
Rumah Pintar diresmikan oleh Presiden SBY
Kayaknya nama “Perpustakaan” kurang keren kalo didengar. Mungkin bisa jadi? Sebab itu akhir-akhir ini banyak sekali orang-orang yang mendirikan perpustakaan dengan nama lain? Misalkan di jogja ada taman pintar, sebuah tempat rekreasi pendidikan yang memiliki banyak koleksi buku, audiovisual, peraga fisika ringan dan wahana bimbingan belajar. Mereka nggak mau disebut sebagai perpustakaan karena menurutnya ia berbeda dengan perpustakaan. Juga mobil Pintar, Rumah Baca dan yang lainnya.
Tahun lalu ketika masa-masa kampanye PilPres 2009, Ibu Ani Yudhoyono sedang getol-getolnya menggalakan sesuatu yang berbau pintar. Rumah Pintar, Taman Pintar dan Mobil Pintar. waktu peresmian Ibu Ani menyatakan dengan bangga “Mobil Pintar serupa tapi tak sama dengan perpustakaan keliling, lalu apa yang berbeda dengan perpustakaan keliling, isinya bebeda dengan perpustakaan keliling yang sampai saat ini hanya berisi buku saja sementara mobil pintar isinya beragam, ada buku, komputer, televisi, dan permainan anak.” Lalu apa bedanya dengan perpustakaan. Pantas aja perpustakaan Indonesia nggak maju-maju, wong pejabat negara masih berpresepsi perpustakaan sebagai gudang buku.
Dari sudut pandang diatas sudah jelas bahwa mereka tidak mengerti apa itu perpustakaan. Begitupula di kampus saya sendiri ada program yang bernama “Rumah Baca Sahabat Nusantara K2N” Nahlo? Jenis makhluk apa lagi ini? Kenapa nggak disebut saja sebagai “Perpustakaan Sahabat Nusantara K2N”? Katanya karena koleksinya ngak bisa dipinjam ke rumah makanya disebut sebagai rumah baca. Bukankah ada juga perpustakaan yang hanya menyediakan koleksi untuk dibaca tanpa dipinjam? Jawab saya “Banyak!”
Tapi karena kurangnya edukasi tentang perpustakaan di masyarakat menjadikan ragam bentuk lain dari perpustakaan disebut dengan nama lain. Mungkin saja ketika Ibu Ani ke Singapore ia akan kaget melihat perpustakaan disana. bayangkan saja, bukan hanya Komputer dan Televisi yang dimiliki oleh mereka, tapi juga ada ruang theatre besar, ruang senam, auditorium, bahkan di Alexandria ada planetarium di dalam perpustakaan. Lalu ketika melihat perpustakaan dengan format berbeda nantinya akan disebut dengan rumah baca, taman baca, dan lainnya…. Padahal banyak sekali di luar sana Perpustakaan yang menggunakan format berbeda seperti Perpustakaan berbayar, Perpustakaan arsip dll… Semoga saja nantinya Perpustakaan Indonesia akan maju terus dan berkembang pesat dengan nama yang sama “Perpustakaan!”.
Semoga nggak ada lagi kata deskripsi “Ini Bukan Perpustakaan loh!” pada sebuah perpustakaan VIVA LIBRARIAN!



