Mau Ikutan Program Affiliate Lazada Indonesia? Baca Ini Dulu

Seorang teman blogger yang cukup kondang bertanya kepada saya mengenai program Affiliate Marketing yang ditawarkan Lazada, karena beberapa hari yang lalu ia mendapatkan telepon dari Lazada untuk menawarkan program kerjasama dalam bentuk affiliate marketing. Ya affiliate marketing? Sound’s so 2007 right? Jadi inget dulu pertama kali kenal dunia internet marketing lewat Amazon.

Buat sesepuh sesepuh internet yang main Internet Marketing cukup lama, pasti familiar banget sama yang namanya Affiliate Marketing, mulai dari suka hingga dukanya. Ketatnya program afiliasi di Amazon yang selalu berkembang seiring dengan diperbaharuinya ToS mereka dan rumitnya algoritma Google, banyak orang yang sudah meninggalkan dunia affiliate (termasuk saya).

Menarik memang mendengar Lazada membuka program affiliate, karena di Indonesia bisa dijamin tidak memiliki kompetisi yang seketat Amazon yang menjadi sasaran empuk bagi seluruh internet marketeers di seluruh dunia. Lazada sendiri mungkin bisa dibilang cukup terpercaya karena mereka merupakan brand besar yang sudah cukup lama dan memiliki nilai investasi yang sangat fantastisĀ sekitar 200 Juta Euro (setara dengan 3 triliun). Wow kakak wow!

Mendengar pertanyaan seputar program affiliate di Lazada ini, tentunya i did some research via internet dan bertanya kepada teman-teman sesepuh internet lainnya yang lebih paham soal program Afiliasi ini (komisinya bisa sampe 5% bok). Namun ternyata pendapat teman dan hasil riset saya mengenai program afiliasi online shopping yang besar karena Xiaomi ini kok ternyata negatif? Berdasarkan pengamatan dan cerita teman-teman saya, kurang lebih ada beberapa poin yang membuat saya menganjurkan anda untuk berpikir dua kali sebelum menjadi affiliate Lazada.

1. One Hit Refferal Links

Entah saya bingung mau namainnya apa, intinya sih gini. Ketika visitor blog kita masuk ke link affiliate Lazada yang kita punya, otomatis bakalan ada buntut refferal yang akan nyangkut sebagai catatan bahwa orang tersebut masuk ke dalam refferal kita, nah dengan refferal ini kita akan mendapatkan komisi jika orang tersebut membeli sesuatu. Namun di Lazada, refferal links kita akan hilang ketika orang tersebut meng-klik produk lain selain yang kita pasang pada website kita. Misalnya visitor masuk karena referal Smartphone Siomay, ternyata setelah pengunjung masuk ke dalam website, ia ternyata malah membeli Smartphone Samsul, karena link refferal tersebut hilang saat ada pergantian produk, otomatis kita tidak dapat komisi. Padahal jika kita melihat sistem di Amazon, jika pengunjung masuk ke dalam refferal kita dari suatu produk, kita tetap akan mendapatkan komisi meskipun si pembeli tersebut membeli produk lain. Misalkan si pengunjung masuk ke Lazada melalui link Smartphone Non Kia namun ternyata si pembeli justru membeli sapu ijuk, kita tetap akan mendapatkan komisi dari penjualan sapu ijuk tersebut.

2. Its All About Trust

Awalnya saya tidak percaya ketika teman saya yang sudah suhu mengatakan bahwa Affiliate Lazada merupakan scam. Menurut penuturan temannya yang sama-sama pernah bermain Affiliate Lazada, ia pernah coba untuk membeli sebuah smartphone melalui link referal milik temannya untuk membuktikan bahwa link refferalnya bekerja. Namun setelah transaksinya selesai dan barang sampai dirumah, pemilik link refferal tersebut tetap dianggap tidak melakukan sales dan tidak ada komisi masuk yang tercatat. Ketika saya mencoba mencari tahu di Google dengan kata kunci Lazada Affiliate Scam, ternyata memang ada kasus seperti ini. Dari situ barulah terungkap mengapa komisi dari Affiliate Lazada ini sangat lesu.

Untuk lebih lanjut, silahkan googling mengenai Lazada Affiliate Scam atau Lazada Refferal Scam.

3. Customer Service Lamban

Pendekatan yang dilakukan Lazada sudah cukup baik sebenarnya, mereka sudah aktif untuk mempromosikan program ini ke blogger-blogger kondang melalui telepon dan juga mengajak warga ads id untuk bergabung dengan Lazada. Namun ketika saya masuk lebih dalam ke forum tersebut dan melihat diskusi yang terjadi di dalamnya. Bukannya semakin positif malah justru sebaliknya. Apalagi respon email dan customer service dari Lazada sangat-sangat lamban dan memakan waktu berhari-hari. Padahal para affiliate marketeers sudah bekerja dan memberikan keuntungan bagi Lazada loh.

4. Tidak Adanya Komisi Yang Jelas

Menurut Lazada, setiap kali transaksi penjualan barang, kita akan mendapatkan komisi hingga sampai 5% dari setiap penjualan barang. Namun yang saya temukan dalam forum ads id justru seperti ini

unixware lazada affiliate scam

Gambar sepenuhnya milik bro Unixware di ads-id

Jadi sebenarnya berapakah jumlah komisi aktual dari penjualan Xiaomi Redmi 1S? Mengingat harga Xiaomi Redmi 1S yang sudah fix sebesar 1.5 Juta Rupiah. Jika kita mendapatkan 5% per transaksi, seharusnya semua penjualan Xiaomi Redmi 1s pasti berkisar7 dollaran bukan?

Kesimpulan

No offence ya, ada kok yang bisa menghasilkan dari Lazada Affiliate dan masih banyak orang yang ikut di dalam program tersebut (bisa di cek di ads id). Namun untuk anda yang masih baru dan berharap penghasilan besar dari Lazada seperti halnya di Amazon dulu, sebaiknya coba berpikir dua kali. Semoga tulisan ini bisa membawa perbaikan bagi Lazada untuk program affiliate marketing mereka ke depannya. Karena jika program ini benar-benar transparan dan menguntungkan, program afiliasi dari Lazada ini cukup menggiurkan kok.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s