Category Archives: Database

Membuat Website Pada Localhost Dengan Drupal

Drupal Logo

Untuk membuat website pada localhost (offline), kita membutuhkan 3 program pendukung yang harus sudah ada di dalam komputer kita. Yaitu :

1. Web server : Software yang menangani request HTTP. Jadi jika pada tab baru kita hanya menuliskan alamatnya, maka akan secara otomatis akan diarahkan pada awalan. Web server yang akan kita gunakan disini bernama “apache”.

2. RDBMS : Relation database management system (RDBMS), back end semua system informasi. Yang akan kita gunakan disini bernama MySQL

3. Programming language : Digunakan agar CMS dapat berkoneksi langsung dengan DBMS dengan bahasa yang sama, yang kita gunakan disini adalah bahasa pemograman PHP dengan CMS dari Drupal.

Untungnya ketiga program tersebut sudah masuk dalam paket program ketika kita mengekstrak hasil download dari program XAMPP. Jadi tidak perlu lagi mendownload dan menginstallnya satu persatu 😀

Nah, sekarang kita mulai tahapan membuat website :

1. Setelah kita memahami 3 software pendukung tersebut. Unduhlah software XAMPP (apache) dan Drupal.

*Perhatikan sistem operasi komputer anda, Karena ada 2 versi XAMPP installer 32 bit dan 64 bit. Pastikan OS yang dipakai sesuai

2.  Install XAMPP pada local disc (C:) Tanpa masuk ke dalam subfolder. Contoh C:\XAMPP

3. Buka C:\XAMPP\HTDOCS atau biasa disebut document root

4. Buat folder baru pada HTDOCS dan berikan nama dengan alamat yang kamu inginkan. Contoh  C:\XAMPP\HTDOCS\ilmuperpus . usahakan tanpa spasi dan huruf kecil, karena nama folder akan berpengaruh pada keberhasilan kita membuat website.

5. Extract file drupal yang kita download pada folder yang kita buat (C:\XAMPP\HTDOCS\ilmuperpus). Hasil download akan berbentuk .rar. Pada Winrar akan terbukan file drupal-6.20.tar, klik 2x file .tar,setelah itu akan terbuka window winrar baru dengan hasil ekstrak dari .tar. Setelah itu barulah ekstrak folder drupal-6.20 pada winrar ke C:\XAMPP\HTDOCS\namafolder

6. Setelah di ekstrak, copy file default.settings.php pada C:\XAMPP\HTDOCS\namafolder\drupal-6.20\sites\default\default.settings.php

7. Setelah itu paste di dalam folder tersebut (di dalam default). dan ubah nama folder dari default.settings.php menjadi settings.php

8. Pada folder default (masih di folder yang sama) buatlah folder baru yang bernama files

9. Kembali ke halaman C:\XAMPP. cari file bernama xampp_start.exe dan klik 2x hingga muncul window DOS, jangan di close. Nanti dengan otomatis akan menghilang dengan sendirinya.

10. Buka browser internet kesukaan kamu. lalu pada address ketik http://localhost/nama folder yang tadi dibuat. Contoh http://localhost/ilmuperpus maka akan keluar tampilan seperti ini

Tampilan drupal berhasil

Jika tidak keluar tampilan seperti ini silahkan cek & ricek lagi apakah tahap sebelumnya ada yang salah

11. Bukalah folder Drupal-6.20 yang ada di dalam tampilan browser

12. Setelah masuk maka akan masuk ke dalam tampilan menginstall drupal. Pilih install dalam bahasa inggris. Lalu isi database username, database name dan password. usahakan database username dan database name disamakan agar mudah dihafal. Setelah itu biarkan saja, jangan klik save & continue dahulu dan ikuti langkah dibawah

13. Buka tab baru pada browser, ketik pada address http://localhost/phpmyadmin

14. Pada home di phpmySQL masukan nama folder pada kolom create new database (contoh = ilmuperpus), dan biarkan kolom sebelahnya bertuliskan Collation. Lalu klik “create”

15. Pilih tab SQL pada halaman phpMyAdmin. lalu ketik seperti yang saya ketik dibawah ini

GRANT ALL ON ilmuperpus.* TO ‘ilmuperpus’@’localhost’
IDENTIFIED BY ‘password databse kamu’;
FLUSH PRIVILEGES;

contoh :

SQL jadi

* kata ‘testestes’ adalah password yang saya masukan pada database password di drupal

** di bagian ini perhatikan betul tulisan anda, karena pasti akan gagal jika tulisan anda salah

16.  Kembali ke tab Drupal (tab sebelumnya) dan klik “save & continue” lalu tunggu beberapa menit hingga drupal benar-benar terinstall di dalamnya.

