Sudah lama semenjak pertama kali membuat blog ini membaca artikel slentingan tentang DDC edisi 23 yang akan dikeluarkan beberapa saat lagi. Rupanya karena sudah lama nggak buka-buka DDC (gara-gara sibuk ngubek-ngubek UDC). Tiba-tiba dari laman facebook muncul penampakan seorang teman yang berfoto narsis ria dengan DDC edisi 23 hardcover. Eits, kita bukan membahas photo tersebut asli atau bukan karena saya bukan pakar telematika seperti Roy Suryo. Hihihi…
Category Archives: Bahan Pustaka
DDC 23 Terbaru Sudah Terbit, Lantas Apa Perbedaannya?
Download DDC 22 Elektronik (e-DDC 22) versi Bahasa Indonesia

Sebenarnya e-DDC ini sudah diluncurkan tahun lalu, namun ilmuperpus.wordpress.com ketinggalan berita dan baru bisa posting berita ini sekarang… hehehehe. nah, kalau kalian sudah pernah mendownload e-DDC edisi 21 buatan mas Rotmiyanto. Kali ini mas Rotmianto telah mengeluarkan e-DDC 22 dengan beberapa kelebihan yang disempurnakan dari e-DDC edisi sebelumnya.
Simak langsung artikelnya!
Kondisi PDS HB Jassin Saat Ini

Pintu Masuk Utama PDS HB Jassin TIM
Hari Selasa tanggal 29 Maret 2011, saya bersama Ikhsan Dwitama Putra datang ke Perpustakaan PDS HB Jassin yang terletak di Taman Ismail Marzuki sebagai perwakilan dari komunitas Slims Jakarta untuk relawan Koin Sastra yang sedang merencanakan untuk membenahi PDS HB Jassin.
Setelah rapat pertama pembenahan PDS HB Jassin, kami berdua beruntung karena diberi waktu khusus untuk melihat-lihat isi koleksi dari PDS HB Jassin. Pada penasaran kan seperti apa PDS HB jassin kondisinya saat ini? Kebetulan kami diizinkan untuk mengambil gambar oleh pengelola PDS HB Jassin. Continue reading
Media tulis masa lalu, kini dan masa depan

Pernah nonton film karun “The Flinstones”? pasti pernah dong ya, ketika manusia hidup di zaman batu mereka menggunakan semua perabot yang terbuat dari batu termasuk media tulis mereka. Akhirnya pada beberapa zaman kemudian batu mulai tergantikan dengan kulit binatang, papyrus dan bahan lainnya sebagai media tulis hingga akhirnya China menemukan kertas sebagai bahan media tulis yang kita pakai sampai sekarang. Nah, gambar diatas yang dicantumkan itu sekedar tulisan tangan seseorang pada layar iPad sebagai media tulisnya. Namun tidak hanya sebagai media tulis untuk catatan-catatan saja. Amazon.com telah merilis amazon kindle sebagai media membaca buku dengan contrast layar yang menyejukan mata sehingga rasanya seperti membava buku yang sebenarnya. Dipikir-pikir lagi bisa nggak ya iPad dan papan tablet touchscreen lainnya bisa menggantikan kertas sebagai media tulis? coba kita lihat beberapa alasan yang bisa menjadikan iPad dan kawan-kawan menggantikan kertas
1. Bahan baku kertas
Maraknya isu global warming saat ini memaksa semua elemen masyarakat untuk berhemat dalam memakai kertas. Salah satunya dengan menggunakan kertas bolak-balik, daur ulang kertas dan menghemat ukuran tulisan dalam catatan. Tapi perlu diakui bahwa penggunaan kertas dunia setiap tahunnya selalu meningkat. Akibatnya banyak sekali industri kertas yang tumbuh subur dan yang paling berbahaya adalah pengunaan pohon sebagai bahan baku utama bubur kertas (pulp). Untuk hutan industri memang terlihat tidak masalah, tapi buat saya cukup masalah karena untuk menanam pohon dibutuhkan waktu yang sangat lama sekali agar bisa tumbuh besar dan siap ditebang dan ketika ditebang maka harus menunggu waktu yang lama lagi untuk menunggu pohon muda menjadi dewasa. Belum lagi pemotongan kayu ilegal yang masih marak di Hutan kalimantan.
