Category Archives: OOT

Berapa Biaya Masuk Jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia (UI)?

biaya masuk kuliah jipGara-gara ilmuperpus.wordpress.com, cukup banyak yang menanyakan saya lewat facebook mengenai masalah biaya yang harus dirogoh untuk mengenyam bangku kuliah di ilmu perpustakaan dan informasi FIB UI. Maaf kalau saya tidak bisa membalas message teman-teman satu-persat. Namun sesuai janji saya, saya akan memposting di blog ini mengenai rincian biaya masuk JIP UI.

Nah, inilah informasinya! semoga bermanfaat Continue reading


Prospek Jurusan Ilmu Perpustakaan

IMASIP UIKata siapa jurusan ilmu perpustakaan hanya berkutat pada buku-buku saja?? kalau ada pertanyaan, apakah saya seseorang yang “kutu buku”?? jawaban saya, “tidak juga”. Kata siapa masa depan kita suram setelah kuliah di jurusan ilmu perpustakaan???? justru lulusan dari jurusan ini berpotensi menjanjikan prospek masa depan yang cerah dalam dunia kerja nantinya… Bahkan di luar negeri seperti Universitas-universitas di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa seperti Inggris dan Jerman, jurusan ini yang paling favorit disana!! Mata kuliah di jurusan ini juga nggak monoton tentang perpustakaan aja. Yang menarik karena ada cakupan ilmu komputer yang melingkupi pangkalan data informasi dan peran TI itu sendiri dalam mendukung digital library. Bahkan  salah satu dosen saya pernah mengatakan bahwa ada perbedaan antara sub bidang ilmu komputer dengan ilmu perpustakaan. Jika ilmu komputer mengarah ke “pembuat” arsitektur sistem informasinya, maka kita yang berperan “mengorganisir” sistem informasinya agar sampai kepada yang membutuhkan. Hebat bukan????

Continue reading


Tantangan Besar Moderenisasi

Franz Magnis Suseno -  Guru besar program studi filsafat

Franz Magnis Suseno - Guru besar program studi filsafat

Inilah untungnya jadi warga FIB UI. Selain saya belajar menjadi seorang pustakawan, saya juga ikut kecipratan ilmu dari jurusan-jurusan lainnya. Salah satunya ilmu yang saya dapatkan dari kuliah bersama mata kuliah Kebudayaan Indonesia oleh Bapak Franz Magnis Suseno guru besar program studi filsafat.

Continue reading


Bingung Liburan? Bikin Jadwal Biar Liburan Kamu Nggak Basi!

Bingung liburan mau ngapain? tentunya nggak cuma gua doang yang ngalamin hal ini. Terutama buat anak kosan yang nggak pulang kerumah, tiap hari kerjanya hanya bersenang-senang dan tidur sambil diiringi rasa was-was menunggu IP. Tapi itu dulu, sekarang yang paling penting bagaimana kita mengisi liburan kita agar lebih bermakna? Salah satunya dengan membuat jadwal.

Selama liburan tidak ada tuntutan buat kita untuk hidup sehat dan teratur. Untungnya bagi mereka-mereka yang memiliki kesadaran untuk hidup sehat mereka tidak perlu susah mencari rutinitas yang menyehatkan. Nah, buat orang-orang males kaya gua ini liburan itu salah satu bencana yang bisa merusak tubuh. Kegiatan-kegiatan nggak sehat kaya begadang, bangun siang, makan tidak teratur, jarang olahraga pasti selalu menghantui bayang-bayang kegiatan selama liburan. Maka itu disetiap liburan harus punya kegiatan rutin yang sudah direncanakan di dalam jadwal.

Continue reading


Untuk Autentikasi, Gunakan Tinta Biru!

Akhir-akhir ini sering saya temukan di dokumen penting yang menggunkan tanda tangan sebagai bukti otentik sebuah dokumen sering kali tanda tangan seseorang menggunakan tinta berwarna biru. Hal ini saya sering kali temukan di sejumlah bank terkemuka di Jakarta Selatan. Karena semenjak SD saya biasa menggunakan tinta berwarna hitam sesuai kebijakan sekolah, maka saya sedikit kurang menghargai dokumen yang dituliskan tinta berwarna biru karena menurut saya penggunaan tinta berwarna biru menunjukan sikap kurang menghargai terhadap dokumen-dokumen yang kita tulis di kertas tersebut.

