Cerita mengenai gambaran negara ini : Yakin Miskin?

Sebuah keluarga yang kaya raya baru saja kehilangan anak keduanya, karena sakit dan tidak dibawa ke rumah sakit. Saat upacara pemakaman yang begitu mewah berlangsung, mewah karena menyajikan jamuan makan prasmanan, beberapa orang bertanya-tanya, mengapa anaknya yang sakit tidak dibawa ke rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia.

Padahal sudah jadi rahasia umum kalau kekayaan keluarga itu mampu untuk membeli sebuah rumah sakit, sekaligus menggaji seluruh dokter spesialisnya. Juga beberapa minggu sebelumnya, mereka sekeluarga baru saja membeli pesawat pribadi untuk keliling Eropa. Apalagi kabar yang terdengar oleh tetangganya, anaknya meninggal hanya karena sakit malaria. Bisik-bisik warga akhirnya terdengar sampai ke telinga si kepala keluarga, yang kekayaannya ditaksir mencapai milyaran dolar Amerika.

Lalu dia bangkit berdiri dari duduknya, maju ke podium utama di depan makam putranya, dan berkata, “bapak ibu sekalian, terima kasih sudah hadir di upacara pemakaman anak kami. Mungkin ada diantara kita yang bertanya: mengapa pemakaman anak kami menyajikan makan prasmanan. Karena saya sudah merencanakan demikian, sudah termasuk dalam anggaran kematian.”

Lalu dia melanjutkan: “anak kami meninggal karena sakit. Mengapa kami tidak membawanya ke rumah sakit? Karena anggaran kesehatan kami tahun ini sudah habis digunakan saat anak pertama kami sakit dan dibawa ke rumah sakit di Singapura. Kami memang berduka. Tapi anggaran kami untuk bersenang-senang dan rekreasi masih ada. Oleh karenanya kami minggu depan akan jalan-jalan ke Amerika. Kalau bapak ibu saudara mempertanyakan lagi, mengapa kami tetap akan membangun rumah mewah di negeri tetangga, sedangkan anak kami mati karena sakit malaria, itu karena anggaran untuk membangun rumah itu sudah kami rencanakan dan siapkan sebelumnya. Semuanya sudah ada anggarannya. Jadi kalau anak kami sakit dan mati karena tidak dibawa ke rumah sakit, itu karena anggaran kesehatan di keluarga kami sudah tidak ada lagi sampai akhir tahun ini. Ini semua memang sudah takdir Ilahi.” Kepala keluarga itu kemudian turun dari podium utama, lalu mengajak istri dan anaknya yang masih ada, untuk pergi beranjak dari lokasi pemakaman dengan Roll Royce yang baru saja dibelinya. “Maaf, alokasi waktu kami untuk pemakaman sudah habis. Jika bapak ibu masih ingin tinggal untuk menghabiskan jamuan makan yang kami sediakan, kami persilahkan.” Kemudian dia masuk ke mobilnya, dan pergi meninggalkan kerumunan warga yang ramai berbisik-bisik membicarakan pidato singkatnya.

********/*******

Anggota DPR pergi kunjungan kerja ke Eropa dan Afrika, mengapa dipermasalahkan? Kan sudah ada anggarannya. Presiden membeli pakaian dan sedan baru kenegaraan, mengapa diributkan? Kan sudah ada anggarannya. MPR ingin membangun gedung mewah seharga trilyunan rupiah, mengapa dibuat susah? Kan sudah ada anggarannya. Rakyat Indonesia pada umumnya memang sedang susah. Rakyat Indonesia juga banyak yang sakit dan tidak mampu berobat ke rumah sakit. Rakyat Indonesia masih banyak yang belum mampu sekolah karena untuk makan saja susah. Rakyat Indonesia memang banyak yang miskin, itu intinya.

Tapi… Bukankah sudah ada anggaran untuk rakyat miskin, RASKIN? Bukankah sudah ada anggaran kesehatan untuk rakyat miskin, JAMKESMAS? Bukankah sudah ada anggaran pendidikan, BOS? Soal anggarannya yang tidak cukup, mengapa dipersoalkan? Salah sendiri tidak bisa mencukupkan. Tunggu hingga tahun depan saat anggaran baru dibuat dan dimusyawarahkan. Sekarang… biarkan anggota DPR menikmati perjalanan studi bandingnya ke luar negeri bersama anak istri. Biarkan presiden memakai kemeja mewah seharga jutaan rupiah. Biarkan MPR membangun gedung kantornya yang mewah. Itu semua sudah ada anggarannya.

hanya copy paste, sumber dari sini

Advertisements

One thought on “Cerita mengenai gambaran negara ini : Yakin Miskin?

  1. dedy

    -_- bukan masalah anggaranya aja tapi juga pengelolaanya, masalahnya pejabat kita lola klo suruh mikir soal rakyat tpi tanggap klo ada duit..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s