih :D), kangen rasanya pengen nulis lagi.

Kemarin hari Jum’at ada mahasiswa baru yang nyapa saya lewat pop-chat facebook. Dia nanya “apa sih prospek lulusan ilmu perpus?” sambil promosi gua bilang aja “coba buka ilmuperpus.wordpress.com”. hahaha…. Berhubung gua udah janji kalau buka blog ini dia akan menemukan jawabannya makanya gua tulis prospek kerja lulusan ilmu perpus.

Curhat dikit ya, sebetulnya dulu gua juga meremehkan jurusan ini waktu gua SMA gara-gara suka bercanda sama temen sebangku gua. Tapi ternyata waktu bedah kampus Universitas Indonesia gua cukup tertarik sama nih jurusan. Gua dulu pengennya masuk ke jurusan yang berhubungan dengan komputer. Entah itu Ilmu Komputer, Sistem Informasi dan lain lain. Berhubung gua waktu SMA emang nggak banyak belajar perihal sibuk ngurusin hal-hal yang nggak ada hubungannya sama akademik. Maka pilihan untuk jurusan yang pasing gradenya nggak tinggi tapi nggak malu-maluin amat ya cuma ilmu perpustakaan. FYI waktu gua masuk ilmu perpustakaan itu di peringkat ke 20 untuk rumpun IPS di UI dari 30 jurusan.Cuma yaitu terpaksa harus belajar IPS karena waktu SMA jurusan saya IPA.

Mata kuliah di jurusan ini juga nggak monoton tentang perpustakaan aja. Yang menarik karena ada komputer-komputernya kita akan belajar tentang Database, Teknologi media grafis, Jaringan Informasi Digital, Manajemen Digital Library dan lain lain. Ya kalau kita nggak jadi pustakawan paling kita bisa jadi orang yang cukup berkompeten sama yang berbau komputer. Gue juga suka sama manajemen. disini juga ada mata kuliah yang mirip-mirip sama manajemen seperti mata kuliah yang udah pernah diikuti sebelumnya yang berjudul “Administrasi Lembaga Informasi” mata kuliah itu kental bagnet nuansa manajemennya. Kita belajar mulai dari memahami karyawan, ruang kerja yang efektif hingga tentang pengelolaan sebuah lembaga dengan teori-teori dari barat dan asia. Mata kuliah selanjutnya yang belum pernah gua telen yang berbau manajemen diataranya ada Manajemen Perpustakaan Pendidikan, Manajemen Perpustakaan Komunitas dan Manajemen Gedung dan Peralatan Lembaga Informasi. Jadi kueliah di perpustakaan nggak melulu tentang buku. Belum lagi seiring jalannya perkembangan teknologi yang semakin berkembang, mata kuliah yang berbau teknologi biasanya ditambah terus tiap tahunnya. Belum lagi kita dapat mata kuliah bahasa inggris sampai bahasa inggris professional. Makin asik tuh kayaknya.

Dari mata kuliah yang udah disebutin tadi pasti akan mengarahke prospek kerja kita nantinya. Dari mata kuliah yang berbau komputer dan database tentunya nanti kita bisa menjadi orang yang cukup mumpuni menjadi pengelola database atau databse maker. Sekarang perusahaan besar mana yang tidak butuh seorang ahli database. Bahkan seorang pencipta database saja tidak cukup karena di mata kuliah lainnya kita belajar tentang manajemen koleksi yang akan berhubungan dengan kemudahan temu balik dokumen dalam deskripsi. Ini yang membuat kita mempunyai nilai plus dari sarjana ilmu komputer. Jadi mata kuliah dasar-dasra organisasi informasi (DOI) dan kosa kata indeks itu gunanya banyak sekali dalam mempersempit pencarian database. Selain itu kita bisa menjadi website designer hingga manajer, secara kita belajar manajemen juga kan? 😛

Soal menyoal pustakawan yang konon katanya banyak dicari emang bener. Apalagi jika perusahaan sudah go public mereka harus mempunyai tatanan dokumen yang lengkap dan rapi untuk temu kembali juga dalam masalah kearsipan. Bayangkan jika sebuah dokumen saham salah letak, berabe deh. Ada juga yang bekerja sebagai penata dokumentasi, pencari informasi (ahli informasi), arsiparis, ahli manajemen digital, dan kalau kita berprestasi biasanya kita disekolahin lagi untuk S-2 Ilmu Perpustakaan.

Makanya lulusan ilmu perpus nggak melulu di perpustakaan tetapi hampir seluruh lembaga pemerintah dan swasta, kedubes-kedubes asing. Di samping itu, masih sangat banyak perpustakaan yang jumlahnya ribuan, baik perpustakaan perguruan tinggi, maupun sekolah-sekolah, perpusakaan umum maupun khusus, yang belum mempunyai karyawan berpendidikan formal tingkat sarjana dalam bidang perpustakaan dan informasi.