Lalu bagaimana dengan tinta berwarna lain seperti merah, hijau atau lainnya? Sebetulnya sah-sah saja karena ini hanya perbedaan warna pada tinta. Namun warna biru lebih terkesan sopan dibandingkan tinta berwarna lainnya. Ya bisa dicontohkan tinta berwarna merah biasa untuk menandai kesalahan. tinta berwarna hijau entahlah untuk apa tetapi warna biru lebih umum digunakan dan lebih banyak tersedia di pasaran.

Namun setelah mengikuti kuliah manajemen rekod oleh Bapak Sudarmono pemikiran saya berubah. Ketika itu ia mengatakan kepada mahasiswanya bahwa penggunaan tinta biru itu sangat penting untuk bukti otentik dari dokumen yang asli. Karena dengan penggunaan tinta berwarna biru dapat membedakan antara dokumen yang asli dan dokumen hasil copy. Menurut beliau, mesin foto copy terkini dapat menciptakan hasil duplikasi yang nyaris tanpa cela kualitasnya dengan dokumen asli. Karena mesin foto copy hanya dapat mencetak hitam putih, maka hasil cetak berwarna biru akan menghasilkan output hitam pada hasil copynya. Karena hasil keluaran itulah dapat dibedakan antara dokumen asli dan dokumen duplikasi.

Permasalahannya dalam kehidupan sehari-hari masih banyak yang menganggap penggunaan tinta biru tidak layak untuk dijadikan sebagai alat tulis untuk autentikasi. Maka itu diperlukan pemahaman dan sosialisasi terhadap masyarakat agar mencegah tertukarnya dokumen asli dan duplikatnya.

Nah, jadi setelah membaca tulisan ini usahakan untuk menggunakan alat bertinta biru untuk tanda tangan dan kegiatan lainnya untuk memebedakan dokumen asli dan duplikasi.


Plat Nomor Kendaraan bermotor : Identifikasi yang setengah hati

 

Plat Nomor Indonesia  Jelek

Niat nggak sih bikin plat nomor?

 

September tepatnya, STNK dan Plat Nomor motor gua habis. Celakanya ternyata tidak bisa diurus karena STNK-nya hilang entah kemana. Alhasil saya pergi menuju tukang bikin plat nomor untuk membuat plat nomor palsu yang masa berlakunya masih 5 tahun lagi :D (jangan dicontoh ya!). Cuma bermodalkan 25 ribu , dalam tempo kurang lebih 4 jam jadilah pesanan saya sepasang plat nomor yang cantik dan rapi. saya bandingkan dengan plat nomnor aslinya yang sudah tidak berlaku. Euh…. hasilnya jauh lebih bagus plat nomor 25ribu yang saya pesan di abang-abang pinggir jalan dibanding buatan Polda Metro Jaya.

Plat nomor sendiri sebenarnya hanya sebuah nomor identifikasi kendaraan yang memiliki klasifikasi tersendiri. Contoh yang paling mudah perhatikan huruf depan plat nomor. Plat berawalan “B” adalah kode klasifikasi untuk kendaraan DKI Jakarta. Sedangkan akhiran yang berupa digit 3 huruf adalah kode klasifikasi untuk daerah dan tahun Makanya polantas yang pinter dia tahu kemungkinan darimana mobil itu berasal.

Karena hanya sebuah nomor identifikasi bukan berarti plat nomor dibuatnya asal-asalan juga. Penandaan juga harus dibuat cantik dan rapi agar mudah dilihat dan diingat. Apalagi pajak pembelian kendaraan bermotor di negara ini hampir sama dengan harga mobilnya sendiri. Masa pelayanannya seperti itu? Bahkan lebih buruk dari kualitas plat nomor 25ribu dipinggir jalan? Jadi berapa persen anggaran untuk membuat plat nomor dari jumlah pajak kendaraan yang kita bayar ke Polda? Ini menjadi sebuah tanda tanya besar bagi kita semua yang punya kendaraan bermotor

