Tag Archives: perpustakaan

Kondisi PDS HB Jassin Saat Ini

Pintu Masuk Utama PDS HB Jassin TIM

Pintu Masuk Utama PDS HB Jassin TIM

Hari Selasa tanggal 29 Maret 2011, saya bersama Ikhsan Dwitama Putra datang ke Perpustakaan PDS HB Jassin yang terletak di Taman Ismail Marzuki sebagai perwakilan dari komunitas Slims Jakarta untuk relawan Koin Sastra yang sedang merencanakan untuk membenahi PDS HB Jassin.

Setelah rapat pertama pembenahan PDS HB Jassin, kami berdua beruntung karena diberi waktu khusus untuk melihat-lihat isi koleksi dari PDS HB Jassin. Pada penasaran kan seperti apa PDS HB jassin kondisinya saat ini? Kebetulan kami diizinkan untuk mengambil gambar oleh pengelola PDS HB Jassin. Continue reading


Ironi Perpustakaan HB Jasin TIM

Perpustakaan HB Jassin

JAKARTA, KOMPAS.com — Gonjang-ganjing mengenai Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin terus menggelinding. Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta yang menetapkan pusat dokumentasi sastra Indonesia terbesar di seluruh dunia hanya mendapat anggaran Rp 50 juta per tahun telah menuai kegeraman di kalangan sastrawan dan ilmuwan yang peduli dengan warisan literasi yang tak ternilai harganya itu.

Lantaran SK Gubernur DKI Jakarta itulah, Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin (PDS HB Jassin) bisa terancam tutup. Mafhumlah, dengan anggaran cuma Rp 50 juta per tahun, itu artinya tak mencukupi untuk membayar pegawai dan perawatan secara memadai.

Continue reading


Iklan-iklan Perpustakaan Indonesia

Boleh dong kalau Perpustakaan bikin Iklan, nggak dosa kan? hehehe

Indonesia juga pernah bikin iklan untuk berkunjung ke perpustakaan dan di tayangkan di stasiun TV swasta, ini iklannya


ODLIS – Online Dictionary for Library and Information Science (Kamus Online untuk Ilmu Perpustakaan dan Informasi)

ODLIS Kamus Online untuk ilmu perpustakaan dan informasiDi mata kuliah Bahasa Inggris Professional A pasti kita disuruh membaca  dan mempersentasikan buku tentang perpustakaan dan informasi dalam bahasa inggris. Celakanya di dalam buku tersebut banyak sekali istilah-istilah dalam ilmu perpustakaan yang tidak saya mengerti sebagai mahasiswa yang tergolong belum lama di jurusan ini. Untungnya dosen saya yang baik ibu Utami menganjurkan untuk mengintip kamus online yang bernama ODLIS.

ODLIS merupakan kamus online yang mengacu dari sebuah buku kamus yang berjudul “Dictionary for Library and Information Science” atau bisa disingkat “DLIS” buatan John M. Reitz.

Pada awalnya sebelum menjadi buku, DLIS adalah handout setebal empat halaman berjudul Perpustakaan Lingo, yang ditujukan untuk mahasiswa tidak fasih berbahasa Inggris dan bagi siswa berbahasa Inggris terbiasa dengan terminologi dasar perpustakaan di Perpustakaan Haas. Pada tahun 1996, teks tersebut diperluas dan dikonversi ke format HTML untuk instalasi pada WCSU Situs Web Perpustakaan dengan judul “Perpustakaan Hypertext Lingo: Sebuah Kamus Istilah Perpustakaan”.

Pada tahun 1997, lebih banyak link hypertext yang ditambahkan dan format yang disempurnakan sesuai dengan saran dari pengguna. Hingga akhirnya selama musim panas 1999, berkembang hingga ratusan istilah dan definisi yang ditambahkan, dan dibuat versi generik yang dihilangkan semua referensi untuk kondisi tertentu dan praktek di Perpustakaan Haas.