Nggak usah jauh-jauh dulu deh. Sekarang coba saja tumpuk semua buku yang kalian punya dirumah, tumpuk catatan-catan keras yang pernah kalian punya dan lihat berapa besar? kalau saya mungkin semua koleksi buku dan catatan-catatan yang saya punya bisa setinggi pohon dewasa yang artinya dalam hidup kita telah menghabiskan satu pohon dewasa bahkan lebih untuk kebutuhan akan buku dan media tulis. Bayangkan kalau anggota keluargamu juga begitu? teman-teman jurusanmu, teman-teman fakultasmu dan teman-teman kampusmu memiliki konsumsi kertas yang sama maka saya yakin satu jurusan di UI saja bisa membuat hutan UI gundul seperti kepala saya saat ini
2. e-book Reader
Saat ini dunia sudah terhubung satu sama lain dengan kabel fiber optik yang membentang di seluruh dunia agar kita semua bisa menikmati layanan internet. Musics, videos, gambar semua bisa kita download dengan mudah dengan internet. Begitu juga dengan buku. Penjualan buku di Amazon.com menunjukan bahwa pembelian buku online (e-book) semakin hari semakin meningkat, bahkan di akhir tahun ini peningkatannya sangat tajam dibandingkan dengan tahun lalu. Kemudahan mengakses buku digital ini dipengaruhi oleh teknologi mutakhir yang bernama E-book reader. Seperti Amazon Kindle dan Sony e-book reader mereka memiliki akses internet tanpa kabel untuk membeli buku secara online. Kalau pertanyaan beberapa orang-orang awam yang belum pernah memegang dan melihat benda ini pasti akan berkata “Lebih enak membaca buku dibanding lewat format digital”. Tapi ketika memegang e-book reader rasanya beda loh, Kalau pada Laptop kita temukan LCD screen berwarna. Pada e-book reader kita akan menemukan e-ink screen yang tidak berwarna. Karena teknologi e-ink ini tidak memerlukan banyak cahaya untuk menampilkan gambar dengan jelas. Sehingga dibaca berjam-jam juga tidak akan membuat mata kita lelah seperti menatap layar laptop. Namun sayangnya layar e-ink belum berwarna.
Belakangan ini kita baru saja dapat kabar kan bahwa salah satu toko musik Aquarius di tutup karena maraknya pembajakan melalui kabel. Bisa jadi suatu hari nanti ketika manusia sudah lebih modern, toko-toko buku akan tutup karena tidak bisa bersaing dengan toko buku online yang langsung mengirim filenya langsung ke e-book reader kita. Lets wait and see. Permadi said to me “book will not subtitute by e-book until 2020″ . Jadi tunggu saja era buku akan berakhir dan terganti oleh media digital. Tapi kita sudah siap belum untuk mengelola perpustakaan digital?
3. Catatan lagi catatan lagi, cape deh…
–> 
Masih pake catatan kertas? Sekarang sih masih, tapi kalau 2020 masih pakai kertas kasihan deh
. Lihat gambar atas, setumpuk catatan kuliah kita ternyata jauh lebih tebal, besar dan berat daripada sebuah iPad. Cuocok buanget ini buat mahasiswa bertipe-tipe Ku-tat (kuliat catet), beda ya sama gue yang Ku-pi (kuliah foto copi catetan temen)
. Di masa depan nanti setelah maraknya komputer tipe pad (papan gilesan) nanti akan mengantikan buku tulis kita yang biasa kita pakai di sekolah. iPad yang baru diluncurin tahun ini saja sudah memiliki banyak pesaing yang nggak kalah okay seperti Samsung Galaxy Pad, Blackberry PlayBook, Android Pad dan lain lain. Bayangkan 10 tahun nanti akan ada berapa banyak produk komputer papan gilesan yang ada di pasaran?
Caranya sangat mudah, bisa memakai pulpen stylus, atau jari kita sendiri untuk menulis apa yang ingin kita tulis dengan cepat. seperti layaknya menulis dibuku. Ketika halaman penuh kita bisa membalik ke halaman berikutnya. Keuntungan lainnya kita nggak perlu takut kalau catetan kita sobek, kotor atau terlipat. Yang ada paling cuma layar pecah, batere bocor dan masalah teknis komputer lainnya. jeleknya lagi, kalau buku catatan kita hilang di jalan biasanya ada orang yang memungut dan mengembalikan kepada anda. Kalau iPad kita hilang di jalan pasti bakal ada orang yang memungut juga, tapi kalau berharap dikembalikan hmm…. gimana ya?
