Jalan-jalan ke Perpustakaan Daerah Sukabumi


Seperti apa ya Perpustakaan Daerah Kota Sukabumi? Daripada penasaran, akhirnya saya mencoba untuk datang berkunjung…

Siang menuju sore, jam 3 tepatnya. Akhirnya saya melangkahkan kaki juga di Perpusda Sukabumi. Sempet nyasar dan bertanya-tanya dulu sebelum sampai ke sini. Karena lokasinya ternyata bukan di jalan raya tempat Gedung Balai Kota berada, namun masuk ke belokan yang cukup sempit setelah melewati Balai Kota. Sialnya, saya sudah kelewatan  sampai 3 kali untuk mencapai Perpusda., padahal sudah tanya sana-sini sebelumnya. Seharusnya ada papan petunjuk nih agar orang tidak tersasar 🙂

Singkat cerita, saya sudah sampai di Perpusda dan langsung masuk ke dalam. Sampai di dalam kita akan disambut dengan ibu-ibu berseragam hijau ala PNS Sukabumi. Sebagaimana prosedur umum menggunakan Perpustakaan, kita harus mengisi daftar hadir dan menitipkan tas di loker yang disediakan. FYI menurut ibu-ibu penjaga perpus ini, setiap harinya Perpusda dikunjungi kurang lebih sekitar 200 hingga 300 pengunjung. Lumayan banyak bukan? Tetapi pas saya tiba jumlahnya hanya 6 orang saja ya? Katanya sih udah pada pulang… hehehe

Setelah menitipkan barang bawaan, mata saya langsung mengarah ke Kids Corner yang berada tepat dibelakang meja resepsionis. Disini ketika waktunya pulang sekolah selalu ramai dengan anak-anak, terutama untuk anak-anak yang sedang menunggu dijemput orang tuanya. Ya, Perpusda ini dekat sekali dengan sekolah-sekolah mulai dari SD, SMP, SMA hingga sekolah tinggi. Asiknya lagi sangat mudah untuk diakses dengan jalan kaki dari sekolah-sekolah tersebut.

Kids Corner disini menggunakan karpet sebagai ruang baca, Jadi kalau mau masuk ya harus buka sepatu/sandal terlebih dahulu. Untuk koleksi, kids corner disediakan katalog khusus, namun ketika saya buka sepertinya sangat kurang terawat. Terutama banyak entri katalog yang keluar dari “tusukannya”. Kalau boleh curiga kayanya anak-anak di kids corner terlalu semangat menariknya sehingga terlepas…. hehehe

Nah, masuk ke dalam ruang Perpustakaan yang sebenarnya. Ternyata nggak begitu luas-luas amat seperti penampakan gedung dari luar. Sepertinya perlu diperluas untuk mempermudah akses pengunjung untuk keluar masuk. Yang menarik meskipun ruang perpustakaan belum dilengkapi dengan pendingin udara. Udaranya cukup sejuk loh! Wajar sih karena daerah pegunungan. Namun dengan tidak adanya pendingin udara memang berimplikasi pada koleksi yang agak sedikit berdebu meskipun terlihat pada rak-raknya ada upaya pembersihan yang dilakukan secara rutin.

Disini terdapat banyak meja dan kursi untuk membaca dan berdiskusi. Tercatat ada sekitar 5 meja besar dengan seperangkat kursi-kursi yag sepertinya harus ada peremajaan. Namun yang menjadi perhatian saya bukan furniturnya sih, tetapi bagaimana sih perpustakaan Sukabumi ini bisa bermanfaat untuk penggunanya.

Saya mencoba iseng nanya-nanya sok akrab ke pengunjung perpustakaan yang lagi asik mbolak-mbalik halaman buku dan secarik kertasnya. Agak malu sih, tapi nekat saya nanya kepada 4 neng geulis yang sedang asik itu, ternyata mereka adalah mahasiswa UMI yang letaknya tidak jauh dari perpustakaan daerah kota Sukabumi. Mereka sengaja datang untuk mencari bahan kuliah. Karena menurutnya disini lebih komplit dan kebutuhan mereka umumnya terpenuhi. Bagus deh kalau gitu! Lantas apa di UMI nggak ada perpustakaan? Ada juga kok, tapi nggak sebesar disini. Tandas salah satu mahasiswi berjilbab merah dengan senyumnya yang malu-malu.

Lantas saya berjalan-jalan lagi. Agak aneh pertamanya ketika melihat katalog perpustakaan diletakan di sudut paling belakang dari perpustakaan. Dan sepertinya sangat kurang terawat. Katalog ini diletakan di tempat yang sedikit tersembunyi, Tidak lazim bukan? Tetapi isinya masih jauh lebih baik dibandingkan katalog di Kids Corner. Sepertinya sengaja ditaruh di tempat seperti ini untuk menghindari anak-anak iseng mungkin ya? Karena kalau entrinya berantakan bisa sangat berbahaya bagi pemustaka dan pustakawan.

