Artikel ‘Pencak Silat Asli Indonesia’ kontroversinya dan komunitasnya

Pencak silat pada Asian Beach Games

Aksi Pencak Silat pada Asian Beach Games

Pada Agustus 2009, saya memposting sebuah tulisan tentang pencak silat di anakui.com. Berikut artikel yang saya tulis di anakui.com

Saya bangga sebagai Warga Negara Indonesia karena negara ini memiliki banyak kebudayaan yang kaya dan sangat inspiratif. Salah satunya adalah kebudayaan teknik bela diri Pencak Silat yang menjadi teknik beladiri khas Indonesia.

Menurut Wikipedia. Pencak Silat diperkirakan menyebar di kepulauan nusantara semenjak abad ke-7 masehi, akan tetapi asal mulanya belum dapat dipastikan. Meskipun demikian, silat saat ini telah diakui sebagai budaya suku Melayu dalam pengertian yang luas, yaitu para penduduk daerah pesisir pulau Sumatera dan Semenanjung Malaka. Tapi saya tidak setuju dengan Wikipedia. Karena menurut guru besar Merpati Putih saya sewaktu SMA, dituturkannya kepada saya bahwa Pencak Silat itu berasal  dari MInangkabau dengan nama aliran Pencak Silat Tuo. Jadi , Pencak Silat itu berasal dari negeri ini, kita harus bangga karena Pencak Silat, karena ini adalah warisan asli Indonesia yang menyebar luas di Asia tenggara.

Tidak menutup kemungkinan Pencak Silat ini bisa di Claim oleh negara tetangga, karena Pencak Silat ini banyak terdapat di Malaysia, Thailand dan Filipina. Dan Indonesia belum mematenkan jenis kebudayaan ini. Karena memang di Indonesia Pencak Silat masih kalah populer dibandingkan dengan Taekwondo dan Karate.  Sungguh amat disayangkan sekali.

Di Indonesia Pencak Silat berkembang menjadi banyak aliran. Salah satunya di Kampus kita ini ada terdapat satu jenis aliran Pencak Silat yaitu Merpati Putih. Aliran ini cukup unik. Karena aliran ini tidak berkonsentrasi pada teknik beladiri saja, namun meliputi teknik penyembuhan, tenaga dalam dan getaran.

Terlepas dari perkenalan singkat tentang Pencak Silat. Saya ingin mengajak teman teman ke inti permasalahan kenapa saya membuat tulisan seperti ini.

Di Indonesia banyak sekali budaya seni bela diri asing yang berkembang di tanah air. Sebagai contoh Taekwondo, Karate, Kung Fu, Wushu, Taichi, Kendo, Judo, dll. Banyak pilihan untuk kita dalam memilih seni bela diri. Namun kita sering kali lupa dengan Pencak Silat. Pencak Silat seringkali kalah populer di beberapa daerah oleh bela diri jenis lain. Padahal dibalik dari pencak silat banyak ilmu yang lebih bermanfaat dibanding jenis bela diri lain.

Seperti di Kampus kita ini. Merpati Putih masih kalah peminatnya dengan bela diri impor. Apa mungkin Pencak Silat kurang menarik bagi Mahasiswa UI? atau bela diri lain lebih keren karena keseharian kita yang seringkali disuguhi dengan tayangan tayangan TV aksi bela diri asing?

Saya sangat iri terhadap Cina selaku pemilik seni Bela Diri Kung Fu. Dimana rakyatnya sangat mencintai kebudayaan tersebut dan sangat dijunjung tinggi bahkan setiap film laga di China sering disisipi aksi Kung Fu. Berapa kali kita menemui Film bertema Kung Fu seperti Kung Fu Hustle, Fearless, Crouching Tiger Hidden Dragon, Bahkan hingga Film animasi yang berjudul Kung Fu Panda buatan Amerika. Akibatnya seluruh dunia itu tahu dan kagum terhadap seni bela diri Kung Fu dari cina.