Dulu saya juga pernah membuat plat nomor sendiri menggantikan yang standar polda karena buatannya benar-benar buruk dan hampir tidak terbaca karena catnya belobor mengenai huruf sebelahnya. Dibuatlah sepasang plat nomor yang jauh lebih cantik dan rapi seharga 25ribu juga (sekitar 5 tahun lalu). Sayangnya saat kena razia kendaraan bermotor, plat nomor saya itu terkena tilang karena menurut pak polisinya plat nomor saya itu nggak standar karena buat sendiri. Dengan ngeyelnya gua malah bales ke pak Polisi “terus yang standar yang kaya gimana pak? Yang catnya blobor-blobor dan bikin sakit mata?” alhasil polisinya diam saja dan menulis surat tilang :( . saya sampai nggak habis pikir. Kalau memakai plat nomor standar bikin sakit mata, kalau kita bikin plat nomor yang kualitasnya lebih bagus malah dibilang nggak standar?

lalu bagaimana kesimpulannya? Menurut saya seharusnya plat nomor Indonesia sudah waktunya berganti model, sudah hampir 25 tahun plat nomor di negara ini tidak berubah dan modelnya itu loh sungguh terlalu, sangat sederhana dan makin kesini pengerjaannya makin nggak niat. Malu banget kalau plat nomor negara ini disandingin sama luar negeri. Makanya selain berganti model, pengerjaannya juga harus diperhatikan agar nggak terkesan asal-asalan. Sebagai perbandingan silahkan lihat saja gallery plat nomor di dunia di website ini. Semoga aja bapak polisi melihat tulisan ini dan melakukan reformasi terhadap plat nomor di Indonesia.

Gallery plat nomor dunia

 

Plat nomor UNI EROPA

Plat nomor Uni Eropa, Huruf "D" Menunjukan negara Denmark

 

 

Plat nomor kendaraan di Dubai

Plat nomor kendaraan Dubai

 

 

Plat nomor kendaraan jepang, Simpel dan rapi tapi terlihat manis

Plat nomor kendaraan jepang, Simpel dan rapi tapi terlihat manis

 

 

Plat nomor kendaraan Rusia

Plat nomor kendaraan Rusia

 


Cerita mengenai gambaran negara ini : Yakin Miskin?

Sebuah keluarga yang kaya raya baru saja kehilangan anak keduanya, karena sakit dan tidak dibawa ke rumah sakit. Saat upacara pemakaman yang begitu mewah berlangsung, mewah karena menyajikan jamuan makan prasmanan, beberapa orang bertanya-tanya, mengapa anaknya yang sakit tidak dibawa ke rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia.

Padahal sudah jadi rahasia umum kalau kekayaan keluarga itu mampu untuk membeli sebuah rumah sakit, sekaligus menggaji seluruh dokter spesialisnya. Juga beberapa minggu sebelumnya, mereka sekeluarga baru saja membeli pesawat pribadi untuk keliling Eropa. Apalagi kabar yang terdengar oleh tetangganya, anaknya meninggal hanya karena sakit malaria. Bisik-bisik warga akhirnya terdengar sampai ke telinga si kepala keluarga, yang kekayaannya ditaksir mencapai milyaran dolar Amerika.

Lalu dia bangkit berdiri dari duduknya, maju ke podium utama di depan makam putranya, dan berkata, “bapak ibu sekalian, terima kasih sudah hadir di upacara pemakaman anak kami. Mungkin ada diantara kita yang bertanya: mengapa pemakaman anak kami menyajikan makan prasmanan. Karena saya sudah merencanakan demikian, sudah termasuk dalam anggaran kematian.”

Lalu dia melanjutkan: “anak kami meninggal karena sakit. Mengapa kami tidak membawanya ke rumah sakit? Karena anggaran kesehatan kami tahun ini sudah habis digunakan saat anak pertama kami sakit dan dibawa ke rumah sakit di Singapura. Kami memang berduka. Tapi anggaran kami untuk bersenang-senang dan rekreasi masih ada. Oleh karenanya kami minggu depan akan jalan-jalan ke Amerika. Kalau bapak ibu saudara mempertanyakan lagi, mengapa kami tetap akan membangun rumah mewah di negeri tetangga, sedangkan anak kami mati karena sakit malaria, itu karena anggaran untuk membangun rumah itu sudah kami rencanakan dan siapkan sebelumnya. Semuanya sudah ada anggarannya. Jadi kalau anak kami sakit dan mati karena tidak dibawa ke rumah sakit, itu karena anggaran kesehatan di keluarga kami sudah tidak ada lagi sampai akhir tahun ini. Ini semua memang sudah takdir Ilahi.” Kepala keluarga itu kemudian turun dari podium utama, lalu mengajak istri dan anaknya yang masih ada, untuk pergi beranjak dari lokasi pemakaman dengan Roll Royce yang baru saja dibelinya. “Maaf, alokasi waktu kami untuk pemakaman sudah habis. Jika bapak ibu masih ingin tinggal untuk menghabiskan jamuan makan yang kami sediakan, kami persilahkan.” Kemudian dia masuk ke mobilnya, dan pergi meninggalkan kerumunan warga yang ramai berbisik-bisik membicarakan pidato singkatnya.