Pada musim gugur 1999, ODLIS diperluas menjadi 1.800 istilah dan masuk ke dalam hak cipta. Pada bulan Februari 2000, ODLIS telah diindeks di Yahoo bawah “Referensi – Kamus – Subjek.” Ini juga diindeks dalam database WorldCat, yang tersedia melalui OCLC FirstSearch.

Selama tahun 2000, kamus ini diperluas ke 2.600 tahun 2002 syarat dan tambahan 800 hal telah ditambahkan. Dari 2002 hingga 2004, kamus ini diperluas ke 4.200 syarat dan lintas-referensi yang ditambahkan, dalam persiapan untuk edisi cetak. Sejak tahun 2004, 600 tambahan istilah dan definisi telah ditambahkan.

Sekarang kamus ini bisa dilihat pada website ODLIS http://lu.com/odlis


Ini Bukan Perpustakaan Loh!

Rumah Pintar diresmikan oleh Presiden SBY

Rumah Pintar diresmikan oleh Presiden SBY

Kayaknya nama “Perpustakaan” kurang keren kalo didengar. Mungkin bisa jadi? Sebab itu akhir-akhir ini banyak sekali orang-orang yang mendirikan perpustakaan dengan nama lain? Misalkan di jogja ada taman pintar, sebuah tempat rekreasi pendidikan yang memiliki banyak koleksi buku, audiovisual, peraga fisika ringan dan wahana bimbingan belajar. Mereka nggak mau disebut sebagai perpustakaan karena menurutnya ia berbeda dengan perpustakaan. Juga mobil Pintar, Rumah Baca dan yang lainnya.

Tahun lalu ketika masa-masa kampanye PilPres 2009, Ibu Ani Yudhoyono sedang getol-getolnya menggalakan sesuatu yang berbau pintar. Rumah Pintar, Taman Pintar dan Mobil Pintar. waktu peresmian Ibu Ani menyatakan dengan bangga “Mobil Pintar serupa tapi tak sama dengan perpustakaan keliling, lalu apa yang berbeda dengan perpustakaan keliling, isinya bebeda dengan perpustakaan keliling yang sampai saat ini hanya berisi buku saja sementara mobil pintar isinya beragam, ada buku, komputer, televisi, dan permainan anak.”  Lalu apa bedanya dengan perpustakaan. Pantas aja perpustakaan Indonesia nggak maju-maju, wong pejabat negara masih berpresepsi perpustakaan sebagai gudang buku.

Dari sudut pandang diatas sudah jelas bahwa mereka tidak mengerti apa itu perpustakaan. Begitupula di kampus saya sendiri ada program yang bernama “Rumah Baca Sahabat Nusantara K2N” Nahlo? Jenis makhluk apa lagi ini? Kenapa nggak disebut saja sebagai “Perpustakaan Sahabat Nusantara K2N”? Katanya karena koleksinya ngak bisa dipinjam ke rumah makanya disebut sebagai rumah baca. Bukankah ada juga perpustakaan yang hanya menyediakan koleksi untuk dibaca tanpa dipinjam? Jawab saya “Banyak!”

Tapi karena kurangnya edukasi tentang perpustakaan di masyarakat menjadikan ragam bentuk lain dari perpustakaan disebut dengan nama lain. Mungkin saja ketika Ibu Ani ke Singapore ia akan kaget melihat perpustakaan disana. bayangkan saja, bukan hanya Komputer dan Televisi yang dimiliki oleh mereka, tapi juga ada ruang theatre besar, ruang senam, auditorium, bahkan di Alexandria ada planetarium di dalam perpustakaan. Lalu ketika melihat perpustakaan dengan format berbeda nantinya akan disebut dengan rumah baca, taman baca, dan lainnya…. Padahal banyak sekali di luar sana Perpustakaan yang menggunakan format berbeda seperti Perpustakaan berbayar, Perpustakaan arsip dll… Semoga saja nantinya Perpustakaan Indonesia akan maju terus  dan berkembang pesat dengan nama yang sama “Perpustakaan!”.