Sebelum diselesaikan, saya ingin nambahin juga kalau tipe mahasiswa ku-pi juga bisa memfotocopy catetan dari iPad temen dengan teknologi canggih bernama bluetooth dan Wi-fi
Nah, sekarang kembali kepada kita? Apakah kita bisa merubah gaya hidup tanpa kertas? tentunya tidak akan semuanya berubah, Kita masih butuh catatan kertas dan buku kertas sebagai penyebar informasi untuk kebutuhan yang tidak bisa digantikan dengan digital seperti brosur, surat berharga hingga contekan
. Semua itu tidak akan bisa terganti begitu saja. Tetapi ketika zaman sudah berubah kita harus siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi di masa depan.
Jadi, setelah batu, perkamen, papyrus dan kertas. Akankah format digital menjadi media tulis di masa depan? Jawaban saya : Ya!
Klasifikasi Folder Dalam Hardisk Komputer
Bukan cuma koleksi Perpustakaan saja yang butuh dikasifikasikan, Folder di dalam Komputer juga perlu agar mencari file tidak menyulitkan. Terkadang apa yang kita cari dengan fitur search yang ada di komputer juga belum menjawab kebutuhan kita dalam mencari file. Jadi agar file tidak berantakan di dalam komputer sebaiknya di klasifikasikan dong foldernya, Betul? <–(ala Aa Gym)
Sebelum memulai mengklasifikasi Folder dalam komputer sebaiknya Hardisk di partisi dulu. Kenapa? Agar ketika nanti komputer ingin di Install ulang, data yang ada di Hardisk hanya partisi C: saja yang dibabat habis. Mempartisi HDD bisa dengan software Symantec Partition Magic disini, berita baiknya bagi pengguna Windows 7 bisa langsung mempartisi HDD tanpa software khusus, Caranya cukup ketik “partition” pada search bar di menu start dan pilih “create and format hardisk partition”.
Seminimalnya berikan minimal 20 Giga space buat C:, sisanya terserah anda. Kalau saya dengan ukuran HDD 250 Giga saya membagi 100 Giga untuk D: (data) dan 100 Giga untuk E: (entertainment), sisanya ada sekitar 35 Giga untuk drive C: (System) dan usahakan untuk menginstall program-program besar di partisi lain selain C: (kalau saya di taruh di partisi D: dengan folder programs>program files). Usahakan tidak membuat partisi lebih dari 3, karena akan mengurangi umur HDD.
Setelah itu pindahkan Folder My Documents beserta objects bank data My Documents ke drive selain C: agar drive C tidak Penuh. Setelah dipindah, baru kita mulai klasifikasi (Khusus untuk file word). Ada 2 pilihan untuk pengklasifikasian dokumen.
1. Mengklasifikasi berdasarkan jenis file
Jenis pengklasifikasian ini memudahkan untuk kita mencari file berdasarkan jenisnya. Buatlah folder di my documents dengan nama aplikasi seperti contoh; word, power point, excel, photoshop. Jenis ini adalah jenis yang sedang saya gunakan di komputter rumah. Kelemahannya ketika file semakin banyak, kita semakin bingung melihatnya, namun bisa kita akali dengan mengubah sort (urutan) berdasarkan modified (data terakhir di modifikasi). Namun agak sulit untuk mencari judul file yang kita lupa namanya.
2. Berdasarkan kegiatan
Jenis file ini saya gunakan di dalam laptop saya. Kenapa? Karena jenis ini lebih mudah untuk mentransfer data suatu kegiatan ke dalam flashdisk dalam satu folder sekaligus, sehingga lebih nyaman untuk orang yang memiliki mobilitas yang cukup tinggi. Membuat foldernya tergantung dari kegiatan kita dan bisa dibagi lagi menjadi beberapa Subfolder. Contoh : Di dalam folder “Kuliah” di dalamnya berisi sub folder “Semester I” dan “Semester II” di dalam folder kedua folder tersebut dibagi lagi dengan folder mata kuliah. Cara ini membuat kita lebih simple dalam mencari data, hanya saja saat kita mau menyimpan data baru pada program agak ribet karena harus masuk/keluar dari folder untuk menyimpan di folder yang ingin dituju. Tetapi sangat mudah ketika kita ingin menransfer data suatu kegiatan langsung terkirim semua tanpa mencari file satu-satu karena perbedaan jenis file. Lalu ketika mencari kita juga bisa menggunakan fungsi sort “by type” untuk mencari file berdasarkan jenis filenya di dalam suatu folder.
