Network Attached Storage (NAS) dan Storage Attached Network (SAN)

NAS dan SAN

Network Attached Storage atau yang biasa disebut dengan NAS ditemukan pada awal tahun 1980-an oleh Brian Randell dan timnya dengan nama “Newcastle Connection” dengan mengembangkan teknologi akses file jarak jauh dari sebuah mesin UNIX menggunakan system operasi server.

Setelah percobaan tersebut berhasil dilakukan, kesuksesan itu menarik perusahaan Chip “SUN Microsystems dari NFS untuk mendukung server jaringan untuk berbagi ruang penyimpanannya dengan jalur internet network. Melirik NAS mulai dikembangkan oleh perusahaan hardware sekelas SUN Microsystems.

3Com dan Microsoft juga ikut mengembangkan perangkat lunak LAN manager untuk NAS melalui protocol yang menghubungkan computer dengan server. Perangkat lunak 3Com dan Microsoft tersebut ternyata berhasil dan diminati oleh pasar melalui produk dari Novell, IBM dan SUN. Gebrakan lain dari 3Com, mereka malah mengembangkan NAS khusus untuk system operasi desktop yang lebih kecil.

Dimulai dengan tahun 2000 keatas, NAS sudah ramai digunakan oleh organisasi skala kecil hingga besar maupun kebutuhan komputasi perorangan. Terutama untuk tujuan backup data akibat dari system failure dan bencana alam.

Saat ini kebutuhan NAS sendiri sudah menjadi suatu kewajiban bagi organisasi-organisasi besar yang memiliki dokumen digital yang berharga bagi kelangsungan perusahaan tersebut. Sistem NAS sendiri diperlukan untuk menjadi back-up storage untuk mencegah kehilangan data yang terdapat pada computer organisasi.

Keuntungan dengan menggunakan Network Storage ini adalah kemudahan dalam backup data dan kemudahan dalam administrasi serta policy dari data yang disimpam. Lebih efisien dan aman tentunya. Dan pastinya Storage Network ini juga harus dipastikan Mirror dan system DRC nya berjalan dengan baik. Sedangkan kerugian menggunakan NAS data lebih rentan bocor karena system security yang memungkinkan diakses hacker.

Berbeda dengan Network Attached Storage, Storage Attached Network atau yang disebut dengan SAN merupakan jaringan terintegrasi yang menghubungkan beberapa server dengan perangkat penyimpanan yang berbeda pada jaringan tunggal. SAN menggunakan teknologi SCSU dan fiber channel dalam rangka mendukung kecepatan jaringan yang sangat cepat untuk akses keluar masuk data pada server.

Storage Attached Network juga dikenal dengan nama Storage Area Network. SAN di rancang untuk menangani trafik data dalam jumlah besar antara server dan peralatan penyimpanan, dan memisahkan trafik backup yang bandwidth intensif dari trafik normal LAN/WAN. Keuntungan lain SAN termasuk menaikan konektifitas antara server dan peralatan penyimpan, maupun manajemen data yang terpusat. Secara umum, SAN merepresentasikan hubungan media penyimpan masa depan. Saat ini ada 2 cara untuk mengelola system dasar dalam manajemen SAN.

SNMP (Simple Network Management Protocol): SNMP berbasis TCP/IP dan manajemen peringatan dasar yang memungkinkan sebuah node di jaringan memperingatkan kegagalan dari komponen sistem. Akan tetapi SNMP sulit untuk memberikan manajemen yang bersifat proaktif.

Proprietary Management Protocol: Beberapa perusahaan menyediakan perangkat lunak manajemen SAN. Biasanya perangkat ini dijalankan di terminal yang terpisah yang terhubung dengan SAN. Dengan menyambungkan terminal ini akan membuka beberapa kemampuan lain SAN, seperti Zoning, Mapping, Masking, maupun fungsi backup and restore, dan failure management.

SAN memiliki SAN Manager yang berupa perangkat lunak yang memungkinkan manajemen terpusat dari host Fiber Channel dan media penyimpanan. Sebuah SAN manager akan memungkinkan sistem untuk menggunakan secara bersama kumpulan media penyimpanan, sambil menjalankan SAN administrator untuk mengambil manfaat penuh dari aset media penyimpanan yang ada untuk efisiensi daya dan biaya.

 

*artikel ini digunakan juga sebagai tugas paper kuliah, dimohon untuk tidak mengcopy-paste artikel ini. Trims 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Network Attached Storage (NAS) dan Storage Attached Network (SAN)

  1. artikel cctv

    Saya kutip ya:
    “Lebih efisien dan aman tentunya. Dan pastinya Storage Network ini juga harus dipastikan Mirror dan system DRC nya berjalan dengan baik. Sedangkan kerugian menggunakan NAS data lebih rentan bocor karena system security yang memungkinkan diakses hacker.”

    Yang betul lebih efisien dan AMAN atau DATA LEBIH RENTAN BOCOR?

    Sekedar bertanya…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s