Everybody was kung-fu fighting
Those cats were fast as lightning
In fact it was a little bit frightning
But they fought with expert timing

Andai saja Pencak Silat bisa sama seperti Kung Fu, sedih sekali rasanya karena saya kerap kali melihat di Sekolah sekolah dasar, SMP dan SMA seni bela diri yang paling diminati bukan seni bela diri dari negeri sendiri.

Saya berharap kita semua lebih mencintai seni dan budaya dar negeri sendiri, kita mulai dari hal hal kecil saja. Seperti dalam memilih seni bela diri dari dalam negeri. Jangan sampai kita merasa memiliki ketika kita kehilangan. Seperti Batik, Penjualan kemeja dan baju batik meningkat drastis semenjak di Klaim oleh negara tetangga. Begitu pula dengan tari pendet yang saat ini gencar dipertontonkan di mana mana karena ada hal tersebut. Semoga hal ini tidak terjadi dengan Pencak Silat.

semoga bermanfaat

Saya bener-bener nggak nyangkan dari tulisan saya yang simple dan nggak panjang lebar itu ternyata membuahkan sebuah diskusi panjang dan lebar dari para komentator-komentator dai anakui.com. Memang saya akui tulisan tersebut tidak ilmiah karena hanya sebuah tulisan ringan yang saya buat ketika nggak ada kerjaan di kosan. Hal yang dipermasalahkan ada pada paragraf ke 2. Di paragraf tersebut mengenai sejarah pencak silat. Saya mendapatkan sumber dari wikipedia yang sebenarnya tidak boleh dijadikan sebagai sumber penulisan ilmiah. Tetapi mengenai cerita tentang asal pencak silat dari daerah minangkabau saya dapatkan dari seorang

Komentar pertama dari Bola yang meng-iyakan pendapat di paragraf ke 2

Iye sejarahnya pencak silat sebenarnya, berkembang di daerah Minangkabau,
Silat Tuo itu diturunkan dari 4 aliran silat dari 4 pendekar Minang..abad 10-11 M, yang berjuluk
1. Anjing Mualim (belajar di Asia Barat)
2. Harimau Campa (silat Harimau) jurus , film merantau …belajar di Campa
3. Kambing Hutan…belajar di Kamboja
4.Kucing Siam (siam)..belajar di siam

4 Dasar Ilmu Beladiri ini belum dapat dikatakan silat… Namun pada abad 11..dikembangkan dan disatukan oleh seorang Bangsawan Minang menjadi silat…jadinya silat benar-benar hasil kreasi Indonesia… Bukan Mental Template (Copy Paste)..tapi menjadi kreasi yang jauh luar biasa dari sebelumnya..
Untuk mempopulerkan pencak silat, maka disetiap tarian Minang disisipkan jurus-jurus dengan maksud agar…kelestarian silat tetap terjaga, hingga kini kita dapat melihat tarian minang yang khas sekali dengan gerakan-gerakan silat.

4 Julukan nama pendekar MInang ini diberikan sesuai dengan daerah mana ia menuntut ilmu beladiri… jadi sebetulnya dari namanya Campa dan Siam, kita bisa tau dasar silat juga berasal dari Indocina, namun oleh masyarakat Minangkabau dikembangkan dan dikreasikan menjadi pencak silat dasar yang kemudian berkembang dibanyak wilayah Nusantara.

silat ini bermula 4 langkah… Lama kelamaan di kembangkan menjadi 7 langkah dan mulailah ditambahkan kata “Pencak”

