Pustakawan PNS Dapat Tunjangan Kelangkaan Profesi Loh!!

Librarian

Seperti biasa, sebagai calon sarjana pustakawan pasti paling asik kalau bwosing-browsing informasi di internet mengenai Perpustakaan. Kali ini saya menemukan sebuah info yang cukup menarik untuk dibaca dari website Dunia Perpustakaan tentang tunjangan kelangkaan profesi pada sarjanan pustakawan yang bekerja di daerah.

Secara kasar kondisi tenaga perpustakaan di daerah sesuai dengan artikel yang sebelumnya bisa diambil benang merah bahwa perpustakaan daerah sangat kekurangan tenaga ahli perpustakaan. Maka pekerja di perpustakaan daerah yang tergolong pegawai negeri sipil (PNS) umumnya adalah PNS yang tidak memiliki latar belakang perpustakaan dan ditempatkan di perpustakaan dengan 6 kemungkinan. yaitu :

  1. Pegawai yang bermasalah
  2. Pegawai yang tidak berprestasi
  3. Pegawai buangan ( gabungan dari nomor 1 dan 2)
  4. Pegawai yang mengalami sakit berat.
  5. Tempat persinggahan sementara bagi calon pejabat struktural yang akan menaiki singgasana ke eselon yang lebih tinggi.
  6. Pejabat struktural yang akan memasuki masa pensiun

Makanya itu perpustakaan daerah nggak maju-maju karena yang memegang peranan vital perpustakaan bukan orang yang ahli dalam bidangnya udah gitu buangan lagi :D. Naas dah! Tapi katanya fenomena ini sudah biasa dalam struktur kepegawaian pemerintahan. Parahnya lagi pegawai yang bermasalah yang umumnya karena masalah korupsi sengaja ditempatkan di perpustakaan karena perpustakaan adalah zona kering dar lembaga pemerintahan. Oh my God! Udah kering dikorupsi mau jadi apa coba?

Posisi pustakawan ini kurang diminati oleh kebanyakan PNS karena yang pertama Perpustakaan masuk ke dalam zona kering, sehingga konsep tentang pearadigma penghasilan di luar ketentuan perundangan (non budgeter / kebohongan manajemen anggaran) yang akan didapatkan dari institusi tersebut hampir tidak ada. Kedua, image pustakawan adalah PNS yang masuk ke 6 daerah diatas. Intinya kalo lo jadi pustawakan PNS lo adalah PNS-PNS yang punya image jelek :D. Yang terakhir alasan klasik Pustakawan  masih dianggap sebagai profesi tukang jaga buku. Enak aja masa kita disamain sama tukang jaga parkir atau sendal. Melihat kondisi-kondisi di atas jelas saja kalau image dan kondisi perpustakaan di daerah jelek. Sesuai sama yang dikatakan sama dosen saya waktu mengajar Administrasi Lembaga Informasi.

Nah, di dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 16 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, pasal 39 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 dicantumkan pada ayat ke-6 berbunyi “Tambahan penghasilan berdasarkan kelangkaan profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberikan kepada pegawai negeri sipil yang dalam mengemban tugas memiliki keterampilan khusus dan langka.” Pustakawan banget nggak sih? Secara kita punya keterampilan khusus dan langka… hehehe

Jadi buat pemuda-pemuda daerah yang menempuh studi ilmu perpustakaan siap-siap aja melamar jadi PNS agar meregenerasi perpustakaan daerah dan menghapus image buruk pustakawan dan perpustakaan. Buat pemuda Sarjana perpustakaan yang tinggal di daerah sepertinya hal profesi PNS ini cukup menggiurkan. Selain hidup kita akan dijamin oleh negara, kita juga dapet tambahan uang saku. Asik bukan?

note : soal menyoal berapa jumlah tunjangannya jangan tanya saya ya 😀

Advertisements

9 thoughts on “Pustakawan PNS Dapat Tunjangan Kelangkaan Profesi Loh!!

  1. Tulus WJ

    Kasian ya pustakawan…. tapi inget ya, pustakawan itu pekerja sosial dan profesi sungguh luar biasa… lebih hebat lho dari guru. kalau guru hanya mampu menguasai 1 atau beberapa mata pelajaran, kalau pustakawan ya ampun seluruh disipilin ilmu dikuasai… biarpun hanya kulit luarnya saja…he…he…he…

    Reply
  2. kuli negara

    ada satu kategori lagi:

    7. PNS yang pengen punya waktu banyak luang sehingga bisa ngurus bisnis di luar (daripada korupsi.. ya ngga..?)

    Reply
  3. melky

    sebaiknya diusulkan juga sertifikasi bagi pustakawan, khsusunya bagi pustakawan ahli. Jika diamati, saat ini masih ada warga yang bisa berbahasa daerah/bahasa lainnya tetapi tidak dapat berbahasa Indonesia,,,kasihan. Suatu saat tugas itu oleh perpustakaan karena terbuka bagi siapa saja termasuk perpustakaan perguruan tinggi, Pustakawan pasti sanggup mendidik dan melatih mereka. Bagi kaum awam perpustakaan, sepandai apapun diri yg Anda rasa,pandaikan juga diri dengan belajarlah lebih dalam tentang profesi yg diamati dan menghargai profesi itu

    Reply
  4. mas didin

    Kita jangan terlalu mempermaslahkan hal itu, yang penting kita bekerja ikhlas dan sepenuh hati, jika kita melakukan hanya “demi” tanpa keihlasan mungkin apa yang kita lakukan hanya menuntut “pamrih” dengan apa yang telah kita lakukan.
    dengan ketekunan dan keihlasan, insya Allah pasti ada jalannya. Takdir, jodoh dan rizki sudah ada yang mengatur…..
    salam pustakawan

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s