Apa Alasan Ibu Risma Tetap Bertahan Meskipun Banyak Tekanan?

Berhubung banyak yang minta transkrip lainnya dari Mata Najwa episode Ibu Tri Risma Harini via Twitter, Email dan Facebook. Saya coba memilih salah satu dari bagian beberapa Part wawancara Najwa dan Ibu RIsma pada bagian akhir tentang alasan mengapa Ibu Risma tetap bertahan menjadi Walikota Surabaya meskipun mendapat banyak tekanan? Silahkan simpulkan sendiri dari teks dibawah ini. Ini murni saya persembahkan untuk warga Surabaya, karena saya peduli dengan Ibu Risma dan tidak memiliki apa-apa untuk membantu kecuali lewat tulisan.

Silahkan di share, tidak perlu cantumkan sumber tidak apa, toh tujuannya hanya untuk berbagi 🙂

Najwa = Malam ini Mata Najwa blak-blakan dengan Tri Risma Harini,

saya masih rasanya gelo ibu kalau saya tidak bisa menyuarakan apa kira-kira ungkapan warga Surabaya ketika mendengar wawancara ini.

Mereka akan sedih mendengar Walikota yang amat dicintai, ternyata sekarang dalam keadaan tertekan, dan bahkan sempat berfikir mundur.

Tanggung jawab saya bu, saya di depan ibu sekarang ini, tanggung jawab saya untuk bilang warga Surabaya pasti banyak yang patah hati mendengar Walikotanya seperti ini….

*hening, ibu risma senyum sebentar, abis itu berkaca-kaca dan nangis lagi….*

Orang-orang kecil yang tergantung ibu *langsung dipotong Ibu Risma*

Ibu Risma = Itu yang saya pikirkan nak *sedikit tersedu*

Terus terang itu yang bebani saya

Itu yang saya pikirkan

Najwa = Yang jadi perhatian utama ibu

Ibu Risma = Iya saya cari itu satu-satu, tiap hari kita kasih makan 3x sehari, orang yang miskin kita beri makan 3 x sehari,

Anak yatim kit biayai, orang cacat, terus saya rawat anak-anak yang kurang beruntung

Anak miskin bisa sekolah tanpa melalui tes, kita kasih buku, sepatu, tas….

Anak miskin yang pandai kita kasih beasiswa…

Bahkan ada yang kita kirim ke Malaysia untuk ambil S1 sampai S3

Mmmm… Saya cari itu, saya cari warga satu-satu gitu

Saya minta lurah, warga juga saya nitip…. satu-satu, memang itu yang saya pikir teruskan

Itu saya tidak tahu apa namanya…. *tertawa kecil* itu saja yang terus terang saya pikirkan itu….

Najwa = Itu yang akan terus jadi pertimbangan ibu?

Ibu Risma = Iya itu, pertimbangan saya Cuma itu aja…

Cuman itu aja….

Kalau yang lain saya yakin saya bisa kasihlah, itu saja yang saya fikir

Najwa = Dan seharusnya itu cukup membuat seorang Tri Risma Harini tidak usah jauh-jauh berpikir akan mundur *langsung dipotong Ibu Risma*

Ibu Risma = Saya, saya tidak tahu, tadi saya katakan bahwa…. sebetulnya saya ngiikuti itu saja, kata hati saya.

Tadi saya katakan kan, saya seperti diarahkan gitu. Jalan saya kesana, jalan saya kesini… begitu kaya diarahkan saja kaya mengalir begitu.

Kadang saya juga tidak tahu bagaimana cara nyeleseinnya gitu…. tiba-tiba ada jalan gitu…. Seperti itu

Saat saya bertanya-tanya gitu tiba-tiba ada jalan keluar gitu…. Itu yang selalu menjadi pertanyaan saya gitu…

Bagaimana saya bisa mempercepat warga Surabaya lebih sejahtera, itu terus. Itu yang selalu saya fikirkan. Makanya saya ngomong, jangan sampai banjir, kalau banjir itu orang jadi miskin. Saya katakan begitu karena harus beli perabot baru, semua baru gitu.