Sudah puas melihat-lihat dan memperhatikan setiap detail perpustakaan. Saya berharap bisa ketemu langsung dengan pustakawan dan kepala perpustakaan. Sayangnya mereka semua sedang pergi dan saya hanya memiliki kesempatan untuk bertanya-tanya pada pegawai yang ada.

Dari hasil cakap-cakap dengan salah satu pegawai. Ternyata di Perpustakaan ini memiliki hanya satu pustakawan dari  jumlah total 13 karyawan. Wah sangat kurang nih! hayo siapa yang mau jadi pustakawan disini? Nah masalah pengadaan buku, ibu-ibu ini kurang begitu tahu menahu. Namun menurutnya dalam setahun Perpustakaan Sukabumi pasti menambah koleksi buku sekitar 3.000 hingga 5.000 eksemplar, kecuali pada tahun 2011 kemarin mereka hanya melakukan penambahan koleksi sebanyak 2.500 eksemplar.

Uniknya, kita tidak bisa menilai perpustakaan Sukabumi ini dari tampilan fisiknya saja. Menurut ibu-ibu penjaga, meskipun perpustakaan ini masih tradisional, tapi untuk masalah pemenuhan informasi untuk pengguna, koleksi-koleksinya selalu dapat memuaskan pengguna, bahkan untuk peminjamannya tidak sedikit loh walaupun si ibu nggak bisa nyebutin berapa rata-rata peminjaman. Pokoknya banyaklah! :s

Rupanya untuk menggaet pengunjung yang jumlahnya cukup banyak, Perpustakaan Sukabumi menggunakan strategi dalam bentuk MoU dengan sekolah-sekolah, sekolah tinggi dan universitas untuk mempermudah izin pembuatan keanggotaan di Perpustakaan ini. Cukup dengan memberikan fotokopi kartu pelajar atau kartu mahasiswa disertai mengisi identitas diri, anda sudah bisa menjadi anggota perpustakaan dan meminjam buku disini.

Sehabis dari perpustakaan, tentunya nggak asik dong kalau langsung pulang ya, Karena letak perpustakaan yang tidak jauh dari jalan Bhayangkara, saya iseng mampir kesana dan masuk langsung ke gang Kaswari tempat dimana Mochi Kaswari Lampion diperjual-belikan. Mochi Lampion ini sudah terkenal uenaak dan tidak membuka cabang dimanapun! Untuk mendapatkannya juga kita harus turun dan masuk ke dalam gang becek yang tidak cukup dilewati kendaraan roda empat.

Meskipun akses jalannya kurang begitu oke. Sesampainya di dalam kita akan menemukan sebuah toko modern yang diluar perkiraan. Apalagi melihat-lihat mochi yang berjejer warna-warni. Nyam-nyam-nyam, ada tester berbeagai rasa mochi loh! Jadi kalau masih ragu sama rasanya bisa diicip terlebih dahulu. Saran saya ambil yang Mochi Keju, satu kotak panjang harganya 30 ribu. Nah untuk yang kotak-kotak kecil dengan berbagai rasa dijual dengan harga Rp. 5.000 rupiah saja. Meskipun murah, mochinya dijamin pasti enak dan besar-besar.

Nah loh, kok jadi ngomongin Mochi ya? Balik ke Perpustakaan lagi nih. Si ibu penjaga perpusnya bilang ke saya sebelum saya pulang.

“Dek, kalau mau liat perpustakaan yang kaya gini bisa dateng ke Cisaat, di deket GOR. Disana perpustakaannya udah lumayan bagus, dulu mereka studi banding kesini”.

Lalu apakah saya kesana? Nampaknya tidak lantaran waktu yang sudah semakin mepet. Oh iya, Perpustakaan ini dibuka mulai jam 08.00 hingga jam 17.00 WIB. Setiap hari Minggu perpustakaan ini libur. Jadi jangan ke Sukabumi di hari Minggu ya, nanti perpustakaannya tutup loh!

Advertisements

4 thoughts on “Jalan-jalan ke Perpustakaan Daerah Sukabumi

  1. Djuned

    Artikel yang bagus nih… semoga menjadi sebuah motivasi bagi warga kota sukabumi khususnya pelajar untuk lebih giat lagi mengunjungi perpustakaan.
    Ohya, perpustakaan pada hari minggu emang libur, tapi minggu pagi kita bisa ikut berolahraga di dekat perpustakaan, tepatnya di depan kantor walikota. mulai jam setengah 6 sampe selesai.
    Selain biar sehat, juga rame loh…hehe

    Reply
  2. Kauna Syahidah

    cukup tertarik dengan bahasannya. saya anggota perpus UMMI (universitas Muhammadiyah Sukabumi). saat ini perpus kami sedang mengembangkan sistem informasi dan pelayanan perpustakaannya. masih terbilang baru jadi masih benar-benar merintis, semoga bisa sharing untuk selanjutnya. ^^
    jika ada kesempatan lagi, silahkan berkunjung.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s