Jangan lupa untuk membuat folder “Arsip” untuk memisahkan file/folder yang sudah tidak terpakai agar tidak bercampur dengan koleksi file aktif (sering digunakan) untuk mempermudah temu kembali. Untuk folder arsip bisa dibagi ke dalam folde berdasarkan bulan atau tahun.
Selain menggunakan untuk menyimpan file yang bersifat pekerjaan. Drive D: pada laptop saya juga digunakan untuk menyimpan file program komputer yang diinstal, program mentah, Foto, unduhan <– (Bahasa apa nih?), halaman internet (Webpage), buku elektrik dan lain-lain
Jika membuat partisi data lebih dari dua, usahakan gunakan partisi ketiga untuk hiburan (entertainment) dan file-file titipan. Di komputer saya untuk pengklasifikasian Folder pada Drive E: Dibagi menjadi , yaitu : Musics, Videos, Movies, Comics, Games, dan lain-lain yang berhubungan dengan hiburan. Tidak lupa juga bagi pengguna Windows 7 untuk memasukan koleksi folder ke dalam library dengan mengklik kanan folder dan pilih “include in library”
Mudah bukan? coba deh ketika membeli komputer baru dan susun file serapih mungkin pasti komputer kita akan semakin enak untuk kita pakai bekerja. Jangan lupa minimal sebulan sekali komputer perlu di defrag agar semakin cepat dalam bekerja.
Menyusun Buku di Rak Buku pada Rumah Tangga
Setiap rumah tangga umumnya memiliki koleksi buku dirumahnya, entah itu buku pegnetahuan, pelajaran, majalah dan koran. Gue sendiri juga punya rak buku dirumah yang isinya buku-buku yang pernah gua dapet dan beli. Kebayang kan bagaimana rak buku dirumah kalian sendiri itu seperti apa? Nah, gue disini mau bantu mengklasifikasi buku dengan cara simple buat menyusun buku dirumah masing-masing.
1. Menyusun buku berdasarkan jenis buku
Ini cara yang gue pake dirumah, berhubung dirumah gue banyak banget koleksi buku yang beragam. caranya dengan menaruh buku pada partisi di rak buku berdasarkan jenis ahan pustaka. Di rumah saya dibagi menjadi 6 jenis, yang pertama partisi komik, majalah, buku novel, buku pelajaran (sekolah), buku pengetahuan umum dan buku agama. Karena koleksinya nggak begitu banyak (kurang dari 250 buku) menyusunnya sesuai dengan ukuran atau volume. Untuk komik suda jelas penyusunannya dari volume 1 hingga seterusnya, namun untuk buku yang berbeda-beda bisa disusun dengan abjad di partisinya atau dengan ukuran tergantung kita lebih nyaman dengan cara yang mana.
2. Berdasarkan Subjek
Cara ini gue pakai buat naro buku di kost-an, koleksinya memang lebih dikit, namun karena di kost-an gue menyimpan buku kuliah dan kebanyakan bukunya semua tentang pelajaran maka gue mengklasifikasikan buku yang dipajang di rak berdua dengan buku saudara yang di jurusan lain. cara mengklasifikasikannya sederhana, hanya berdasarkan subjek mata kuliah, Jadi saya memberi tanda dan pemisah terhadapa buku-buku kuliah agar nggak bercampur dengan mata kuliah lainnya. Kalau kita mau lebih expert lagi kita bisa menklasifikasikan buku dengan buku manual dari Dewey Decimal Clasification tingkat 10 kelas pertama dan seterusnya atau ketentuan klasifikasi yang lainnya bahkan buatan kita sendiri berdasarkan kebutuhan kita. Cara ini cepat dan mudah terutama buat menangani lembaran-lembaran bahan kuliah yang tidak dibukukan.