17. Setelah itu isilah nama website, password, email kamu, username dan perihal lainnya. Saran saya server setting pilih disabled in clean URL’s, karena nanti akan susah diedit URLnya, dan jangan centang tanda update notification. Setelah itu klik “save & continue”

18.  Website localhost kamu sudah siap untuk digunakan. Selamat mencoba!

*** Drupal yang saya gunakan pada contoh versi 6.20

*Note : kalau ada peringatan failed to connect mail to localhost biarkan saja. Karena memang website ini offline, drupal tidak bisa mengirimkan email username dan password kita untuk notifikasi penciptaan website.

Klasifikasi Folder Dalam Hardisk Komputer

klasifikasi folderBukan cuma koleksi Perpustakaan saja yang butuh dikasifikasikan, Folder di dalam Komputer juga perlu agar mencari file tidak menyulitkan. Terkadang apa yang kita cari dengan fitur search yang ada di komputer juga belum menjawab kebutuhan kita dalam mencari file. Jadi agar file tidak berantakan di dalam komputer sebaiknya di klasifikasikan dong foldernya, Betul? <–(ala Aa Gym)

Sebelum memulai mengklasifikasi Folder dalam komputer sebaiknya Hardisk di partisi dulu. Kenapa? Agar ketika nanti komputer ingin di Install ulang, data yang ada di Hardisk hanya partisi C: saja yang dibabat habis. Mempartisi HDD bisa dengan software Symantec Partition Magic disini, berita baiknya bagi pengguna Windows 7 bisa langsung mempartisi HDD tanpa software khusus, Caranya cukup ketik “partition” pada search bar di menu start dan pilih “create and format hardisk partition”.

Seminimalnya berikan minimal 20 Giga space buat C:, sisanya terserah anda. Kalau saya dengan ukuran HDD 250 Giga saya membagi 100 Giga untuk D: (data) dan 100 Giga untuk E: (entertainment), sisanya ada sekitar 35 Giga untuk drive C: (System) dan usahakan untuk menginstall program-program besar di partisi lain selain C: (kalau saya di taruh di partisi D: dengan folder programs>program files). Usahakan tidak membuat partisi lebih dari 3, karena akan mengurangi umur HDD.

Setelah itu pindahkan Folder My Documents beserta objects bank data My Documents ke drive selain C: agar drive C tidak Penuh. Setelah dipindah, baru kita mulai klasifikasi (Khusus untuk file word). Ada 2 pilihan untuk pengklasifikasian dokumen.

1. Mengklasifikasi berdasarkan jenis file
Jenis pengklasifikasian ini memudahkan untuk kita mencari file berdasarkan jenisnya. Buatlah folder di my documents dengan nama aplikasi seperti contoh; word, power point, excel, photoshop. Jenis ini adalah jenis yang sedang saya gunakan di komputter rumah. Kelemahannya ketika file semakin banyak, kita semakin bingung melihatnya, namun bisa kita akali dengan mengubah sort (urutan) berdasarkan modified (data terakhir di modifikasi). Namun agak sulit untuk mencari judul file yang kita lupa namanya.

2. Berdasarkan kegiatan
Jenis file ini saya gunakan di dalam laptop saya. Kenapa? Karena jenis ini lebih mudah untuk mentransfer data suatu kegiatan ke dalam flashdisk dalam satu folder sekaligus, sehingga lebih nyaman untuk orang yang memiliki mobilitas yang cukup tinggi. Membuat foldernya tergantung dari kegiatan kita dan bisa dibagi lagi menjadi beberapa Subfolder. Contoh : Di dalam folder “Kuliah” di dalamnya berisi sub folder “Semester I” dan “Semester II” di dalam folder kedua folder tersebut dibagi lagi dengan folder mata kuliah. Cara ini membuat kita lebih simple dalam mencari data, hanya saja saat kita mau menyimpan data baru pada program agak ribet karena harus masuk/keluar dari folder untuk menyimpan di folder yang ingin dituju. Tetapi sangat mudah ketika kita ingin menransfer data suatu kegiatan langsung terkirim semua tanpa mencari file satu-satu karena perbedaan jenis file. Lalu ketika mencari kita juga bisa menggunakan fungsi sort “by type” untuk mencari file berdasarkan jenis filenya di dalam suatu folder.

