Persiapan Tempur Untuk Petugas Preservasi dan Konservasi

Bakteri Arsip

Pernah terbayang sebelumnnya berapa banyak jumlah bakteri, virus, spora (jamur), toxoplasma dan zat-zat renik lainnya yang terdapat pada arsip yang tidak terawat? Jumlahnya bisa mencapai jutaan dan jenis mikrobiologi yang ada di dalamnya bisa mencapai ribuan jenis.

Dampaknya sangat berbahaya untuk kesehatan jangka dekat maupun jangka panjang. Dosen saya Ibu Tamara S. pernah bercerita tentang penelitian dosen Biologi FMIPA UI tentang spora pada arsip. Pada percobaan yang dilakukan hasilnya cukup mengerikan, Spora yang mati karen pengasapan, ternyata dapat tumbuh kembali pada cawan percobaan dengan media yang mirip dengan jaringan paru-paru manusia.  Bisa dibayangkan jika manusia menghirup debu-debu pada arsip kemudia jamur-jamur tersebut tumbuh di dalam paru-paru kita!. jadi kita tidak bisa menyepelekan peralatan keamanan untuk pertempuran membersihkan arsip.

Dalam mempersiapkan diri sebelum menghadapi pertempuran, seorang arsiparis diwajibkan untuk mematuhi prosedur seperti berikut :

1. Pastikan Tubuh Dalam Kondisi Prima
Tubuh memiliki kekebalan alami terhadap bakteri dan virus bergantung pada kondisi kesehatan tubuh. Umumnya bakteri dan virus menyerang manusia yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah atau sedang tidak dalam kondisi prima. Terutama dalam pertempuran yang akan dijalani arsiparis pada saat melakukan preservasi dan konservasi, sekedar sehat saja bakteri dan virus masih dapat menyerang karena jumlahnya yang cukup banyak, lalu bagaimana jika kondisi tubuh yang tidak sehat melakukan pertempuran? Tentunya resiko terserang penyakit pasti lebih tinggi. Maka dari itu kepala arsip Pertamina yang sekaligus menjadi dosen saya mewajibkan tiap arsiparis untuk minum susu tiap pagi untuk menjaga daya tahan tubuh. Untuk mereka yang sehat juga tidak ada salahnya juga meminum multivitamin agar tubuh lebih tercukupi kebutuhan nutrisinya.

2. Gunakan Pakaian Yang Tertutup
Pakaian yang baik akan melindungi kita dari kontak langsung kulit terhadap lingkungan. Bakteri dan jamur yang menempel pada kulit bisa menyebabkan kulit iritasi, gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya. Untuk menutup bagian tubuh tidak diperlukan pakaian khusus, hanya saja harus yang menutup dan berbahan tidak rengggang seperti woll atau lainnya, bagi yang memiliki jaket sangat dianjurkan untuk menggunakan jaket. Celana juga diusahakan bukan celana ketat dan tipis seperti legging atau sejenisnya. Gunakan celana bahan yang leluasa nyaman dikenakan. Setelah selesai melakukan pembersihan arsip, usahakan untuk mengganti pakaian dan segera mencuci pakaian dengan merendamnya di air sabun.

3. Masker
Masker digunakan untuk menyaring udara sehingga material mikrobiologi dapat tersaring dan tidak terhisap oleh paru-paru. Masker yang digunakan bukan sembarang masker, tapi masker yang sesuai standar kearsipan. yaitu masker bundar yang biasa dipakai oleh paramedik. Bentuknya seperti gambar dibawah ini

 

Masker Arsip

gambar dikutip dari iklanmax.com

Masker jenis ini dapat dijumpai di toko matrial seperti Ace Hardware, Mitra 21 dan toko-toko lainnya. Jika anda tidak menemukan masker seperti anda juga dapat menggunakan masker yang memiliki kualitas pembersih udara yang lebih baik seperti yang biasa digunakan para bomber grafiti, namun dengan jenis penyaring (refill) tingkat 3 (dust & bacteria). Sangat tidak dianjurkan untuk menggunakan masker kertas yang berwarna-warni yang biasa dijual dipinggir jalan atau apotik atau masker yang digunakan untuk berkendara motor.

4. Gunakan Kacamata Pengaman

Kacamata pengaman

gambar dari dryeyepain.com

Safety goggles, itulah istilahnya dalam bahasa inggris. Kacamata kedap udara ini melindungi organ pengelihatan kita dari bakteri dan debu yang memungkinkan akan merusak mata kita. Tolong jangan sepelekan hal ini, sebab salah satu teman baik saya adalah seorang tuna netra. Ia kehilangan kemampuan melihatnya karena kedua retina matanya diserang toxoplasmosis yang disebabkan oleh toxoplasma dan toxoplasma tidak hanya dapat menjadi parasit pada hewan, tapi bisa juga pada arsip karena serangga dan tikus yang berkeliaran di ruangan arsip dapat meninggalkan toxoplasma pada arsip.

Safety goggles juga dapat kita dapatkan di toko-toko alat dan bahan bangunan seperti tempat kita membeli masker. Namun jika kita tidak memiliki safety goggles, kita dapat menggunakan alternatif lain. Apa itu? Kacamata renang! 😀 Iya kata Ibu Tamara kalau kita tidak ada safety goggles kita dapat menggunakan kaca mata renang! Hehehe… (serius loh ini!). Kacamata renang bisa dijadikan alternatif karena dapat melindungi mata kita dari udara lingkungan, jika iar saja tidak masuk, tentu udara akan tertutup juga. Usahakan gunakan kacamata renang yang tidak berwarna pada lensanya.

5. Gunakan Sarung Tangan
Sarung tangan yuang digunkana hendaklah sarung tangan yang terbuat dari karet seperti yang digunakan dokter untuk operasi. Sarung tangan karet selain kedap air juga tidak licin, sehingga memudahkan kita untuk menggemgam sesuatu. Tidak disarankan untuk menggunakan sarung tangan plastik untuk membuat kue atau sarung tangan dari bahan kain.

Sarung tangan dokter

Sarung tangan dokter produksi sensigloves

Sarung tangan seperti gambar di atas dapat kita beli di apotik atau toko obat terdekat. Kelihatannya seperti kotak tissue ya 😀

6. Setelah Selesai, Segera Mandi!
Mandi! walaupun udah kemaleman juga tetap usahakan mandi, bahaya kalau bibit penyakit arsip yang menempel pada kulit terbawa terus menerus oleh kita. Gunakan sabun antiseptik seperti dettol atau merk lainnya untuk mematikan bakteri dan virus yang bisa saja menempel pada tubuh.

Nah, 6 cara tersebut diharapkan dapat melindungi kita dari serangan kuman dan bakteri akibat arsip-arsip yang tidak terawat. Semoga Allah selalu melindungi kita dari bakteri dan kuman penyebab penyakit.

Semoga bermanfaat

Advertisements

One thought on “Persiapan Tempur Untuk Petugas Preservasi dan Konservasi

  1. diah

    makasih infonya.. sya kerja d unit arsip sebuah PTN dan buta ilmu kearsipan… btw, d ui itu ada program diploma ya untuk ilmu kearsipan? trus jenjang selanjutnya?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s