********/*******

Anggota DPR pergi kunjungan kerja ke Eropa dan Afrika, mengapa dipermasalahkan? Kan sudah ada anggarannya. Presiden membeli pakaian dan sedan baru kenegaraan, mengapa diributkan? Kan sudah ada anggarannya. MPR ingin membangun gedung mewah seharga trilyunan rupiah, mengapa dibuat susah? Kan sudah ada anggarannya. Rakyat Indonesia pada umumnya memang sedang susah. Rakyat Indonesia juga banyak yang sakit dan tidak mampu berobat ke rumah sakit. Rakyat Indonesia masih banyak yang belum mampu sekolah karena untuk makan saja susah. Rakyat Indonesia memang banyak yang miskin, itu intinya.

Tapi… Bukankah sudah ada anggaran untuk rakyat miskin, RASKIN? Bukankah sudah ada anggaran kesehatan untuk rakyat miskin, JAMKESMAS? Bukankah sudah ada anggaran pendidikan, BOS? Soal anggarannya yang tidak cukup, mengapa dipersoalkan? Salah sendiri tidak bisa mencukupkan. Tunggu hingga tahun depan saat anggaran baru dibuat dan dimusyawarahkan. Sekarang… biarkan anggota DPR menikmati perjalanan studi bandingnya ke luar negeri bersama anak istri. Biarkan presiden memakai kemeja mewah seharga jutaan rupiah. Biarkan MPR membangun gedung kantornya yang mewah. Itu semua sudah ada anggarannya.

hanya copy paste, sumber dari sini


Mudik, penting nggak penting tetep harus!

Mudik Pulang KampungMudik, emang penting ya? Penting nggak penting tetep harus sebetulnya. Kecuali buat manusia-manusia kaya gua yang nggak punya kampung, mudik bisa gua lakukan tiap hari.

Kenapa sih mudik itu penting? Buat kita-kita yang nggak begitu paham tentang arti mudik bagi seseorang mungkin terlihat sepele, tapi menurut orang yang bekerja pada pengelolaan karyawan atau bahasa kerennya HRD (human resource department). Mudik itu penting banget karena bisa mempengaruhi moral kerja dari pekerja tersebut. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi manusia untuk bekerja adalah family needs. Di Indonesia umumnya puncak dari kepulangan pekerja ke rumahnya masing-masing pada saat Lebaran dan Tahun baru. Makanya jangan heran kalau banyak perusahaan yang meliburkan karyawannya begitu lama pada saat Idul Fitri. Kasihan juga kan kalau lebaran harus masuk kerja. Lalu bagaimana buat karyawan yang memang ditugasi saat hari raya seperti satpam dan pekerjaan jasa tak tertunda lainnya? Tentunya juga harus diberikan kesempatan mudik bagi mereka di lain hari setelah atau sebelum hari raya. Dengan konsekuensi waktu libur mereka tidak bisa bersamaan dengan waktu libur sekolah anak atau waktu bekerja istrinya. Namun umumnya diberikan bonus libur sebanyak 50% bagi mereka yang tetap bekerja di malan hari. Misalkan jatah libur seminggu, untuk pekerja yang bekerja dihari raya diberikan libur hari raya setelahnya sebanyak seminggu lebih 3 hari. Lumayan kan daripada lumanyun?