Jangan lupa untuk membuat folder “Arsip” untuk memisahkan file/folder yang sudah tidak terpakai agar tidak bercampur dengan koleksi file aktif (sering digunakan) untuk mempermudah temu kembali. Untuk folder arsip bisa dibagi ke dalam folde berdasarkan bulan atau tahun.

Selain menggunakan untuk menyimpan file yang bersifat pekerjaan. Drive D: pada laptop saya juga digunakan untuk menyimpan file program komputer yang diinstal, program mentah, Foto, unduhan <– (Bahasa apa nih?), halaman internet (Webpage), buku elektrik dan lain-lain

Jika membuat partisi data lebih dari dua, usahakan gunakan partisi ketiga untuk hiburan (entertainment) dan file-file titipan. Di komputer saya untuk pengklasifikasian Folder pada Drive E: Dibagi menjadi  , yaitu : Musics, Videos, Movies, Comics, Games, dan lain-lain yang berhubungan dengan hiburan. Tidak lupa juga bagi pengguna Windows 7 untuk memasukan koleksi folder ke dalam library dengan mengklik kanan folder dan pilih “include in library”

Mudah bukan? coba deh ketika membeli komputer baru dan susun file serapih mungkin pasti komputer kita akan semakin enak untuk kita pakai bekerja. Jangan lupa minimal sebulan sekali komputer perlu di defrag agar semakin cepat dalam bekerja.

Program Komputer untuk Database

Anak ilmu perpustakaan pasti belajar tentang Database Management System atau akrab dipanggil dengan DBMS. tentunya bagi pemula seperti saya pasti pertama kali diperkenalkan untuk mengunakan Micosoft Acces. Namun, sebetulnya banyak sekali jenis-jenis program untuk pembuatan DBMS yang berbeda-beda dalam pengoperasiannya. Salah-salah fungsi yang beda terkadang sering diberikan perintah dengan nama yang berbeda. Tiap masing-masing database punya kelemahan dan kelebihan, bahkan tidak jarang kita temukan ahli database yang kebingungan ketika menggunakan software database lain. Nah, saya disini akan menjabarkan beberapa database Software mulai dari yang terkenal hingga yang jarang diedengar orang.

1. Microsoft Acces

Microsoft Acces Logo

Microsoft Acces

Siapa sih yang nggak kenal sama produk om Bill Gates dalam bidang database ini? bahkan, setiap kita membeli produk paket dari Microsoft Office (kalau saya sih membajak :p) selalu dibundle dalam paket penjualan. Sayangnya banyak orang yang nggak ngerti buat apaan sih Mocosoft Acces itu, padahal di komputernya terdapat program tersebut/

Acces ini cukup mumpuni untuk digunakan pada perusahaan skala kecil hingga menengah, walaupun terkesan standar tapi sudah mengenal sistem relationship dan bisa diintegrasi dengan Microsoft Visual Basic. Kelemahan yang paling mencolok adalah keamanan data tidak begitu bagus, makanya kalau professional jarang membuat database dengan Acces.

Bisa dibilang MS Acces ini adalah software DBMS yang paling sering digunakan. Karena selain cocok untuk pembuat database pemula, program ini tergolong ringan  (kalau yang 2007 nggak janji deh ya) dan hampir berada di setiap komputer. Jadi ketika data tersebut ingin diimpor ke komputer lain tidak perlu repot menginstall program lagi untuk membukanya. Saya sering sekali menemukan toko atau perusahaan kecil yang memakai Microsoft Acces, contohnya dokter gigi langganan saya, panti asuhan, dan lain-lain. Memang untuk mengunakan database ini banyak sekali tutorialnya di Internet. Jadi jika mengalami kebuntuan jangan sungkan-sungkan untuk ngintip google….. kebetulan tugas akhir saya untuk mata kuliah database menggunakan Acces juga banyak ngintip dari google untuk penyedap tampilan form.

2. My SQL

MySQL Logo

MySQL Logo

Kalau Microsoft Acces itu adalah software DBMS paling banyak digunakan, MySQL ini meng-claim dirinya sebagai “The world’s most popular open source database” yang artinya “basis data sumber terbuka yang paling populer”. Menurut saya sih memang layak dikatakan seperti itu, karena memang banyak pemakai database professional yang menggunakan My SQL sebagai software DBMS mereka. Apalagi software ini tergolong open source alias gratis boo… siapa sih yang nggak suka sama gratisan? Apalagi saya.. hahaha

