Perpustakaan Baru UI, Sebuah Prestasi atau Ironi?

Ditengah-tengah ricuh mahasiswa dan rektorat tentang BOP-B yang permasalahnnya masih tak kunjung tuntas. UI membangun sebuah perpsutakaan baru yang konon katanya akan menjadi perpustakaan terbesar dan termegah di Asia. Kali ini saya tidak ingin mengaitkan hal tersebut dengan rumah tangga keuangan UI. Tapi hal yang menggilitik saya hinga akhirnya saya ingin mencurahkannya di tulisan ini adalah permasalahan pemusatan perpustakaan kampus, karena saya adalah mahasiswa Ilmu Perpustakaan yang insyaAllah memahami pengetahuan seputar perpustakaan.

Sebuah kebanggan buat kampus kita bahwasanya kita memiliki perpustakaan yang terbesar dan termegah di Asia. Bukan hanya dari segi bangunan, namun juga dalam segi koleksi dan fasilitas. Bagaimana tidak banyak koleksinya? Bayangkan semua koleksi perpustakaan dari 10 Fakultas yang berada di Kampus UI Depok ditutup dan koleksinya dipindah ke Perpustakaan baru untuk mengejar prestasi tersebut.

Ptoleamus, tokoh perpustakaan Alexandria

Ptoleamus, tokoh perpustakaan Alexandria

Ptoleamus, tokoh pustakawan dari perpustakaan Alexadria berfilosofi bahwa perpustakaan yang terbaik adalah perpustakaan yang memiliki koleksi terbanyak. Karena filosofinya itu setiap kapal-kapal yang bersandar di pelabuhan mesir pada masa itu selalu dirazia untuk dicari koleksi tulisan dan buku-buku yang ada di dalamnya. Kemudian tulisan dan buku yang ditemukan disalin ke dalam papyrus (lembaran kertas yang terbuat dari daun papyr) dan buku dan tulisan aslinya dikembalikan ke kapal. Maka tak heran jika perpustakaan Alexandria memiliki koleksi yang sangat banyak pada saat itu.

Filosofi perpustakaan menurut Ptoleamus kini sudah dianggap sebagai gagasan kuno yang ketinggalan zaman. Kini filosofi perpustakaan bukan perpustakaan yang paling banyak koleksinya atau bermegah-megahan dalam fasilitas dan gedung. Tapi filosofi perpustakaan modern adalah perpustakaan yang mendekat kepada pembaca dan memiliki koleksi yang sesuai dengan pembacanya. Misalkan di lingkungan pedesaan yang mayoritas penduduknya petani dibangun sebuah perpustakaan yang berisi koleksi buku pertanian. Karena dengan cara tersebut selain tepat sasaran, banyak sekali manfaat yang didapat dari filosofi tersebut. Contohnya seperti tidak terjaringnya koleksi yang kurang bermanfaat bagi masyarakat. Seperti kita dapat ambil contoh perpustakaan petani mendapat sebuah koleksi tentang cara membedah jantung. Sungguh sangat tidak relevan.

Perpustakaan baru UI, Sebuah prestasi atau Ironi?

Perpustakaan baru UI, Sebuah prestasi atau Ironi?

Di UI, Perpustakaan hadir di setiap fakultas dengan koleksi perpustakaan yang tepat sasaran. Saya sebagai warga FIB sangat merasakan manfaat dengan hadirnya perpustakaan di FIB. Dengan kemudahan ini antusiasme mahasiswa untuk menggali ilmu di perpustakaan semakin banyak, karena kemudahan akses perpustakaan terletak di dalam fakultas. Dan kebutuhan buku studi juga lebih mudah didapat karena buku yang sesuai dengan apa yang dipelajari oleh masing-masing jurusan tidak tercampur dengan koleksi lain yang menyulitkan pengguna perpustakaan. Hal ini sangat membantu dengan terbagi-nya perpustakaan di setiap fakultas, bisa dibilang bahwa perpustakaan di UI adalah perpustakaan yang sangat baik, bahkan bisa dibilang terbaik di Asia karena selain menggunakan filosofi perpustakaan modern, jarang sekali di sebuah Universitas terdapat sebuah perpustakaan di setiap fakultasnya.

Namun, beberapa saat lagi perpustakaan UI akan meninggalkan filosofi modern dan kembali kepada filosofi jadul. Perpustakaan yang tahap pembangunannya tinggal 25% ini akan menjadi momentum baru bagi UI. UI akan dilihat dimata internasional sebagai tuan rumah dari perpustakaan terbesar di Asia dan kita boleh berbangga akan hal itu. Sayangnya dengan prestasi tersebut sangatlah ironi bagi penunjang belajar mahasiswa. Mahasiswa kehilangan perpustakaan di fakultasnya sendiri, dan harus pergi ke tempat yang terpusat dengan koleksi yang bercampur dengan koleksi lain. Misalkan jika seorang mahasiswa teknik mengetahui buku yang dikarang oleh Andi di perpustakaan teknik, tentunya ia akan memasukkan kata kunci “Andi” dan keluarlah hasil pencarian sebanyak 20 entri. Tapi jika ia mencari di perpustakaan kampus yang terpusat ia mungkin mendapatkan hasil pencarian yang sangat banyak, karena ada banyak sekali koleksi yang mempunyai nama pengarang yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan ilmu teknik. Kalau begini pasti pengguna perpustakaan akan kesulitan.

Perpustakaan juga menjadi tempat belajar bagi mahasiswa. kalau perpustakaan fakultas ditutup, lantas mereka belajar dimana?

Perpustakaan juga menjadi tempat belajar bagi mahasiswa. kalau perpustakaan fakultas ditutup, lantas mereka belajar dimana?

Mengutip status FB teman saya yang berkata “Bagaimana bisa mahasiswa sastra dijauhkan dari perpustakaan?” saya semakin yakin dengan pemusatan perpustakaan bukan hanya dikeluhkan oleh mahasiswa ilmu perpustakaan saja. Kita sebagai mahasiswa yang menuntut ilmu harus dimudahkan dalam akses mencari ilmu. Karena UI adalah kampus! Tempat belajar, bukan mall atau tempat wisata. Kita tidak butuh perpustakaan yang megah dan besar. Yang kami butuhkan adalah penunjang kemudahan belajar.

Dan ingatlah bahwa UI selalu diharumkan namanya bukan karena fasilitas mewahnya. Tapi karena mahasiswa-nya yang banyak menorehkan prestasi di mata nasional dan internasional. Tidak usahlah menyamakan fasilitas kampus ini seperti kampus swasta yang menawarkan kemewahan. Ini kampus rakyat bung! Lebih baik gunakan anggaran-anggaran mewah tersebut untuk menaikan gaji dosen yang baru diturunkan dan memberikan keringanan bagi mahasiswa-mahasiswa yang tidak mampu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s