3. Berdasarkan waktu pembelian buku
Ini biasanya dipakai oleh orang-orang yang suka membeli buku berseri atau majalah. Nyokap gue cenderung orang yang seperti ini. Di kamarnya buku itu disusun berdasarkan waktu pembelian. Semakin baru buku itu maka semakin ke kanan diletakannya pada rak. Tapi cara ini cukup efektif juga buat orang yang suka membeli buku baru setelah itu memusiumkannya> hanya saja dengan cara ini yang mengerti susunan buku itu hanya diri kita sendiri. Orang lain tidak bisa menelusur koleksi yang kita punya erdasarkan waktu pembelian. yang tahu hanya diri kita sendiri dan tuhan… hehehe. Tapi jangan kuatir, justru saya senang dengan orang yang menyusun buku seperti ini. Karena gue lebih tanggap untuk meminjam buku baru yang dibeli oleh orang.. hehehe
4. Berdasarkan Intensitas Pemakaian
Ini penting banget. Terutama bagi orang sibuk dan mahasiswa yang selalu membawabuku pedoman perkuliahannya. Biasanya dengan cara ini memudahkan kita untuk mengambil buku yang sering kita gunakan. tapi akan menjadi musibah ketika kita mencari koleksi yang jarang kita gunakan. kalau gue lagi males nyusun buku gue selalu pakai cara ini waktu SMA. Tapi bukan di rak, tapi di atas meja belajar. Jadi buku pelajaran yang sering gue pakeselalu gue taro di atas meja agar gampang mengambil dan menggunakannya tapi buku yang jarang dipakai seperti mata pelajran komputer, seni dan olahraga selalu gue tumpuk di barisan rak yang itupun lupa gua taronya dimana…. hahaha
Baru 4 cara aja yang bisa gua jelasin untuk menyusun buku di rak buku rmuah sendiri. Simple bukan? gak perlu pakai label atau katalog segala buat menyusunnya soalnya memang koleksi kita nggak sebanyak perpustakaan (jelaslah!). Oh iya jangan lupa juga untuk broken order karena buku yang ukurannya berbeda. ini bisa kita simpan di tempa khusus untuk buku broken order. kalau bisa selalu sediakan tempat yang cukup besar untuk koleksi buku yang ukurannya tidak biasa. Karena kita nggak tau kan bisa aja ada yang terlampau besar.
Setelah menyusun jangan lupa dibaca ya bukunya!
Cara Merawat Buku
Merawat buku bukanlah hal yang sulit, namun seringkali orang malas atau tidak tahu cara merawatnya, padahal buku yang dibelinya itu tidak murah loh. Nah, gimana sih cara merawat buku yang kita punya? Ini ada beberapa tips buat kalian yang ingin merawat buku
1. Disampul
Menyampul buku itu nggak sulit, cuman sedikit makan waktu kita. Tapi dengan menyampul buku, buku kita jadi terlihat bersih walaupun sudah lama. sebelum menyampul buku carilah plastik yang agak tebal dan tidak lengket untuk sampul buku kamu, Usahakan pakai plastik bening agar cover bukunya terlihat. Yang perlu diperhatikan adalah pada saat menyampul buku jangan terlalu ketat, karena nanti bisa membuat bagian cover buku terlipat jika sering dibuka. Nanti ketika sampul tersebut sudah sedikit rusak, kalian bisa ganti dengan sampul baru.
2. Jangan Dilipat
Melipat buku bisa merusak kertas, Gunakan pembatas buku jika kamu ingin menandai buku. Pembatas buku tidak harus dengan sesuatu yang mahal dan cantik. Kita bisa gunakan selembar daun, uang atau kartu nama untuk membatasi buku kita. Yang paling fatal jika kita menandai buku dengan benda tebal seperti pulpen atau lainnya karena bisa merusak Jilid.
3. Disusun berdiri, bukan ditumpuk
Simpan buku dengan cara disusun berdiri, jangan pernah dengan cara menumpuk karena bisa merusak jilid buku dan covernya, Gunakan pembatas rak agar buku yang kita susun berdiri tegak. Susunlah buku berdasarkan klasifikasinya agar nanti mudah untuk dicari. Pengecualian untuk booklet boleh disimpan dengan cara ditumpuk
4. Dibersihkan
Buku kalau kelamaan disimpan dan dipajang pasti berdebu kan? biar nggak berdebu ya harus dibersihkan. Membersihkan buku gampang kok, Bisa dengan kemoceng, lap, lap basah juga boleh untuk buku yang bercover plastik (umumnya hardcover).