Hal ini yang sering terlupa dari manajemen kepegawaian. Sebagai calon-calon manajer perpustakaan tentunya hal ini harus diketahui oleh kita. Terutama berbicara tentang libur! Pasti mahasiswa yang paling senang. Hahaha

Nah, bagaimana dengan orang yang tidak punya keluarga? Apakah perlu diberi libur? Perlu dong, sekali dalam setahun kan manusia juga butuh istirahat dan rekreasi. Kecuali di beberapa perusahaan besar. Rekreasi biasa ditanggung oleh perusahaan sekali dalam setahun untuk memperbaharui semangat pekerja. Kehidupan manusia itu tidak seperti mesin, jadi perlu disegarkan kembali di suatu waktu ketika mencapai titik jenuh dan kurangnya produktivitas pekerja.

Nah sekarang, ada yang mau liburan? :D


Tips Menjadi moderator yang baik

Foto ketika menjadi MC di Soft Skill Training FIB UI bersama teman Khosyi Maulana

Foto ketika menjadi MC di Soft Skill Training FIB UI bersama Khosyi Maulana

Ketika diberikan amanah, tentunya harus dikerjakan sebaik-baiknya walaupun amanah tersebut rasanya sulit untuk dipenuhi. Itu yang terlintas dikepala gua saat ditawari menjadi moderator talkshow dengan dosen-dosen ilmu perpustakaan FIB UI di acara Pelepasan Wisudawan.

Sebelumnya jujur aja gua nggak pernah jadi moderator. Kalau jadi MC pernah, itupun berdua sama Khosyi Maulana teman satu jurusan di JIP di acara Soft Skill Training FIB UI. Berhubung sebelum pentas nanti gua harus mencari-cari ilmu dulu bagaimana menjadi moderator yang baik. Alhamdulillah sekarang ada teknologi canggih yang bernama Internet dan Google. Langsung aja deh di search keyword “Menjadi moderator yang baik”. Setelah membacanya nggak salah kan kalau di posting disini juga tips-tipsnya?

Berikut adalah tips-tips yang sudah saya rangkum untuk menjadi moderator yang baik :

1.Percaya Diri
Setiap orang yang bisa berbicara di depan orang banyak pasti memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Bahkan ada bagusnya kalau seorang moderator over PD agar terlihat santai dan tidak canggung. Kalau soal Percaya Diri tidak mungkin orang bisa berubah menjadi mendadak PD. Kepercayaan diri itu harus dilatih terus menerus dan dimotivasi. Jadi buat yang masih kurang percaya diri harus rajin berlatih untuk tampil dimuka umum. (Padahal gua masih malu-malu kucing gini :D )

2. Pelajari Materi
Supaya kita nggak bingung mau ngomong apa di depan panggung nanti. Siapkan handout dari pembicara atau bikin handout sendiri yang berisi daftar pertanyaan dan skema pembicaraan. Terkadang juga ada baiknya kita mengobrol dulu di belakang panggung dengan pembicara supaya apa yang kita bawakan nanti akan klop dengan materi si pembicara dan jangan lupa membuat preview kata-kata pembuka yang berbobot dan sopan.

3. Perhatikan Cara Bicara Anda
Kalau bisa ucapkan kata-kata dengan lantang, tegas namun bersahabat. Jaga kata-kata anda dan perhatikan umur, jenis pekerjaan peserta pada saat anda menjadi moderator. Jangan pernah menyamakan berbicara dengan anak SD, SMA dan professional. Saran saya ketika berbicara dengan anak SD usahakan gunakan kata-kata yang ramah, bersahabat dan mudah dimengerti, Untuk pelajar SMA dan Mahasiswa gunakan bahasa yang sedikit santai namun tetap bersemangat, lalu untuk professional coba gunakan istilah-istilah asing agar terlihat lebih matang. Juga saat berbicara coba perhatikan lawan bicara anda dan peserta talkshow.
-Ketika kita bicara kepada peserta perhatikan wajah-wajah peserta secara acak (jangan ke cewek cakep doang)
-Ketika berbicara kepada narasumber perhatikan wajah narasumber dengan wajah santai
-Sebaliknya ketika narasumber berbicara kepada peserta usahakan untuk tetap melihat wajah narasumber (Juga diperingatkan kepada narasumber untuk tidak ke GR-an)
-ketika sesi tanya jawab, perhatikan wajah orang yang bertanya dan ingat namanya, kalau orang tersebut diberi kesempatan bertanya namun tidak menyebutkan namanya kita boleh memotong secara halus untuk memintanya menyebutkan nama dan asal (kalau cakep juga nggak dosa kalau kita minta menyebutkan nomor hp nya :D )
-Setelah peserta yang bertanya selesai mengungkapkan pertanyaannya usahakan puji pertanyaannya seperti “Pertanyaan yang luar biasa sekali”, “Super sekali pertanyaan mas xxxx” meskipun hal yang ditanyakan tidak penting dan nyeleneh seperti “Mana yang duluan, Telur atau Ayam?”, yang penting perntanyaannya tidak SARA dan protes tentang acara, pengalaman di sebuah seminar ada peserta yang diberi kesempatan bertanya tapi malah protes sama panitia (untung gue cuma peserta, bukan panitianya saat itu).
-Kenali peserta anda, usahakan gunakan jargon-jargon mereka seperti jika di kalangan kaskuser “Pertamax Gan!” di kalangan ESQ 165 “PAGI!” dan di PSA MABIM FIB UI “Apa kabar FIB?” agar kita lebih mudah membaur dengan peserta.