Tradisi Minang, yang disebut merantau, dimana seorang laki2 dianggap menjadi seorang pria sejati apabila telah melakukan ujian yang berat dengan melakukan perantauan…sebelum berangkat merantau pasti diadakan tes kesiapan pencak silat, “jadinya pada waktu dahulu kalo sudah merantau pasti bisa silat”,” Tapi selalu di Ingatkan dengan pepatah dimana Bumi di Pijak di situ langkit dijunjung…suatu amanah yang harus dipegang para perantau agar selalu rendah hati dan bermanfaat” Pola perantauan yang harus ke pulau sebrang, merupakan salah satu faktor penyebaran silat baik di Semenanjung Malaya (sekarang Malaysia) maupun silat-silat lainya di Nusantara,
Pencak Silat adalah warisan Indonesia, yang harus Kita lestarikan.
Tontonya Film Pencak Silat “Merantau” keren.. Abiez…
semoga Infonya Bermanfaat

Komentar kedua dari Bola klarifikasi tentang nara sumber

Mungkin hal ini yang saya tahu berdasarkan cerita…. (Tambo Minang) dari situs di Internet.yang memang sangat sulit untuk dibuktikan (karena sulit memisahkan mana fakta dan mana legenda)……perkembangan silat pun ada yang bilang sebelum masehi. abad 7 ada yang bilang abad 10…
Belum ada kesimpulan yang pasti bahwa pencak silat benar-benar asli nusantara dan dari awalnya tidak ada pengaruh dari wilayah mananpun di dunia ini.

Tetapi gerak-gerakan silat yang pada umumnya berasal dari gerakan binatang / (terutama hewan-hewan yang hanya ada di daerah tropis , Asia Tenggara… seperti (Harimau (silat harimau), monyet (silat cingkrik), ular, bangau ) dan lain-lain

Kemungkinan besar silat benar-benar berasal dari Nusantara……dan Nusantara itu cikal bakalnya silat dapat kita katakan berada di wilayah Indonesia saat ini…

Mungkin Perdebatan tentang Asli atau silat mengadopsi dari bela diri dari wilayah yang sekarang bukan Indonesia bukanlah sesuatu yang kita dapat katakan dua-duanya benar, kedua hal itu harus di buktikan benar atau tidaknya..berdasarkan literatur (bukti tertulis), toponimi (penamaan suatu wilayah ) dan lain-lain…

Namun apabila dunia Internasional, mengatakan silat asli Indonesia, itu benar, karena Pencak silat hanya ada di Indonesia…dan kreasi bangsa Indonesia

seperti halnya karete, taekwondo dan agama Budha Zen di Jepang, yang sebenarnya mengadopsi dan mengkreasikanya dari bela diri yang berkembang di cina Daratan (apakah mungkin itu kungfu ?) dan Agama Budha India, di Adopsi dan dan dikreasikan di Cina, Agama Budha Cina di Adopsi dan dikreasikan di Jepang jadilah agama Budha Zen.

Mungkin penjelasan saya kurang benar…mungkin
bila ada teman-teman yang tau tentang penelitian pencak silat sebagai khasanah warisan Indonesia..dapat disampaikan dalam tulisan ini agar mendapat kesimpulan yang baik.

wasalam

Komentar yang tidak sependapat dari bro Muhammad Irsan

Salam…Mohon maaf sebelumnya….terus terang saya kurang sependapat seandainya silat dikatakan berasal dari minangkabau….setahu saya yg belajar dan jg mempelajari sejarah silat tradisional suku melayu, silat sudah ada sejak zaman kerajaan sriwijaya yg telah ada lebih dahulu jauh sebelum adanya kerajaan minangkabau. Oleh karena itu boleh dilihat bahwa disetiap pesisir di bumi nusantara ini yg bersuku melayu antara lain : pesisir sumatera, kalimantan, sulawesi termasuk nusa tenggara barat dan betawi memiliki seni beladiri silat. Dinamakan Silat Tuo di minangkabau diperkirakan itu memang aliran silat yg tertua di minangkabau, jd bukan silat tuo minangkabau adalah asal usul silat di bumi nusantara ini. silat tuo hanya sebatas aliran silat yg tertua di minangkabau saja…terima kasih…

Komentar dari bro Kunderemp yang mencerahkan 🙂

Pertama, budaya itu cair sesuai dengan pergerakan para pelakunya. Kekuasaan Majapahit dan Sriwijaya di masa lalu tidak terbatas oleh geografi Republik Indonesia modern. Jadi jangan sekali-kali benturkan antara klaim budaya dengan nasionalisme.