Itu mungkin prospek seorang sarjana perpustakaan yang bisa gua jelasin untuk sementara. Memang nggak sedikit seorang sarjana perpustakaan yang berpindah haluan dari menjadi seorang pustakawan. Tapi di luar negeri semua orang berbondong-bondong menjadi pustakawan dan dianggap hebar. Karena pustakawan itu adalah pekerjaan yang lebih mulia dari dokter dan guru. Jika seorang dokter mengobati orang sakit. Kita lah yang menyediakan mereka informasi bagaimana menyembuhkan orang sakit. Jika guru mengajari muridnya. Kitalah yang menjadi penjaga sumber ilmu guru tersebut. Dan enaknya lagi selagi kita bekerja kita bisa sambil belajar karena ilmu dari konten isi perpustakaan beragam dan bermacam-macam. Makanya tidak ada ruginya menjadi pustakawan.

Kalau kalian masih ragu dengan jurusan ini, carilah fresh graduate ilmu perpustakaan UI yang nganggur dalam waktu lebih dari setahun. Jarang banget loh! kecuali emang IPKnya benar-benar begitu deh… hehehe

Pustakawan PNS Dapat Tunjangan Kelangkaan Profesi Loh!!

Librarian

Seperti biasa, sebagai calon sarjana pustakawan pasti paling asik kalau bwosing-browsing informasi di internet mengenai Perpustakaan. Kali ini saya menemukan sebuah info yang cukup menarik untuk dibaca dari website Dunia Perpustakaan tentang tunjangan kelangkaan profesi pada sarjanan pustakawan yang bekerja di daerah.

Secara kasar kondisi tenaga perpustakaan di daerah sesuai dengan artikel yang sebelumnya bisa diambil benang merah bahwa perpustakaan daerah sangat kekurangan tenaga ahli perpustakaan. Maka pekerja di perpustakaan daerah yang tergolong pegawai negeri sipil (PNS) umumnya adalah PNS yang tidak memiliki latar belakang perpustakaan dan ditempatkan di perpustakaan dengan 6 kemungkinan. yaitu :

  1. Pegawai yang bermasalah
  2. Pegawai yang tidak berprestasi
  3. Pegawai buangan ( gabungan dari nomor 1 dan 2)
  4. Pegawai yang mengalami sakit berat.
  5. Tempat persinggahan sementara bagi calon pejabat struktural yang akan menaiki singgasana ke eselon yang lebih tinggi.
  6. Pejabat struktural yang akan memasuki masa pensiun

Makanya itu perpustakaan daerah nggak maju-maju karena yang memegang peranan vital perpustakaan bukan orang yang ahli dalam bidangnya udah gitu buangan lagi :D. Naas dah! Tapi katanya fenomena ini sudah biasa dalam struktur kepegawaian pemerintahan. Parahnya lagi pegawai yang bermasalah yang umumnya karena masalah korupsi sengaja ditempatkan di perpustakaan karena perpustakaan adalah zona kering dar lembaga pemerintahan. Oh my God! Udah kering dikorupsi mau jadi apa coba?

Posisi pustakawan ini kurang diminati oleh kebanyakan PNS karena yang pertama Perpustakaan masuk ke dalam zona kering, sehingga konsep tentang pearadigma penghasilan di luar ketentuan perundangan (non budgeter / kebohongan manajemen anggaran) yang akan didapatkan dari institusi tersebut hampir tidak ada. Kedua, image pustakawan adalah PNS yang masuk ke 6 daerah diatas. Intinya kalo lo jadi pustawakan PNS lo adalah PNS-PNS yang punya image jelek :D. Yang terakhir alasan klasik Pustakawan  masih dianggap sebagai profesi tukang jaga buku. Enak aja masa kita disamain sama tukang jaga parkir atau sendal. Melihat kondisi-kondisi di atas jelas saja kalau image dan kondisi perpustakaan di daerah jelek. Sesuai sama yang dikatakan sama dosen saya waktu mengajar Administrasi Lembaga Informasi.

