Tantangan Besar Moderenisasi

Franz Magnis Suseno -  Guru besar program studi filsafat

Franz Magnis Suseno - Guru besar program studi filsafat

Inilah untungnya jadi warga FIB UI. Selain saya belajar menjadi seorang pustakawan, saya juga ikut kecipratan ilmu dari jurusan-jurusan lainnya. Salah satunya ilmu yang saya dapatkan dari kuliah bersama mata kuliah Kebudayaan Indonesia oleh Bapak Franz Magnis Suseno guru besar program studi filsafat.

Modernisasi hadir bukan hanya sebatas ilmu pengetahuan dan teknologi saja, termasuk ke dalam budaya, etika dan tata cara berkehidupan. Modernisasi dibawa oleh budaya asing melalui media massa seperti televisi, radio, majalah trend dan lain-lain yang mempengaruhi pola tingkah laku manusia secara sadar maupun tidak. Tantangannya ialah ketika modernisasi menjangkit masyarakat, maka budaya-budaya luhur Indonesia tergerus sedikit demi sedikit hingga akhirnya kebudayaan Indonesia dianggap sebagai hiasan atau pajangan dan tidak digunakan sebagai pelengkap kehidupan sehari-hari.

Rasionalisasi

Menurut bapak Franz yang akrab dipanggil Romo Magnis, modernisasi adalah rasionalisasi dan individualisasi. Rasionalisasi budaya adalah merasionalkan, mencari tahu alasan, mengetahui asal usul dan memfikirkan apa yang ada dan dilakukan adalah sesuai dengan logika manusia. Contohnya seperti mengapa kita shalat? Mengapa herus pergi ke gereja dan sebagainya. Rasionalisasi menyebabkan apa yang sudah menjadi budaya yang dilakukan secara turun temurun dipertanyakan oleh pelakunya.

Rasionalisasi yang sering terlihat adalah rasionalisasi dalam ber-agama. Makanya tidak sedikit orang yang mengemukakan pendapatnya mengenai agama. Padahal secara tidak sadar banyak yang sudah melakukan rasionalisasi terhadap budaya. Contoh kecilnya seperti cara makan masyarakat Sunda. Masyarakat Sunda menggunakan tangannya untuk menyuap makanan ke dalam mulutnya. Karena adanya rasionalisasi budaya, budaya tersebut berubah karena kalah dengan pikiran logis manusia seperti; makan dengan tangan tidak sopan, makan dengan tangan tidak higienis, makan dengan tangan berkesan jorok dan lain-lain. Karena rasionalisasi ini, akhirnya nilai-nilai yang ada dalam masyarakat ikut berubah.

Rasionalisasi juga bisa menyebabkan kebutaan terhadap budaya-budaya lain yang ada. Dengan apa yang dipegang teguh oleh seseorang, orang dapat menjadi buta dan berpikir apa yang tidak sesuai dengan logikanya adalah salah sehingga muncullah radikalisme dan fundamentalisme yang melunturkan toleransi dan tenggang rasa sebagaimana dimiliki oleh budaya Indonesia.

Individualisme

Lawan kata dari individualisme adalah sosialisme. Kecelakaan tersebesar yang dialami oleh pemikiran masyarakat Indonesia adalah menganggap sosialisme identik dengan G 30 SPKI yang kejam, beringas dan berbahaya. Padahal dari apa yang saya tangkap di kuliah oleh Romo, justru sosialisme-lah yang mestinya harus dibudidayakan identik dengan budaya Indonesia yang mengutamakan persatuan dan kebersamaan.

Individualisme adalah sifat individual yang bisa diartikan dengan menyendiri, tidak perduli dengan orang lain, eksklusif, hanya mementingkan diri sendiri. Para pakar banyak berdebat tentang hubungan antara individualisme dan egoisme yang sering di-identikan. Tetapi secara umum sikap individualis menimbulkan sifat egois terhadap seseorang.

Akhirnya budaya Indonesia yang menjunjung tinggi kebersamaan seperti gotong royong, kekeluargaan, persatuan luntur karena masyarakat hanya mementingkan dirinya sendiri dan tidak peduli terhadap lingkungannya. Untungnya budaya kebersamaan seperti ini masih bisa kita temukan diluar kota Indonesia.

Terdapat 3 ancaman turunan dari individualisme. Yang pertama adalah Hedonisme. Hedonisme yang dimaksud adalah tingkat gaya hidup, gengsi dan riya akan sesuatu yang dimilikinya. Buah dari hedonisme menyebabkan kesombongan, rasa iri hati dan bermewah-mewahan. Sehingga budaya untuk hidup sederhana dan berkecukupan tergerser.

Kedua adalah konsumerisme. Konsumerisme masih berkaitan erat dengan hedonisme. Perbedaannya, konsumerisme merujuk pada nafsu untuk mengkonsumsi, membeli, memiliki sesuatu secara berlebihan atau sesuatu yang sesungguhnya tidak ia butuhkan. Konsumerisme ini didorong oleh sifat hedonisme yang ditambah oleh lingkungan. Terutama pada iklan-iklan produk di media massa, tawaran sales, dan strategi marketing yang membuat masyarakat memiliki keinginan untuk memiliki sesuatu. Maka tidak heran jika banyak orang yang memiliki sifat rakus, tamak dan serakah.

Yang ketiga adalah liberalisme. Di film 3 idiots, Mr Fayrus mengatakan “life is a competition” yang diartikan bahwa hidup adalah kompetisi, yang kuat akan hidup, dan yang lemah akan mati. Itulah liberalisme. Setiap manusia bersaing untuk menjadi lebih tinggi dibanding orang lain. Sehingga ia akan melakukan apa saja untuk menjadikan dirinya lebih dari orang lain. Idealnya menurut Romo, manusia itu hidup bekerjasama, bukan bersaing satu sama lain. Maka itu beliau tidak setuju dengan sistem pendidikan di Indonesia yang menimbulkan hasrat untuk bersaing dari kecil.

Secara tidak sadar, generasi kita sendiri sebenarnya sudah sangat kental dengan modernisasi karena sudah diajarkan semenjak kecil. Contohnya saja kita sebagai mahasiswa. Mahasiswa berlomba-lomba untuk masuk perguruan tinggi yang baik, ingin cepat-cepat lulus hingga akhirnya masuk kerja. Itu sudah menjadi salah satu bentuk individualisme. Tapi, untungnya masih bisa kita temukan orang-orang yang idealis, bertenggang rasa satu sama lain dan bersikap sederhana sebagaimana budaya Indonesia pada umumnya. Seharusnya kita menjadi orang-orang yang tidak mudah terpengaruh dengan modernisasi budaya.

semoga bermanfaat

Bagi teman-teman yang ingin gunakan sebagai bahan rujukan tugas mata kuliah Kebudayaan Indonesia, diharapkan untuk tidak menjiplak rangkaian tulisan secara keseluruhan dan tolong cantumkan sumber. Trims 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s