Nah makanya itu kalau sudah hujan deras, itu siapapun tamu saya, saya tinggal, saya keluar, saya sudah ilmu jurus apa saja, jurus do’a, jurus apa saja, seluruh staff saya suruh “Semua do’a ya..” semua seperti itu….

Najwa = Paling deg-degan kalau hujan karena banjir?

Ibu Risma = iya

Najwa = Jadi jurus do’a *langsung dipotong Ibu Risma*

Ibu Risma = Jurus apapun itu, ada jurus do’a, jurus marah-marah, jurus ngangkuti sampah, saya ambil, saya ngambili sendiri supaya air bisa lewat gitu saya ambili. Saya cari semua gorong-gorong, yang macet kenapa itu berhenti disini, kenapa itu berhenti disitu, saya cari sendiri….

Kemarin itu saya sebetulnya sudah sakit, sudah mau agak enakan saya keluar sama Suami “Hayuk keluar, kita cari makan” sama Suami saya, sama anak saya, eh ditengah hujan. Terpaksa saya keluar, saya cari ajudan saya, saya naik mobil. Saya nggak bawa sepatu boot, nggak bawa sepatu anu, akhirnya saya nggak pake sepatu. Saya cari, saya ikuti air ini kemana saya ikuti ini, ternyata buntu, tertutup pagernya orang. Udah bongkarlah saya sampe jam 10 malem itu.

Najwa = Bongkar pager orang?

Ibu Risma = Iya…. Hahahaha….

Jadi seperti itu karena saya tahu ini bikin sakit, bikin itu, gitu…

Jadi itu saja yang saya pikir mbak, nggak ada yang saya pikir apa-apa… nggak

Najwa = Tidak ada yang dipikirkan tapi ada yang memikirkan jauh untuk seorang Tri Risma Harini, kalau bicara soal pemimpin negeri, nama anda sudah sering disebut bahkan 2x berturut-turut masuk survey bursa capres calon Presiden yang bisa memimpin negeri itu ada pada diri Tri Risma Harini.

Ibu Risma = Ah saya nggak tertarik lah *ketawa kecil*

Najwa = nggak tertarik ibu?

Ibu Risma = nggak

Najwa = banyak yang kepengen loh bu

Ibu Risma = ya biar aja, saya nggak tertarik *sambil tertawa*

Najwa = Kenapa nggak tertarik bu?

Ibu Risma = Haduh…. Surabaya aja cobaannya kaya gitu….

Mbak, jadi presiden itu kan Cuma 1, jadi gubernur Cuma 1, walikota Cuma 1…

Sekian juta orang itu gantungkan nasib hidupnya kepada kita…. itu kan berat sekali…. bagaimana nanti mempertanggungkan, memangnya saya nggak boleh masuk surga? *Najwa ketawa*

Hanya karena ada orang ngomong “itu jamannya walikota Risma hidup saya sengsara” kaya gitu, terus saya nggak masuk surga toh… nggak maulah saya *Najwa ketawa lagi*

Najwa = Tapi bahwa kemudian nama ibu diperhitungkan untuk masuk ke dalam bursa itu rasanya tersanjung? *Bu risma langsung motong*

Ibu Risma = Nggak

Najwa = Risih? Sungkan? Apa Rasanya apa bu?

Ibu Risma = Nggak, saya nggak pernah baca itu *Ibu Risma dan Najwa tertawa*

Najwa = Makanya saya bacakan itu ke ibu sekarang *sambil tertawa*

Rasanya risih? Risih tidak bu? Apa malah senang?

Ibu Risma = Nggak, saya kan nggak boleh (menilai), itu kan hak dia juga kan, kalau saya nggak ada coba di cek. Kalau dulu jaman Umar Bin Khattab itu dibelah dadanya saya siap juga… *Ibu Risma dan Najwa tertawa*

Apa yang ada di hati saya nggak ada itu, kepingin itu nggak ada sama sekali

Najwa = Disebutnya yang bisa menyaingi Jokowi *Najwa senyum-senyum*

Ibu Risma = Halah biarin aja *nyengir*

Najwa = Kalau ibu sendiri menilai sosok Jokowi seperti apa?

Ibu Risma = Mmm saya nggak kenal dekat sekali sama beliau, karena habis waktu saya untuk itu kan, jadi saya tidak sempat menilai orang lain

Najwa = Tidak pernah menilai orang lain?