Nah, di dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 16 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, pasal 39 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 dicantumkan pada ayat ke-6 berbunyi “Tambahan penghasilan berdasarkan kelangkaan profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberikan kepada pegawai negeri sipil yang dalam mengemban tugas memiliki keterampilan khusus dan langka.” Pustakawan banget nggak sih? Secara kita punya keterampilan khusus dan langka… hehehe

Jadi buat pemuda-pemuda daerah yang menempuh studi ilmu perpustakaan siap-siap aja melamar jadi PNS agar meregenerasi perpustakaan daerah dan menghapus image buruk pustakawan dan perpustakaan. Buat pemuda Sarjana perpustakaan yang tinggal di daerah sepertinya hal profesi PNS ini cukup menggiurkan. Selain hidup kita akan dijamin oleh negara, kita juga dapet tambahan uang saku. Asik bukan?

note : soal menyoal berapa jumlah tunjangannya jangan tanya saya ya 😀

Permainan Tradisional : Gigit Koin!!!

Permainan Tradisional Gigit Koin

Permainan Tradisional Gigit Koin

Masih inget sama permainan yang satu ini? Kalo gue pasti akan selalu inget! Karena ini salah satu permainan terseru buat Outbond, dan kebetulan pada saat team building panitia PSA MABIM FIB UI 2010 BPH memasukan permainan tradisional Gigit Koin ke dalam salah satu konten acaranya.

Pertama gue rada kasihan juga sama mereka yang ikutan games gigit koin ini. Makanya di permainan kali ini yang dimana biasanya menggunakan oli untuk melumuri buah, kali ini gua memakaikan kecap dan arang hitam. Siapa tau rasanya jadi kaya bumbu somay kan? hahaha

Buah + Koin (Gigit Koin)

Nasib si buah setelah dikoyak oleh panitia yang ganas-ganas

Well, ketika acara berlangsung dan ternyata gue kebagian dapet jaga pos permainan tradisional Gigit Koin ini bersama AA Fian Sulyana ternyata mendapat sambutan yang sangat, sangat dan sangat apa ya? Pokoknya mereka langsung “euh” kaya belum ikhlas untuk bermain permainan yang sepertinya menjijikan ini. Padahal permainan ini menyehatkan, ada pepaya, ada kecap penuh vitamin dan kaya serat :D. Nah, pas permainan dimulai ternyata SERUU!!! Tanpa babibu mereka langsung menempelkan bibir mereka ke pepaya penuh kecap. Gigi-gigi yang bertabrakan berubah menjadi hitam karena arang, dan mereka pun berusaha menggigigt koin-koin dengan penuh semangat. Baik pria maupun wanita yang pertama geli-gelian main gigit koin ternyata beringas dan cadas! siapa sangka cewek-cewek berjilbab dan yang kelihatannya kalem dan ramah-ramah bisa menggganas saat bermain gigit koin ini. Sebuah tim perempuan bisa mendapatkan 20 koin dalam waktu kurang dari 15 menit, siapa sangka air tenang tidak berbuaya? Luar Biasa!! 😀

Biar tambah seru lagi, atas saran dari saudara Fize Firmansyah. Team yang kalah mukanya ditaburin Blao Cuci dicampur arang agar muka mereka cemang cemong… Tapi walaupun muke ude kaga karuan, kalau difoto tetep aje mesti begaye! 😀

Team Building panitia PSA MABIM FIB UI 2010

Biar cemong yang penting have fun!

Hasil dari permainan gigit koin

Lihat mulutnya!! 😀

Hasil dari permainan Gigit Koin!

mantap dah hasil dari gigit koin! 😀

Rasanya bagaimana? katanya sih rasanya rasa kecap dicampur koin :D. tau deh kaya gimana :D. Maaf ya buat temen-temen yang udah dikerjain sama BPH. By the way saya cuma menjaga dan menyiapkan saja loh. Soal ide bukan saya tentunya :D. Oh iya, yasng terakhir karena team terakhir ternyata masih ada dan ketinggalan, rugi deh kalian nggak ikutan games yang satu ini! Seru loh!!!

Kalau kalian mau bikin games ini sendiri juga bisa kok. Bahan-bahan yang diperlukan : Buah Pepaya atau Semangka, Koin (minimal satu buah 30 koin, usahakan koin yang bernilai diatas 200 Rupiah agar ukuran tidak kekecilan), Kecap atau Oli, Arang hitam atau kopi, Tali rapia.

Cara buatnya : 1. Lubangi buah dan berika tali agar bisa menggantung. 2. Lumuri buah dengan kecap atau oli, lalu taburi bubuk arang hitam pekat, lalu taro koin sesuka anda. FYI koin yang dipasang tegak akan lebih susah diambil

Klasifikasi Folder Dalam Hardisk Komputer

klasifikasi folderBukan cuma koleksi Perpustakaan saja yang butuh dikasifikasikan, Folder di dalam Komputer juga perlu agar mencari file tidak menyulitkan. Terkadang apa yang kita cari dengan fitur search yang ada di komputer juga belum menjawab kebutuhan kita dalam mencari file. Jadi agar file tidak berantakan di dalam komputer sebaiknya di klasifikasikan dong foldernya, Betul? <–(ala Aa Gym)

Sebelum memulai mengklasifikasi Folder dalam komputer sebaiknya Hardisk di partisi dulu. Kenapa? Agar ketika nanti komputer ingin di Install ulang, data yang ada di Hardisk hanya partisi C: saja yang dibabat habis. Mempartisi HDD bisa dengan software Symantec Partition Magic disini, berita baiknya bagi pengguna Windows 7 bisa langsung mempartisi HDD tanpa software khusus, Caranya cukup ketik “partition” pada search bar di menu start dan pilih “create and format hardisk partition”.