5. Jangan ditekuk & dilipat
Ini kesalaha yang sering terjadi, umumnya ketika orang membaca buku jari telunjuk suka membentuk lekukan pada buku. ini menyebabkan buku menjadi cacat karena tekukan tersebut. Orang suka nggak sadar loh kalau baca buku suka menekuk bukunya apalagi melipat! wah haram itu hukumnya.
6. Jangan dicorat-coret
Untuk buku cetakan usahakan untuk tidak dicorat coret entah itu pakai pulpen ataupun pensil, karena dengan pensil pun ketika dihapus kertas menjadi lebih tipis. Gunakan sticky notes seperti post it atau merek lainnya (lebih mahala lebih baik) Karena ketika catatan tersebut dilepas, perekat pada catatan kertas tersebut nggak meninggalkan sisa di buku kita.
7. Diberi Kapur Barus (kamper)
Bahan baku kertas berasal dari kayu yang dijadikan bubur kemudian dicetak menjadi lembaran-lembaran tipis, karena itu bisa mengundang rayap menggerogoti buku-buku kita. Umumnya buku-buku baru tidak dirayapi karena beberapa sudah diberi zat-zat kimia untuk bahan baku daur ulang kertas. Juga material plastik dalam pembuatan kertas licin. Namun untuk buku-buku yang masih menggunakan kertas asli umumnya masih bisa dirusak rayap. Maka dari itu rak buku boleh ditaburi kapus barus yang dihancurkan atau bubuk cengkeh agar buku kita terjaga dari rayap.
Buku memang harus dirawat, tapi bukan berarti saking kita merawatnya jadi jarang kita baca. Salah itu! gunakan buku untuk diambil ilmunya, dipahami dan disebarkan. Jangan pelit-pelit sama yang namanya minjemin buku, karena memang nggak semua orang bisa beli atau sempat meminjam ke perpustakaan bukan? Jika kita memiliki banyak koleksi buku yang sudah tidak dibaca lagi dan tidak ada anggota keluarga yang membutuhlkan lebih baik disumbangkan saja ke perpustakaan. Ilmu yang bermanfaat akan menjadi amal jariah loh!
Rawat bukumu, sebarkan ilmunya!
Alamanak, Apaan tuh?

Almanak Dunia 2009
Pernah denger apa itu almanak? Gua sendiri pertama kali tahu kata almanak itu saat menonton film Back to The Future 3 ketika Biff Tanen mencuri almanak olahraga dari masa depan dan membawanya kembali ke masa lampau. Celakanya ketika Dr. Emmet Brown dan Marty Mcfly kembalike masanya ternyata kehidupan sudah berubah. Almanak tersebut merubah kehidupan Biff Tanen menjadi seorang milyarder karena ia selalu memenangi judi olehraga dengan tuntunan almanak yang ia curi.
Nah, kenapa ia bisa merubah masa depannya dengan mencuri almanac? Karena dengan almanac dari masa depan ia bisa memenangkan judi sepakbola dari catatan almanak masa depan. Karena almanak itu adalah sebuah publikasi yang diterbitkan tahuanan yang memuat informasi spesifik. Misalkan almanak liga inggris tahun 2003 yang isinya adalah informasi tentang catatan event yang terjadi sepanjang tahunyang berkaitan dengan liga inggris. Alamanak ini bisa diatur menurut alphabet, kalender dan lain-lain.
Alamanak dipopulerkan oleh Roger Bacon pada tahun 1267, Namun masih tidak jelas apakah dia yang menemukannya karena Roger Bacon tidak bisa berbahasa arab namun bisa mengemukakan kata al-manakh yang memiliki arti pendokumentasian dalam bahasa arab.
Almanak pertama kali digunakan oleh bangsa Babilonia yang mengenai astronomi periode planet untuk memprediksi fenomena bulan Pendahulu untuk almanak itu adalah kalender astronomi dan meteorologi Helenistik, parapegma di dalam sebuah batu yang bertuliskan, hari dan bulan ditunjukkan oleh pasak bergerak dimasukkan ke dalam lubang.