Kedua, silat atau pencak adalah memang asli Indonesia tetapi juga tak bisa dipungkiri, bahwa dengan strategisnya posisi Indonesia, dalam perkembangan, silat juga dipengaruhi oleh kungfu dan beladiri-beladiri lain. Jadi tak perlu emosi kalau sudah main klaim siapa mempengaruhi siapa.

Ketiga, belajar dari kasus Muay (Thailand versus Kamboja). Walau itu budaya Khmer atau tepatnya Indo-China, tetapi dengan promosi dan perbaikan pada aturan-aturannya, Thailand berhasil menggabungkan namanya dengan beladiri Muay. Kamboja yang sempat protes, sekarang tak terlalu terdengar. Yang terdengar malah Burma alias Myanmar yang rajin bertanding secara ilegal di perbatasannya dengan Thailand.

Keempat, Silat pun ternyata juga mempengaruhi beladiri lain, seperti yang terjadi di Thailand Selatan yang dahulu bekas kekuasaan Sriwijaya. Coba saja cari Muay Chaiya. Chaiya, ada yang mengatakan berasal dari kata Cahaya tetapi ada juga yang mengatakan berasal dari nama ‘Sri Wichaiya’ (Sri Wijaya).

Kelima, jangan terlalu yakin silat hanya berasal dari satu daerah tertentu apalagi bila hanya mengandalkan legenda seperti tambo. Setiap daerah punya perbedaannya sendiri-sendiri. Silat Minang dan Jawa punya perbedaannya. Pesisir dan Desa punya perbedaannya. Sunda, Jawa, Bali, masing-masing punya perbedaannya. Ada saling mempengaruhi karena pergerakan penduduknya tetapi bukan berarti silat yang satu pasti berasal dari yang satu. Kata Pak O’ong Maryono di salah satu catatan facebook-ku, ada sekitar 280 aliran silat di Indonesia.

Keenam, silat juga memiliki versi olahraga dan tradisional. Saat ini, keduanya terancam punah. Silat olahraga, mengalami penurunan kualitas, kalah dari Vietnam berkali-kali walaupun di Asian Martial Art Games di Thailand kemarin, Indonesia mendapatkan medali lebih banyak dari Vietnam. Silat Tradisional, karena banyak yang tidak menyadari betapa berharganya.

Silek Harimau yang di film “Merantau’ adalah salah satu silat tradisional. Selain itu masih ada Silek Tuo, Cingkrik, Cikalong, Sahbandar, Gerak Rasa, dan lain-lain.

Ketujuh, hati-hati, bukan hanya Malaysia dan Filipina yang mengklaim (Filipina lewat muridnya Bruce Lee, Dan Inosanto) tetapi juga Thailand. Bahkan Tony Jaa pun belajar silat. Dia memperagakannya di Asian Martial Art Games di Thailand. Juga beberapa kali diundang oleh Pelatnasnya Thailand.

Kedelapan, definisi pencak dan silat berbeda-beda tergantung di daerah mana dan menurut tokoh siapa. Di Indonesia, keduanya disatukan menjadi istilah “Pencak Silat” agar tidak ada yang terlupakan.