Ibu Risma = Tidak pernah menilai orang lain *senyum*

Najwa = Yang menilai ibu tadi ada, nih ya kita lihat grafisnya, ini ada satu, ibu bilang kan tidak pernah mau baca, Cuma malam ini saya mau tunjukan ke ibu, ini ada survey yang pernah dilakukan oleh lembaga Politik Psikologi UI. Surveynya itu “Mencari Pesaing Jokowi” dan nama Tri Risma Harini muncul di nomor 1.

Ada nama Basuki Cahya Purnama, ada nama Anies Baswedan, Chaerul Tanjung tapi nomor 1 nya Risma *bu Risma motong*

Ibu Risma = Eh ini namanya, ini punya tanggung jawab kok jadi saing-saingan, ini berat loh ini, kok jadi saing-saingan? *Najwa ketawa*

Najwa = Yang dianggap bisa menyaingi, kalau masuk dalam bursa

Tidak ada niatan sama sekali ibu?

Ibu Risma = Ndak, saya tau siapa saya

Najwa = Siapa ibu Risma

Ibu Risma = Saya tidak punya apa-apa satu, kedua *dipotong Najwa*

Najwa = Walikota terbaik dunia? Ibu terlalu merendah

Ibu Risma = Ndak, saya nggak punya apa-apa, saya tahu siapa saya gitu….

Jadi Indonesia ini negara yang sangat besar, luar biasa, luar biasa besarnya bahkan kalau boleh semuanya ada di Indonesia. Tapi saya ndak punya apa-apa. Kepandaian nggak, Kekayaan nggak, nggak punya apa-apa saya. Jadi saya tahu siapa saya….

Najwa = Walikota yang sanggup mengubah Surabaya hanya dalam waktu hanya 3 tahun, itu Ibu Risma

Ibu Risma = Ah nggak lah, belum, itu kan yang nampak. Makanya saya selalu sampaikan, yang dilihat orang itu kan yang kasat mata….. Tapi tahukah ada orang yang masih menderita yang saya tidak tahu?

Saya pernah menemukan orang, itu usia 90 tahun. Sudah terkapar di tempat tidur. Dirawat oleh anaknya yang gila 63 tahun. Dia punya anak lagi yang usianya 47 tahun gila juga. Nggak gila sih, pengangguran. kan saya katakan, itu kan, untung saya tahu, nggak mungkin, ternyata di Surabaya masih ada yang kaya gitu.

Najwa = Dan itu semua tanggung jawab ibu?

Ibu Risma = Iya itu tanggung jawab saya

Itu tanggung jawab saya dan itu harus saya pertanggung jawabkan di depan Tuhan.

Najwa = Dan berarti harus selesai dalam waktu 5 tahun ibu? *hening, abis itu ketawa*

Ibu Risma =  Ya itu kalau saya kuat *hening, abis itu nyengir*

Najwa = InsyaAllah kuat terus ibu. InsyaAllah kuat

Terima kasih banyak, sudah hadir di Mata Najwa malam ini

Ibu Risma = sama-sama mba, mohon maaf kalau *dipotong Najwa*

Najwa = Ada apa ibu? Tidak ada yang perlu ibu maafkan, ada yang ingin ibu sampaikan ke warga Surabaya?

Ibu Risma = Saya mohon maaf kalau masih ada yang kurang *Langsung nangis*

*hening*

Najwa = Ke warga Surabaya?

Ibu mau janji tidak kalau ibu tidak akan mundur di Mata Najwa ini?

Ibu Risma =  Tidak mau

Najwa = tidak mau janji?

*hening*

Karena takut tidak dapat ditepati *bu Risma ngangguk*

Ada yang bisa kami lakukan untuk ibu merubah pikiran atau memantapkan hati?

Ibu Risma = Nunggu petunjuk Tuhan…

Najwa = Untuk anak-anak dirumah atau untuk keluarga yang harus jauh dari ibunya karena harus mengurus Surabaya?

Ibu Risma = Tidak ada, rasanya anak-anak saya sudah paham lah gimana saya.