Kini almanak masih diterbitkan dalam bentuk cetakan buku ataupun kalender. Di Indonesia saya kurang begitu tahu apakah masih ada almanak tahunan di negeri ini? nanti saya cari tahu lebih lanjut.
Almanak Indonesia tahun 1952
Almanak penting banget dibuat untuk meneliti sejarah dan mengingat kejadian-kejadian di masa lampau. Kita sendiri juga bisa membuat almanak kehidupan kita dalam bentuk diary yang berkalender atau yang lainnya. Kita bisa menemukan di perusahaan-perusahaan besar yang memiliki almanak sendiri namun tidak untuk dipublikasikan. Tertarik? silahkan lihat koleksia almanak di Perpustakaan Nasional RI agar kita tidak lupa dengan sejarah
Review Buku : A Thousand Splendid Suns

A Thousang Splendid Suns
Buku karangan Khaled Hoseini ini sangat menarik dan menggugah hati. Maka pantaslah mendapat New York Times Best Seller. Novel ini dibuat pada tahun 2007 setelah peluncuran The Kite Runner.
Novel ini mengambil setting di Afganistan antara tahun 1964 hingga tahun 2003. Tokoh utamanya adalah dua orang perempuan bernama Mariam dan Laila. Keduanya berasal dari latar belakang yang berbeda, usia yang berbeda, dan memiliki sifat yang bertolak belakang, namun sebuah peristiwa akhirnya mempertemukan mereka dan membuat keduanya harus menjalani berbagai kepedihan hidup ditengah situasi perang yang memporak porandakan kota dimana mereka tinggal. Bab-bab pertama pertama novel ini mengisahkan kisah Mariam, seorang harami (anak haram) hasil hubungan gelap Jalil dan Nana, antara majikan dan pembantunya. Karenanya Nana disingkirkan oleh keluarga Jalil dan tinggal di sebuah desa terpencil bersama Mariam. Sedangkan Jalil hidup bersama ketiga istri sahnya di Herat. Walau Jalil tak pernah mengakui Mariam sebagai anaknya secara sah, namun seminggu sekali Jalil tetap mengunjunginya. Saat Mariam akan berulang tahun yang ke 15, ia meminta agar ayahnya mengajaknya menonton film Pinokio di bioskop milik ayahnya di Herat. Jalil menjanjikannya. Namun malangnya saat yang dinanti-nantikannya berbuah kekecewaan, ayahnya tak datang untuk menjemputnya. Mariam nekat pergi sendiri menuju Herat untuk menemui ayahnya. Kenekatan Mariam harus dibayar mahal, sepulang menemui ayahnya, Mariam menemukan ibunya tewas gantung diri.
Setelah ibunya meninggal, Mariam diasuh oleh ayahnya. Namun bukan kebahagiaan yg ditemuinya. Ketiga istri Jalil tak menerima kehadiran Mariam. Ia dianggap aib bagi keluarganya, karenanya mereka mendesak Jalil untuk segera menikahkan Mariam dengan Rasheed, seorang duda tua pengrajin sepatu di Kabul. Inilah taktik bagi ketiga istri Jalil untuk menghapuskan jejak skandal memalukan suami mereka. Membuang Mariam ke Kabul yang berjarak enam ratus limapuluh kilometer dari Herat dengan menikahkannya. Mariam akhirnya menikah dengan Rasheed. Awalnya tak ada yang meresahkan dalam pernikahan mereka kecuali sikap Rahseed yang over protektif terhadap Mariam. Karena Rasheed pernah kehilangan anak laki-laki dari pernikahannya terdahulu, ia berharap memiliki anak laki-laki dari Mariam. Sayangnya harapan Rasheed sirna karena berkali-kali Mariam mengalami keguguran. Sikap Rasheed menjadi berubah, selalu murung dan lekas marah. Kehidupan pernikahan mereka menjadi tak bahagia. Kesalahan sekecil apapun yangLalu ada pula tokoh Laila, seorang gadis yang cerdas yang dilahirkan dari keluarga yang sadar akan pentingnya pendidikan. Laila tinggal bersama ayah dan ibunya di Kabul, dua orang kakak laki-lakinya gugur ketika berjuang bersama Mujahidin melawan Soviet. Hal ini menyebabkan ibunya menderita kepedihan yang amat dalam sehingga ibunya menutup diri dan nyaris gila. Laila juga bersahabat dengan seorang remaja pria bernama Tariq yang seiring dengan bertambahnya usia mereka, mereka saling jatuh cinta.