Program database ini bisa di download di website MySQL. Saya sarankan untuk mendownload versi Community Server karena versi ini adalah versi yang paling umum. Ukurannya tidak lebih dari 40 megabytes (tergantung dari pilihan juga sih) dan bisa digunakan di lebih 9 operating system. Oh iya, MySQL ini selain gratis, terkenal di kalangan para programmer dengan kecepatannya. makanya cocok buat digunakan database online yang terintegrasi dengan website. Bahkan di control panel hosting web biasanya membundle dengan MySQL. Dahsyat kan? Bukan itu saja, MySQL juga mempunyai  kemampuan rakasasa dalam menampung database, bisa sampe 5 juta entri data loh, Hanya saja kekurangan dari MySQL yaitu securitynya masih sering ditembus oleh hacker-hacker. Mau yang lebih aman? ada juga MySQL versi berbayar. tapi ya itu dia… mesti bayar! hahaha…

3. Oracle

Oracle Logo

Oracle Logo

kalau yang pernah denger perusahaan raksasa it yang bernama SUN Microsystems, Oracle pasti tidak asing dari telinga mereka. Karena Oracle ini adalah salah satu produk dari SUN.

DBMS yang satu ini juga sama dengan MySQL. eeeh, maksudnya sama-sama gratis 😀. Untuk mendownload programnya  bisa download di website Oracle, tutorialnya juga ngegedublak disitu. Oracle ini bisa dibilang rivalnya MySQL. kalau MySQL mengandalkan kecepatan, Oracle unggul di Keamanannya.

DBMS ini menurut para review-review di internet yang saya dapat menunjukan inilah database terbaik yang pernah ada. kapasitasnya bisa menampung data hingga ukuran Terabyte (1.000 Gigabyite) Cocok banget buat server-server raksasa karena selain kemampuan storagenya besar DBMS ini cukup stabil dalam mengolah data. Namun untuk versi enterprise yang bisa melakukan kerja-kerja berat seperti itu tentu ada harganya dong. mana bisa kita pake versi gratisan.

Oracle juga sangat cocok bekerja dengan Java. Maklum, Java dan Oracle mempunyai ibu yang sama yaitu Sun Microsystems. Kelemahan dari DBMS ini file adalah recoverynya yang bener-bener makan ruang hardisk, makanya programmer biasa membawa hardisk eksternal bekapasitas besar untuk menyimpan file ekstensi dari Oracle, beda dengan kita yang bawa hardisk eksternal berkapasitas besar untuk nyimpen filem bajakan :D. Untungnya besarnya ruang hardisk yang termakan itu terbayar dengan kemampuan rollback dan recovery yang memuaskan.

4.Microsoft SQL Server

SQL Server

SQL Server

Berbeda dengan Acces, Database ini diperuntukan untuk professional, diposisikan sebagai pesaing dari Oracle ataupun MySQL. Karena produk ini bukan produk ecek-ecek maka Microsoft enggan memasukan Microsoft SQL Server kedalam paket Microsoft Office. Tapi Microsoft juga menyediakan yang versi gratisan loh! silahkan di download disini. Versi gratisnya tentu saja beda sama yang bayar. Labelnya saja sudah diberi tanda Express Edition. Kalau dibandingkan dengan Oracle dan MySQL sebetulnya banyak sekali kekurangan dari DBMS ini; kita ambil conoh kecepatannya tidak secepat MySQL, Hanya bisa dipakai di Windows saja, kapasitas dan keamanan pun masih jauh dari Oracle yang sudah mencapai terabyte. Tapi mempunyai keungulan tersendiri dari Oracle. Jika Oracle bermain pada space hardisk yang besar, Microsoft SQL Server banyak bermain di Memori untuk processing.

SQL Server ini memiliki keunggulan sendiri. tapi keunggulan ini nggak jauh-jauh dari program-program Mirosoft juga. DBMS ini sudah bisa berkoalisi dengan Windows seperti Microsoft Visual Studio, Biztal Server, Office dan lain-lain. Tentunya kita juga tidak boleh melupakan tampilan ciamik khas windows. Tapi sepertinya hal-hal tersebut tidak menarik programmer untuk berpindah haluan ke DBMS ini.

Yah, untuk yang satu ini sepertinya Om Bill Gates harus bertekuk lutut sama Oracle dan MySQL. Tapi nggak tau ya konon kabarnya 2011 Microsoft mau meluncurkan versi baru dari SQL Server ini. Semoga aja bisa lebih gratis, eh maksud saya lebih baik 😀

Untuk sementara 4 dulu saja ya. nanti lanjutannya di update lagi. makanya pantengin terus http://www.ilmuperpus.wordpress.com 😀