Thx, buat Ridwan yang mencoba menyalakan api di anakui.com. :D

Menurut saya memang sangat sulit untuk menelisik sejarah budaya yang tidak berbentuk rupa seperti pencak silat. Karena tidak ada benda temuan arkeologinya. Maka dari itu untuk membahas hal ini saya belum sanggup karena harus melakukan penelitian yang sangat lama seperti  yang dilakukan oleh pakar pencak silat yaitu Bapak Oong Maryono dengan bukunya yang berjudul “Pencak Silat Merentang Waktu”. Saya sendiri belum pernah membaca buku tersebut karena belum pernah melihatnya di perpustakaan terdekat. Semoga saja suatu saat bukunya hadir di perpustakaan FIB UI karena relevansi buku tersebut yang membahas budaya dan sejarah

Seminar pencak silat dalam prespektif sejarah dan kebudayaan

Kebetulan di tanggal yang sangat spesial yaitu 17 Februari ini di FIB UI kampus tercinta terdapat sebuah seminar tentang pencak silat yang diselenggarakan oleh mahasiswa Arkeologi FIB UI. Hal ini mengingatkan saya dengan tulisan yang pernah saya publish di anakui.com. mengapa? Karena di dalam seminar tersebut sepertinya menjawab pertanyaan saya di paragraf ke 2 tentang asal muasal pencak silat. Bapak Oong Maryono, yang datang khusus dari Thailand ke Indonesia untuk menjadi pembicara dalam acara tersebut mengatakan bahwa pencak silat sudah ada semenjak era kerajaan Sriwijaya. yaitu sekitar abad ke 7. Dan karena saya tidak mengikuti seminar dari awal karena kuliah dan tidak sampai akhir karena harus mengurus publikasi sebuah komunitas baru saya tidak bisa mendengar seminar dari ke-empat pembicara yang super keren itu.

Pencak Silat Merentang Waktu, buku karya Oong Maryono

Pencak Silat Merentang Waktu, buku karya Oong Maryono tentang pencak silat

Di acara tersebut dihadirkan tokoh-tokoh pencak silat  dari daerah-daerah dan melakukan demo pencak silat  dari nusantara. Di antaranya ada perguruan dari minang, banten, betawi, jawa dan lain-lain. Subhanallah, kapan lagi saya diberi kesempatan untuk menyaksikan langsung demo-demo silat dari nusantara dalam satu hari? Terimakasih banyak nih buat penyelenggaranya.

Publikasi apa sih yang diurus sampe nggak bisa ikutan seminar pencak silat? tentunya sebuah publikasi yang sangat penting dong. Teman saya yang bernama Norman dan Tituk sedang mencoba untuk mengumpulkan mahasiswa FIB UI yang  pernah belajar bela diri ataupun tertarik dengan bela diri untuk belajar bersama dalam sebuah komunitas. Karena banyak sekali mahasiswa yang pada saat SMA tajin latihan bela diri, namun ketika kuliah kegiatan tersebut terhenti karena tidak ada kegiatan bela diri di fakultas. Tujuannya nggak muluk-muluk sekedar berlatih bersama-sama, sharing, berbagi ilmu dan syukur-syukur cabang bela diri apapun itu di tingkat UI bisa dimenangkan dari atlit FIB yang berasal dari komunitas ini.

Dari sebuah komunitas bela diri tersebut diusulkan untuk menjadi sebuah komunitas bela diri yang berbudaya karena kita ada di kampus budaya. Indonesia memiliki salah satu jenis bela diri yang bernama Pencak Silat. Kita sepakat untuk menamakannya menjadi komunitas pencak silat karena kita harus menjaga dan melestarikan kebudayaan Indonesia yang satu ini. Padahal Tituk itu dulunya anak taekwondo loh! Hehehe

Nah, buat temen-temen yang mau ikutan kegiatan komunitas ini kita welcome banget terutama buat warga FIB. kita latihan setiap hari Senin dan Kamis pukul 4 sore. Latihannya berupa pemanasan (pastilah! :D) latihan gerakan, latihan teknik, latihan bertarung dan latihan pernafasan. Kalau nggak mau ikut semuanya juga gpp karena kita fleksibel banget kok 😀

Silat Practice Kampus UI Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya

Advertisements

17 thoughts on “Artikel ‘Pencak Silat Asli Indonesia’ kontroversinya dan komunitasnya