Najwa = Anak-anak yang lain, yang bukan anak kandung, warga Surabaya

Ibu Risma = Ah iya anak-anak yang lain, khususnya anak-anak Surabaya *senyum lagi*

Bahwa keberhasilan dan kesuksesan itu adalah hak semua orang, kalian tidak harus berpikir dari mana asal kalian, siapa orang tua kalian, orang tua kalian tukang becak, orang tua kalian buruh cuci, kalian berhak untuk berhasil karena Tuhan itu maha Adil.

Terima kasih anak-anakku selama ini sudah menjadi anak-anak yang baik di Surabaya, semakin lama semakin baik kalian, semakin banyak prestasi yang kalian raih

*selesai*

Terima kasih telah membaca

Silahkan di share, tidak perlu cantumkan sumber tidak apa, toh tujuannya hanya untuk berbagi 🙂

Advertisements

27 thoughts on “Apa Alasan Ibu Risma Tetap Bertahan Meskipun Banyak Tekanan?

  1. salis

    Subhanalloh .. tak terasa mata berkaca2.. merinding terharu.. trima kasih bu Risma engkau hadir utk refleksikan kartini hari ini.. engkau bukan hanya pemimpin tapi ibu bagi kami yang tak tau diri.. jadi ingat Alm. Gusdur yg menyebut DPR kita seperti anak TK.. skrg terbukti rakyatnya yg kanak2.. kehadiran ibu seolah menjadi oase bagi jiwa kekanaAn kami.. ibu.. jangan tinggalkan kami..
    Makasih mba Najwa.. tlah mengangkat ini.. semoga jd amal baik..

    Reply
  2. puji93

    jujur saya nonton di mata najwa ini contoh pemimpin yang bertanggung jawab atas rakyatnya.coba jadi pemimpin indonesia saya dukung

    Reply
  3. Ghandes E

    Thanks a lot sharing ceritanya. Luar biasa kepribadian Ibu Risma. Penuh dedikasi, keprasahan, apa adanya, care, welas asih, dan yang terpenting Beliau takut dengan Tuhan. Semoga Allaah SWT selalu melindungi Ibu dan keluarga Ibu sekalian.. Aamiin

    Reply
  4. Ondel Ondel

    Mudah2an Allahu Ta’Ala Menetapkan Jiwa dan Hati Ibu RIsma untuk selalu dekat kepada Allahu Ta’Ala & Mengikuti Junjungan Nabi Besar Muhammad SAW..Amiin Ya Robb.

    Beruntung sekali warga Surabaya mempunyai Walikota seperti ini.

    Reply
  5. fepriatin

    Speachless….terharru sekali maSh ada pemimpin seperti b risma. Sayang sekali. G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ ​ lihat acaranya langsung. Untuk bu risma teruslah semangat!! Rakyat memeRlukan pemimpin Seperti anda

    Reply
  6. widya

    ya ampuun.mewek beneran deh jadinya baca postingan ini. makasih ya atas postingannya.saya kemarin cuma bisa nonton dikit…

    Reply
  7. ririn sumiyani

    Subhanallah….smg Allah sll melindungi bu Risma dan memilihkan jalan terbaik…..terutama dalam memimpin Surabaya….

    Reply
  8. Ir Zaifuddin Zuhri Mathias

    Subhanallah…sungguh seorang pemimpin yg langka di zaman sekarang, jujur, tawadu’, ikhlas, semoga Ibu Risma diberikan kekuatan dlm memikul beban berat ini dan selalu didalam lindungan Allah Subhanata’alla…aamiin.
    ” Surabaya….kami sangat iri kepadamu mempunyai pemimpin seperti Ibu Risma ini, jaga dan dukunglah beliau..”

    Reply
  9. irwan

    makasi ya mas… aku ga terharu, tapi aku tambah bulat tekad untuk berbuat. SEKECIL APAPUN… dimulai dari yang deket2. makasi mas…

    Reply
  10. qq_np

    Suksess selalu buat Ibu Risma dunia dan akhirat… doa kecil kami buat beliau semoga menjadi suri tauladan anak negri yg haus akan pemimpin yg jujur dan berahlak mulia…

    Aamiin Yaa Rabb…!

    #thanks for mas broo…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s