Semoga nggak ada lagi kata deskripsi “Ini Bukan Perpustakaan loh!” pada sebuah perpustakaan VIVA LIBRARIAN!


Program Komputer untuk Database

Anak ilmu perpustakaan pasti belajar tentang Database Management System atau akrab dipanggil dengan DBMS. tentunya bagi pemula seperti saya pasti pertama kali diperkenalkan untuk mengunakan Micosoft Acces. Namun, sebetulnya banyak sekali jenis-jenis program untuk pembuatan DBMS yang berbeda-beda dalam pengoperasiannya. Salah-salah fungsi yang beda terkadang sering diberikan perintah dengan nama yang berbeda. Tiap masing-masing database punya kelemahan dan kelebihan, bahkan tidak jarang kita temukan ahli database yang kebingungan ketika menggunakan software database lain. Nah, saya disini akan menjabarkan beberapa database Software mulai dari yang terkenal hingga yang jarang diedengar orang.

1. Microsoft Acces

Microsoft Acces Logo

Microsoft Acces

Siapa sih yang nggak kenal sama produk om Bill Gates dalam bidang database ini? bahkan, setiap kita membeli produk paket dari Microsoft Office (kalau saya sih membajak :p) selalu dibundle dalam paket penjualan. Sayangnya banyak orang yang nggak ngerti buat apaan sih Mocosoft Acces itu, padahal di komputernya terdapat program tersebut/

Acces ini cukup mumpuni untuk digunakan pada perusahaan skala kecil hingga menengah, walaupun terkesan standar tapi sudah mengenal sistem relationship dan bisa diintegrasi dengan Microsoft Visual Basic. Kelemahan yang paling mencolok adalah keamanan data tidak begitu bagus, makanya kalau professional jarang membuat database dengan Acces.

Bisa dibilang MS Acces ini adalah software DBMS yang paling sering digunakan. Karena selain cocok untuk pembuat database pemula, program ini tergolong ringan  (kalau yang 2007 nggak janji deh ya) dan hampir berada di setiap komputer. Jadi ketika data tersebut ingin diimpor ke komputer lain tidak perlu repot menginstall program lagi untuk membukanya. Saya sering sekali menemukan toko atau perusahaan kecil yang memakai Microsoft Acces, contohnya dokter gigi langganan saya, panti asuhan, dan lain-lain. Memang untuk mengunakan database ini banyak sekali tutorialnya di Internet. Jadi jika mengalami kebuntuan jangan sungkan-sungkan untuk ngintip google….. kebetulan tugas akhir saya untuk mata kuliah database menggunakan Acces juga banyak ngintip dari google untuk penyedap tampilan form.

2. My SQL

MySQL Logo

MySQL Logo

Kalau Microsoft Acces itu adalah software DBMS paling banyak digunakan, MySQL ini meng-claim dirinya sebagai “The world’s most popular open source database” yang artinya “basis data sumber terbuka yang paling populer”. Menurut saya sih memang layak dikatakan seperti itu, karena memang banyak pemakai database professional yang menggunakan My SQL sebagai software DBMS mereka. Apalagi software ini tergolong open source alias gratis boo… siapa sih yang nggak suka sama gratisan? Apalagi saya.. hahaha

Program database ini bisa di download di website MySQL. Saya sarankan untuk mendownload versi Community Server karena versi ini adalah versi yang paling umum. Ukurannya tidak lebih dari 40 megabytes (tergantung dari pilihan juga sih) dan bisa digunakan di lebih 9 operating system. Oh iya, MySQL ini selain gratis, terkenal di kalangan para programmer dengan kecepatannya. makanya cocok buat digunakan database online yang terintegrasi dengan website. Bahkan di control panel hosting web biasanya membundle dengan MySQL. Dahsyat kan? Bukan itu saja, MySQL juga mempunyai  kemampuan rakasasa dalam menampung database, bisa sampe 5 juta entri data loh, Hanya saja kekurangan dari MySQL yaitu securitynya masih sering ditembus oleh hacker-hacker. Mau yang lebih aman? ada juga MySQL versi berbayar. tapi ya itu dia… mesti bayar! hahaha…