  1. surya dharma

    pencak silat jg ad y brasal dri kalbar,,,,,,,,,,,
    sbgai suku mlayu tua kmi yg tgl d psisir pntai kalbar jg sngt mngmbngkn n mlstarikan kbdayaan mlayu tsb,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

    tag kn hlang melayu d tlan zaman,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

    Reply
  2. ardi kesuma khannaz

    Alhamdulillah. Sejak film “The Raid” mnjadi sangat fenomenal dan trkenal di hampir sluruh dunia. Film trsebut sangat mperkenalkan martial art PENCAK SILAT yang memang asli Indonesia. So.. Akhirna orang2 amerika sana, dan eropa sangat mngetahui dari film itu bahwa pencak silat asli indonesia. Terima kasih skali kpada sang sutradara asal Wales, Gareth Evans, atas jasa beliau mbuat film “The Raid”, hingga pencak silat dan indonesia mnjadi smakin terkenal. Trutama melalui media film. Yang mjadi media yg sangat2 berguna

    Reply
  3. Bang Ochid

    waah… tulisan yang menarik.

    pertama (*kunderemp mode on :D) saya sepakat dengan komentar kunderemp karena saya cukup kenal dengan sang pendekar muda ini

    kedua, ide pembentukan “komunitas bela diri” itu bagus sekali. tapi mungkin lebih bagus kalo nama nya “komunitas pencak silat” sesuai jiwa dari artikel ini

    ketiga saya kenal beberapa mahasiswa FIB yang cukup concern dengan perkembangan pencak silat dan juga belajar pencak silat

    silakan mampir ke http://duniasilat.wordpress.com

    wassalam

    Reply
  4. ranu

    kenapa mnrt saya silat kurang menarik? krn gerakannya terlalu banyak menari dan bertele tele makanya mungkin banyak masyarakat kt kurang tertarik, ini menurut saya…. tidak seperti muaythai or kungfu yang lugas

    Reply
  5. risqo

    klo menurutq silat dindonesia dah bnyak peminatnya loh… ada pn. ks. sh terate, sh winongo. dali kumbang. n masih banyak yg lain… n peminatnya juga g sdikit,,,, bahkan (persaudaraan setia hati terate) ada di luar negeri… n yg menurut smpeyan yg gerakan menari tuh… tuh seninya…itulah khasnya indonesia.. n juga banyak makna yg terkandung dalam ajaran silat indonesia…. bukan hanya berantem aja… tpi juga rohaninya juga..

    Reply
  6. RunRunRun

    Sedih sob, karena kemaren mei pencak silat ditolak oleh fakultas big four (FISIP, FT, FE, dkk. buat maju jadi cabor baru di Olimpiade UI 2013. Malah milih cabor Hockey, sad 😦

    Reply
  7. hari

    saya jg cinta silat sama seperti penulis. tentang silat menurut saya jauh lebih tua dari apa yg disebut2 dlm sejarah silat saat ini. justru saya merasa bahwa silat itu adalah induk dari semua beladiri yg ada didunia ini. mudah2an kelak waktu yg akan menjawabnya….

    Reply
  8. arok

    Sori gan ane mau menambahkan nih..kalo yg namanya silat itu luas cakupannya karna saking banyak alirannya. Pernah ga agan mendengar nama “MAENPO”? Maenpo itu beladiri asli tanah sunda, di kalangan orang2 maenpo di kampung saya istilah nama silat sendiri itu terbilang baru. Baru dalam artian org sunda jaman dulu menyebut nama beladiri mereka MAENPO bukan silat. Bahkan jika saya main k tanah kelahiran kakek saya di karangnunggal tasikmalaya mereka lebih mengenal MAENPO ketimbang silat. Silat mulai membuming di tanah sunda sendiri ketika terbentuknya ikatan pencak silat indonesia IPSI, itu kata salah satu murid almarhum kakek saya yg meninggal 4 tahun lalu di usia yg hampir 1abad.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s