Ketika Laila berusia lima belas tahun sebuah tragedi memisahkan Laila dari keluarganya dan kekasihnya Tariq. Laila kemudian diasuh oleh Rasheed dan Mariam yang rumahnya tak jauh dengan rumah Laila. Tanpa memerhatikan perasaan Mariam, Rasheed akhirnya menikahi Laila dan mulailah babak baru dalam kehidupan Mariam dan Laila. Awalnya Mariam selaku istri yang dimadu membenci Laila, apalagi Rasheed semakin merendahkan posisi Mariam dengan mengharuskan Mariam untuk melayani segala keperluan Laila. Namun lambat laun kebencian Mariam pada Laila luntur ketika akhirnya keduanya mendapat perlakuan yang kasar dari Rasheed.
Kekerasan dalam rumah tangga mewarnai kehidupan mereka. Mariam dan Laila harus mengalami penderitaan yang berlipat, selain mengalami penindasan dari suaminya sendiri, mereka juga harus bertahan mengahadapi situasi diluar yang tidak menguntungkan bagi para wanita. Kesamaan nasib yang mereka alami ini akhirnya melahirkan sebuah persahabatan yang membuat mereka memiliki kekuatan untuk mengarungi kerasnya kehidupan.
Bagi teman-teman yang ingin baca buku ini bisa pinjam ke Perpustakaan atau membacanya secara online di Google books klik disini.
Lukisan Karya Johannes Rach
Lukisan juga merupakan salah satu bahan Pustaka. Jadi nggak ada salahnya kan di web ini kita ngebahas tentang Lukisan?
Johannes Rach adalah pelukis dari Denmark yang senang melukis pemandangan Indonesia. Ia berkarir bukan sebagai pelukis, tapi ia pernah belajar melukis dibawah pengajaran pelukis kerajaan Denmark. Ia datang ke Indonesia pada tahun 1762 sebagai prajurit penembak VOC. Namun dbalik pekerjaannya sebagai penembak ia tetap melakukan hobby melukisnya. Karena kemampuan melukisnya yang sangat baik maka ketika ia bekerja sebagai penembak karirnya berpindah haluan dan menanjak sebagai pelukis topografi. banyak sekali rancang bangunan pada zaman itu yang dilukisnya berdasaran permintaan VOC.
Sekarang ia dikenal sebagai penulis panorama Indonesia. Bahkan ia meninggal di Indonesia pada tahun 1783 di Batavia tepatnya. Kini lukisan beliau disimpan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan musium Rijks Amsterdam. Namun pemilik terbanyak dari karya Rach berada di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, yaitu sebanyak 202 buah lukisan. Namun yang terdapat pada entri katalog hanya 164 lukisan saja yang dapat dilihat. Kalau kita ingin melihatnya bisa datang ke Perpustakaan Nasional RI di Salemba
Penasaran kan sama gambarnya? nih liat aja!

Rumah Gubernur Jendral de Klerk

"Gedung Buitenzorg"

Galangan Kapal VOC

Batavia Town Hall
Familiar dengan pemandangan ini? ini karena gedung yang tepat di berapa di depan itu adalah musium fatahilah yang sekarang masih bediri tegak di tempat wisata yang bernama kota tua.

Pelabuhan Sunda Kelapa
Jangan berharap lukisan-lukisan Johannes Rach adalah lukisan yang berwarna, karena pada abad ke 17 di Indonesia masih belum ada cat lukis dan media kanvasnya, Lukisan-lukisan ini dibuat dengan menggunakan media kertas biasa, karena umur maka kertas tersebut menguning.
Nah, dari gambar ini kita bisa melihat potret Indonesia pada abad ke-17. Bagi yang ingin lihat secara langsung silahkan datang ke Perpustakaan Nasional RI. Nggak nyangka kan kalau perpustakaan juga menyimpan barang barang seperti ini? Ini juga menandakan perpustakaan itu adalah pintu bagi semua cabang ilmu pengetahuan
.