3. Oracle

Oracle Logo

Oracle Logo

kalau yang pernah denger perusahaan raksasa it yang bernama SUN Microsystems, Oracle pasti tidak asing dari telinga mereka. Karena Oracle ini adalah salah satu produk dari SUN.

DBMS yang satu ini juga sama dengan MySQL. eeeh, maksudnya sama-sama gratis :D . Untuk mendownload programnya  bisa download di website Oracle, tutorialnya juga ngegedublak disitu. Oracle ini bisa dibilang rivalnya MySQL. kalau MySQL mengandalkan kecepatan, Oracle unggul di Keamanannya.

DBMS ini menurut para review-review di internet yang saya dapat menunjukan inilah database terbaik yang pernah ada. kapasitasnya bisa menampung data hingga ukuran Terabyte (1.000 Gigabyite) Cocok banget buat server-server raksasa karena selain kemampuan storagenya besar DBMS ini cukup stabil dalam mengolah data. Namun untuk versi enterprise yang bisa melakukan kerja-kerja berat seperti itu tentu ada harganya dong. mana bisa kita pake versi gratisan.

Oracle juga sangat cocok bekerja dengan Java. Maklum, Java dan Oracle mempunyai ibu yang sama yaitu Sun Microsystems. Kelemahan dari DBMS ini file adalah recoverynya yang bener-bener makan ruang hardisk, makanya programmer biasa membawa hardisk eksternal bekapasitas besar untuk menyimpan file ekstensi dari Oracle, beda dengan kita yang bawa hardisk eksternal berkapasitas besar untuk nyimpen filem bajakan :D . Untungnya besarnya ruang hardisk yang termakan itu terbayar dengan kemampuan rollback dan recovery yang memuaskan.

4.Microsoft SQL Server

SQL Server

SQL Server

Berbeda dengan Acces, Database ini diperuntukan untuk professional, diposisikan sebagai pesaing dari Oracle ataupun MySQL. Karena produk ini bukan produk ecek-ecek maka Microsoft enggan memasukan Microsoft SQL Server kedalam paket Microsoft Office. Tapi Microsoft juga menyediakan yang versi gratisan loh! silahkan di download disini. Versi gratisnya tentu saja beda sama yang bayar. Labelnya saja sudah diberi tanda Express Edition. Kalau dibandingkan dengan Oracle dan MySQL sebetulnya banyak sekali kekurangan dari DBMS ini; kita ambil conoh kecepatannya tidak secepat MySQL, Hanya bisa dipakai di Windows saja, kapasitas dan keamanan pun masih jauh dari Oracle yang sudah mencapai terabyte. Tapi mempunyai keungulan tersendiri dari Oracle. Jika Oracle bermain pada space hardisk yang besar, Microsoft SQL Server banyak bermain di Memori untuk processing.

SQL Server ini memiliki keunggulan sendiri. tapi keunggulan ini nggak jauh-jauh dari program-program Mirosoft juga. DBMS ini sudah bisa berkoalisi dengan Windows seperti Microsoft Visual Studio, Biztal Server, Office dan lain-lain. Tentunya kita juga tidak boleh melupakan tampilan ciamik khas windows. Tapi sepertinya hal-hal tersebut tidak menarik programmer untuk berpindah haluan ke DBMS ini.

