
Niat nggak sih bikin plat nomor?
September tepatnya, STNK dan Plat Nomor motor gua habis. Celakanya ternyata tidak bisa diurus karena STNK-nya hilang entah kemana. Alhasil saya pergi menuju tukang bikin plat nomor untuk membuat plat nomor palsu yang masa berlakunya masih 5 tahun lagi
(jangan dicontoh ya!). Cuma bermodalkan 25 ribu , dalam tempo kurang lebih 4 jam jadilah pesanan saya sepasang plat nomor yang cantik dan rapi. saya bandingkan dengan plat nomnor aslinya yang sudah tidak berlaku. Euh…. hasilnya jauh lebih bagus plat nomor 25ribu yang saya pesan di abang-abang pinggir jalan dibanding buatan Polda Metro Jaya.
Plat nomor sendiri sebenarnya hanya sebuah nomor identifikasi kendaraan yang memiliki klasifikasi tersendiri. Contoh yang paling mudah perhatikan huruf depan plat nomor. Plat berawalan “B” adalah kode klasifikasi untuk kendaraan DKI Jakarta. Sedangkan akhiran yang berupa digit 3 huruf adalah kode klasifikasi untuk daerah dan tahun Makanya polantas yang pinter dia tahu kemungkinan darimana mobil itu berasal.
Karena hanya sebuah nomor identifikasi bukan berarti plat nomor dibuatnya asal-asalan juga. Penandaan juga harus dibuat cantik dan rapi agar mudah dilihat dan diingat. Apalagi pajak pembelian kendaraan bermotor di negara ini hampir sama dengan harga mobilnya sendiri. Masa pelayanannya seperti itu? Bahkan lebih buruk dari kualitas plat nomor 25ribu dipinggir jalan? Jadi berapa persen anggaran untuk membuat plat nomor dari jumlah pajak kendaraan yang kita bayar ke Polda? Ini menjadi sebuah tanda tanya besar bagi kita semua yang punya kendaraan bermotor
Dulu saya juga pernah membuat plat nomor sendiri menggantikan yang standar polda karena buatannya benar-benar buruk dan hampir tidak terbaca karena catnya belobor mengenai huruf sebelahnya. Dibuatlah sepasang plat nomor yang jauh lebih cantik dan rapi seharga 25ribu juga (sekitar 5 tahun lalu). Sayangnya saat kena razia kendaraan bermotor, plat nomor saya itu terkena tilang karena menurut pak polisinya plat nomor saya itu nggak standar karena buat sendiri. Dengan ngeyelnya gua malah bales ke pak Polisi “terus yang standar yang kaya gimana pak? Yang catnya blobor-blobor dan bikin sakit mata?” alhasil polisinya diam saja dan menulis surat tilang
. saya sampai nggak habis pikir. Kalau memakai plat nomor standar bikin sakit mata, kalau kita bikin plat nomor yang kualitasnya lebih bagus malah dibilang nggak standar?
lalu bagaimana kesimpulannya? Menurut saya seharusnya plat nomor Indonesia sudah waktunya berganti model, sudah hampir 25 tahun plat nomor di negara ini tidak berubah dan modelnya itu loh sungguh terlalu, sangat sederhana dan makin kesini pengerjaannya makin nggak niat. Malu banget kalau plat nomor negara ini disandingin sama luar negeri. Makanya selain berganti model, pengerjaannya juga harus diperhatikan agar nggak terkesan asal-asalan. Sebagai perbandingan silahkan lihat saja gallery plat nomor di dunia di website ini. Semoga aja bapak polisi melihat tulisan ini dan melakukan reformasi terhadap plat nomor di Indonesia.
Gallery plat nomor dunia

Plat nomor Uni Eropa, Huruf "D" Menunjukan negara Denmark

Plat nomor kendaraan Dubai

Plat nomor kendaraan jepang, Simpel dan rapi tapi terlihat manis

Plat nomor kendaraan Rusia