Klasifikasi Folder Dalam Hardisk Komputer

klasifikasi folderBukan cuma koleksi Perpustakaan saja yang butuh dikasifikasikan, Folder di dalam Komputer juga perlu agar mencari file tidak menyulitkan. Terkadang apa yang kita cari dengan fitur search yang ada di komputer juga belum menjawab kebutuhan kita dalam mencari file. Jadi agar file tidak berantakan di dalam komputer sebaiknya di klasifikasikan dong foldernya, Betul? <–(ala Aa Gym)

Sebelum memulai mengklasifikasi Folder dalam komputer sebaiknya Hardisk di partisi dulu. Kenapa? Agar ketika nanti komputer ingin di Install ulang, data yang ada di Hardisk hanya partisi C: saja yang dibabat habis. Mempartisi HDD bisa dengan software Symantec Partition Magic disini, berita baiknya bagi pengguna Windows 7 bisa langsung mempartisi HDD tanpa software khusus, Caranya cukup ketik “partition” pada search bar di menu start dan pilih “create and format hardisk partition”.

Seminimalnya berikan minimal 20 Giga space buat C:, sisanya terserah anda. Kalau saya dengan ukuran HDD 250 Giga saya membagi 100 Giga untuk D: (data) dan 100 Giga untuk E: (entertainment), sisanya ada sekitar 35 Giga untuk drive C: (System) dan usahakan untuk menginstall program-program besar di partisi lain selain C: (kalau saya di taruh di partisi D: dengan folder programs>program files). Usahakan tidak membuat partisi lebih dari 3, karena akan mengurangi umur HDD.

Setelah itu pindahkan Folder My Documents beserta objects bank data My Documents ke drive selain C: agar drive C tidak Penuh. Setelah dipindah, baru kita mulai klasifikasi (Khusus untuk file word). Ada 2 pilihan untuk pengklasifikasian dokumen.

1. Mengklasifikasi berdasarkan jenis file
Jenis pengklasifikasian ini memudahkan untuk kita mencari file berdasarkan jenisnya. Buatlah folder di my documents dengan nama aplikasi seperti contoh; word, power point, excel, photoshop. Jenis ini adalah jenis yang sedang saya gunakan di komputter rumah. Kelemahannya ketika file semakin banyak, kita semakin bingung melihatnya, namun bisa kita akali dengan mengubah sort (urutan) berdasarkan modified (data terakhir di modifikasi). Namun agak sulit untuk mencari judul file yang kita lupa namanya.

2. Berdasarkan kegiatan
Jenis file ini saya gunakan di dalam laptop saya. Kenapa? Karena jenis ini lebih mudah untuk mentransfer data suatu kegiatan ke dalam flashdisk dalam satu folder sekaligus, sehingga lebih nyaman untuk orang yang memiliki mobilitas yang cukup tinggi. Membuat foldernya tergantung dari kegiatan kita dan bisa dibagi lagi menjadi beberapa Subfolder. Contoh : Di dalam folder “Kuliah” di dalamnya berisi sub folder “Semester I” dan “Semester II” di dalam folder kedua folder tersebut dibagi lagi dengan folder mata kuliah. Cara ini membuat kita lebih simple dalam mencari data, hanya saja saat kita mau menyimpan data baru pada program agak ribet karena harus masuk/keluar dari folder untuk menyimpan di folder yang ingin dituju. Tetapi sangat mudah ketika kita ingin menransfer data suatu kegiatan langsung terkirim semua tanpa mencari file satu-satu karena perbedaan jenis file. Lalu ketika mencari kita juga bisa menggunakan fungsi sort “by type” untuk mencari file berdasarkan jenis filenya di dalam suatu folder.

Jangan lupa untuk membuat folder “Arsip” untuk memisahkan file/folder yang sudah tidak terpakai agar tidak bercampur dengan koleksi file aktif (sering digunakan) untuk mempermudah temu kembali. Untuk folder arsip bisa dibagi ke dalam folde berdasarkan bulan atau tahun.

Selain menggunakan untuk menyimpan file yang bersifat pekerjaan. Drive D: pada laptop saya juga digunakan untuk menyimpan file program komputer yang diinstal, program mentah, Foto, unduhan <– (Bahasa apa nih?), halaman internet (Webpage), buku elektrik dan lain-lain

Jika membuat partisi data lebih dari dua, usahakan gunakan partisi ketiga untuk hiburan (entertainment) dan file-file titipan. Di komputer saya untuk pengklasifikasian Folder pada Drive E: Dibagi menjadi  , yaitu : Musics, Videos, Movies, Comics, Games, dan lain-lain yang berhubungan dengan hiburan. Tidak lupa juga bagi pengguna Windows 7 untuk memasukan koleksi folder ke dalam library dengan mengklik kanan folder dan pilih “include in library”

Mudah bukan? coba deh ketika membeli komputer baru dan susun file serapih mungkin pasti komputer kita akan semakin enak untuk kita pakai bekerja. Jangan lupa minimal sebulan sekali komputer perlu di defrag agar semakin cepat dalam bekerja.

Advertisements

2 thoughts on “Klasifikasi Folder Dalam Hardisk Komputer

  1. rio

    iya sih, klasifikasi itu penting untuk mempermudah pencarian. gw sih lebih nyaman membagi hdd gw jdi 2. jdi g ribet, 🙂
    dan gw lebih suka menklasfikasikan berdasarkan kegiatan, soalna kita bisa lebih mudah mncarina ketimbang mencari berdasarkan jenis dokumen…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s