Yah, untuk yang satu ini sepertinya Om Bill Gates harus bertekuk lutut sama Oracle dan MySQL. Tapi nggak tau ya konon kabarnya 2011 Microsoft mau meluncurkan versi baru dari SQL Server ini. Semoga aja bisa lebih gratis, eh maksud saya lebih baik :D

Untuk sementara 4 dulu saja ya. nanti lanjutannya di update lagi. makanya pantengin terus www.ilmuperpus.wordpress.com :D


Perpustakaan Alexandria di Malam Hari

Perpustakaan yang diresmikan pada tahun 2002 ini menyimpan estetika desain arsitektur tersendiri. Mengusung kemegahan perpustakaan Alexandria yang dulu hilang berdasarkan catatan-catatan sejarah. Perpustakaan tersebut diprakarsai oleh UNESCO dalam pembangunannya.

sepertinya cukup basa basinya, inilah dia keindahan perpustakaan Alexandria Mesir di malam hari

Indah bukan? kalo di Indonesia udah jadi tempat mojok tuh kaya taman langsat….. hehehe :p


Perpustakaan Baru UI, Sebuah Prestasi atau Ironi?

Ditengah-tengah ricuh mahasiswa dan rektorat tentang BOP-B yang permasalahnnya masih tak kunjung tuntas. UI membangun sebuah perpsutakaan baru yang konon katanya akan menjadi perpustakaan terbesar dan termegah di Asia. Kali ini saya tidak ingin mengaitkan hal tersebut dengan rumah tangga keuangan UI. Tapi hal yang menggilitik saya hinga akhirnya saya ingin mencurahkannya di tulisan ini adalah permasalahan pemusatan perpustakaan kampus, karena saya adalah mahasiswa Ilmu Perpustakaan yang insyaAllah memahami pengetahuan seputar perpustakaan.

Sebuah kebanggan buat kampus kita bahwasanya kita memiliki perpustakaan yang terbesar dan termegah di Asia. Bukan hanya dari segi bangunan, namun juga dalam segi koleksi dan fasilitas. Bagaimana tidak banyak koleksinya? Bayangkan semua koleksi perpustakaan dari 10 Fakultas yang berada di Kampus UI Depok ditutup dan koleksinya dipindah ke Perpustakaan baru untuk mengejar prestasi tersebut.

Ptoleamus, tokoh perpustakaan Alexandria

Ptoleamus, tokoh perpustakaan Alexandria

Ptoleamus, tokoh pustakawan dari perpustakaan Alexadria berfilosofi bahwa perpustakaan yang terbaik adalah perpustakaan yang memiliki koleksi terbanyak. Karena filosofinya itu setiap kapal-kapal yang bersandar di pelabuhan mesir pada masa itu selalu dirazia untuk dicari koleksi tulisan dan buku-buku yang ada di dalamnya. Kemudian tulisan dan buku yang ditemukan disalin ke dalam papyrus (lembaran kertas yang terbuat dari daun papyr) dan buku dan tulisan aslinya dikembalikan ke kapal. Maka tak heran jika perpustakaan Alexandria memiliki koleksi yang sangat banyak pada saat itu.

Filosofi perpustakaan menurut Ptoleamus kini sudah dianggap sebagai gagasan kuno yang ketinggalan zaman. Kini filosofi perpustakaan bukan perpustakaan yang paling banyak koleksinya atau bermegah-megahan dalam fasilitas dan gedung. Tapi filosofi perpustakaan modern adalah perpustakaan yang mendekat kepada pembaca dan memiliki koleksi yang sesuai dengan pembacanya. Misalkan di lingkungan pedesaan yang mayoritas penduduknya petani dibangun sebuah perpustakaan yang berisi koleksi buku pertanian. Karena dengan cara tersebut selain tepat sasaran, banyak sekali manfaat yang didapat dari filosofi tersebut. Contohnya seperti tidak terjaringnya koleksi yang kurang bermanfaat bagi masyarakat. Seperti kita dapat ambil contoh perpustakaan petani mendapat sebuah koleksi tentang cara membedah jantung. Sungguh sangat tidak relevan.