Seminimalnya berikan minimal 20 Giga space buat C:, sisanya terserah anda. Kalau saya dengan ukuran HDD 250 Giga saya membagi 100 Giga untuk D: (data) dan 100 Giga untuk E: (entertainment), sisanya ada sekitar 35 Giga untuk drive C: (System) dan usahakan untuk menginstall program-program besar di partisi lain selain C: (kalau saya di taruh di partisi D: dengan folder programs>program files). Usahakan tidak membuat partisi lebih dari 3, karena akan mengurangi umur HDD.

Setelah itu pindahkan Folder My Documents beserta objects bank data My Documents ke drive selain C: agar drive C tidak Penuh. Setelah dipindah, baru kita mulai klasifikasi (Khusus untuk file word). Ada 2 pilihan untuk pengklasifikasian dokumen.

1. Mengklasifikasi berdasarkan jenis file
Jenis pengklasifikasian ini memudahkan untuk kita mencari file berdasarkan jenisnya. Buatlah folder di my documents dengan nama aplikasi seperti contoh; word, power point, excel, photoshop. Jenis ini adalah jenis yang sedang saya gunakan di komputter rumah. Kelemahannya ketika file semakin banyak, kita semakin bingung melihatnya, namun bisa kita akali dengan mengubah sort (urutan) berdasarkan modified (data terakhir di modifikasi). Namun agak sulit untuk mencari judul file yang kita lupa namanya.

2. Berdasarkan kegiatan
Jenis file ini saya gunakan di dalam laptop saya. Kenapa? Karena jenis ini lebih mudah untuk mentransfer data suatu kegiatan ke dalam flashdisk dalam satu folder sekaligus, sehingga lebih nyaman untuk orang yang memiliki mobilitas yang cukup tinggi. Membuat foldernya tergantung dari kegiatan kita dan bisa dibagi lagi menjadi beberapa Subfolder. Contoh : Di dalam folder “Kuliah” di dalamnya berisi sub folder “Semester I” dan “Semester II” di dalam folder kedua folder tersebut dibagi lagi dengan folder mata kuliah. Cara ini membuat kita lebih simple dalam mencari data, hanya saja saat kita mau menyimpan data baru pada program agak ribet karena harus masuk/keluar dari folder untuk menyimpan di folder yang ingin dituju. Tetapi sangat mudah ketika kita ingin menransfer data suatu kegiatan langsung terkirim semua tanpa mencari file satu-satu karena perbedaan jenis file. Lalu ketika mencari kita juga bisa menggunakan fungsi sort “by type” untuk mencari file berdasarkan jenis filenya di dalam suatu folder.

Jangan lupa untuk membuat folder “Arsip” untuk memisahkan file/folder yang sudah tidak terpakai agar tidak bercampur dengan koleksi file aktif (sering digunakan) untuk mempermudah temu kembali. Untuk folder arsip bisa dibagi ke dalam folde berdasarkan bulan atau tahun.

Selain menggunakan untuk menyimpan file yang bersifat pekerjaan. Drive D: pada laptop saya juga digunakan untuk menyimpan file program komputer yang diinstal, program mentah, Foto, unduhan <– (Bahasa apa nih?), halaman internet (Webpage), buku elektrik dan lain-lain

Jika membuat partisi data lebih dari dua, usahakan gunakan partisi ketiga untuk hiburan (entertainment) dan file-file titipan. Di komputer saya untuk pengklasifikasian Folder pada Drive E: Dibagi menjadi  , yaitu : Musics, Videos, Movies, Comics, Games, dan lain-lain yang berhubungan dengan hiburan. Tidak lupa juga bagi pengguna Windows 7 untuk memasukan koleksi folder ke dalam library dengan mengklik kanan folder dan pilih “include in library”

Mudah bukan? coba deh ketika membeli komputer baru dan susun file serapih mungkin pasti komputer kita akan semakin enak untuk kita pakai bekerja. Jangan lupa minimal sebulan sekali komputer perlu di defrag agar semakin cepat dalam bekerja.