4. Persiapkan Catatan
Dulu ketika saya menjadi MC di Soft Skill Training saya membawa sebuah handphone berkeypad QWERTY untuk mencatat rundown, CV pembicara, pembukaan yang telah saya rancang dan mencatat pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta untuk pembicara. Saran saya jangan gunakan Handphone karena lebih sulit dari yang saya duga. kalau bisa gunakan kertas kecil yang dihias baliknya seperti di MC professional di TV dan siapkan pulpen untuk mencatat hal-hal penting.

5. Persiapkan Penampilan Anda
Usahakan ketika tampil sebagai moderator selalu menggunakan pakaian yang rapi untuk menghormati peserta dan pembicara. Untuk perempuan usahakan menggunakan pakaian tidak ketat atau terlampau sexy karena dikhawatirkan akan mengganggu fokus pembicara dan peserta. Hehehe…  :D

6. Perhatikan Waktu
Waktu sangat penting untuk diperhatikan dalam suatu acara. Maka itu usahakan untuk menggunakan jam tangan saat tampil dan ketika ingin melihat waktu usahakan untuk tidak terlihat seperti sedang melihat jam tangan. Nah kalau masih ragu juga kita bisa minta tolong kepada orang di depan panggung untuk memperingatkan sisa waktu dengan kertas A3 yang ditulis berapa sisa waktunya. Contoh :

Contoh Papan pengingat

Berhubung waktu saya tinggal dua menit lagi (sesuai papan di atas) maka saya sudahi dulu saja tulisan sotoy ini. Doa’kan saja tanggal 4 nanti saya sukses menjadi moderator yang baik di acara Pelepasan Wisudawan JIP UI. Jujur saja ya sampai saat ini saya masih sedikit deg-degan untuk acara tersebut (Secara pembicaranya dosen gitu loh!).


Cerita Lucu : Salah Sambung Yang Aneh

Mari kita Out Of Topic  dulu sebentar, sekali-kali saya berbagi jokes di blog ini

Suatu hari di kediaman Mr Lin

X: Hallo! Apakah ini kediaman Chow Yun-fat?
Y: Salah sambung, ini kediaman keluarga Lin.

2 menit kemudian

X: Hallo! Apakah ini kediaman Chow Yun-fat?
Y: Salah sambung, goblok! ini kediaman keluarga Lin.

2 menit kemudian

X: Hallo!
Y: Lagi2 kamu! Awas ya!! saya walau cuma pelayan, tapi bisa lapor polisi
X: Apakah ini kediaman keluarga Lin?
Y: Aduh..maaf2, tadi soalnya ada beberapa kali salah sambung. Mau cari siapa tuan?
X: Chow Yun-fat
Y: ??!!@#@$!

2 menit kemudian

X: Hallo!
Y: Kurang ajaaar!!! Kamu nyawanya berapa hah!!!
X: Saya Mr. Lin
Y: Aduh! Maaf majikan! sorry sekali, tadi ada orang gila telpon! ada perintah apa tuan?
X: panggil Chow Yunfat
Y:….(semaput)

2 menit kemudian

Z: Hallo!
Y: (oh ini suaranya lain). Mau cari siapa?
Z: Ini kediaman keluarga Lin?
Y: Iya betul.
Z: saya Chow Yunfat. tadi ada orang cari saya?
Y:….(kejang2)


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 573 other followers