Perpustakaan baru UI, Sebuah prestasi atau Ironi?

Perpustakaan baru UI, Sebuah prestasi atau Ironi?

Di UI, Perpustakaan hadir di setiap fakultas dengan koleksi perpustakaan yang tepat sasaran. Saya sebagai warga FIB sangat merasakan manfaat dengan hadirnya perpustakaan di FIB. Dengan kemudahan ini antusiasme mahasiswa untuk menggali ilmu di perpustakaan semakin banyak, karena kemudahan akses perpustakaan terletak di dalam fakultas. Dan kebutuhan buku studi juga lebih mudah didapat karena buku yang sesuai dengan apa yang dipelajari oleh masing-masing jurusan tidak tercampur dengan koleksi lain yang menyulitkan pengguna perpustakaan. Hal ini sangat membantu dengan terbagi-nya perpustakaan di setiap fakultas, bisa dibilang bahwa perpustakaan di UI adalah perpustakaan yang sangat baik, bahkan bisa dibilang terbaik di Asia karena selain menggunakan filosofi perpustakaan modern, jarang sekali di sebuah Universitas terdapat sebuah perpustakaan di setiap fakultasnya.

Namun, beberapa saat lagi perpustakaan UI akan meninggalkan filosofi modern dan kembali kepada filosofi jadul. Perpustakaan yang tahap pembangunannya tinggal 25% ini akan menjadi momentum baru bagi UI. UI akan dilihat dimata internasional sebagai tuan rumah dari perpustakaan terbesar di Asia dan kita boleh berbangga akan hal itu. Sayangnya dengan prestasi tersebut sangatlah ironi bagi penunjang belajar mahasiswa. Mahasiswa kehilangan perpustakaan di fakultasnya sendiri, dan harus pergi ke tempat yang terpusat dengan koleksi yang bercampur dengan koleksi lain. Misalkan jika seorang mahasiswa teknik mengetahui buku yang dikarang oleh Andi di perpustakaan teknik, tentunya ia akan memasukkan kata kunci “Andi” dan keluarlah hasil pencarian sebanyak 20 entri. Tapi jika ia mencari di perpustakaan kampus yang terpusat ia mungkin mendapatkan hasil pencarian yang sangat banyak, karena ada banyak sekali koleksi yang mempunyai nama pengarang yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan ilmu teknik. Kalau begini pasti pengguna perpustakaan akan kesulitan.

Perpustakaan juga menjadi tempat belajar bagi mahasiswa. kalau perpustakaan fakultas ditutup, lantas mereka belajar dimana?

Perpustakaan juga menjadi tempat belajar bagi mahasiswa. kalau perpustakaan fakultas ditutup, lantas mereka belajar dimana?

Mengutip status FB teman saya yang berkata “Bagaimana bisa mahasiswa sastra dijauhkan dari perpustakaan?” saya semakin yakin dengan pemusatan perpustakaan bukan hanya dikeluhkan oleh mahasiswa ilmu perpustakaan saja. Kita sebagai mahasiswa yang menuntut ilmu harus dimudahkan dalam akses mencari ilmu. Karena UI adalah kampus! Tempat belajar, bukan mall atau tempat wisata. Kita tidak butuh perpustakaan yang megah dan besar. Yang kami butuhkan adalah penunjang kemudahan belajar.

Dan ingatlah bahwa UI selalu diharumkan namanya bukan karena fasilitas mewahnya. Tapi karena mahasiswa-nya yang banyak menorehkan prestasi di mata nasional dan internasional. Tidak usahlah menyamakan fasilitas kampus ini seperti kampus swasta yang menawarkan kemewahan. Ini kampus rakyat bung! Lebih baik gunakan anggaran-anggaran mewah tersebut untuk menaikan gaji dosen yang baru diturunkan dan memberikan keringanan bagi mahasiswa-mahasiswa yang tidak mampu.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 573 other followers